
Follow IG ku: RosaKawahara
********
Setibanya di rumah sakit Rafi menunggu dokter yang memeriksa keadaan Rasya, cukup lama sampai akhirnya sang dokter keluar dengan kabar yang tidak bagus yah karena Rasya mengalami koma selama beberapa waktu kedepan dan jika beberapa hari dia tidak sadar mungkin kesempatan hidup Rasya tidak akan ada lagi, kecelakaan gadis itu benar-benar parah walaupun hanya tertabrak mobil.
“Maaf saat ini teman kamu mengalami koma beberapa waktu kedepan tetapi jika dalam 3 hari ini dia belum sadar kita tidak bisa melakukan apa pun karena kesempatan hidup gadis ini sangat sedikit”
“Maaf dok jika bisa tolong di usahakan semaksimal mungkin agar dia bisa cepat sadar jika tidak saya akan bingung mengahadapi keluarga nya di Indonesia”
"Tentu kami akan berusaha semaksimal mungkin karena bagaimanapun itu tugas kita, kalo begitu kamu segera melakukan pelunasan biaya rumah sakit agar kita bisa bekerja secepat mungkin" ujar sang dokter lalu melangkah pergi
“Okay thanks doc!”
Rafi mendudukkan tubuhnya di atas kursi ia sangat bingung, namun tak lama saat itu seseorang yang tak asing baginya datang yah itu adalah cowok yang bersama Rasya di club tadi dan yang membuat Rafi binggung adalah cowok itu menggendong bayi menurut Rafi itu anak Rasya.
Jadi beneran sudah punya anak -batin Rafi tersenyum miris mengetahui kenyataan yang pahit
Rafi menatap kesal Aldo namun yang di tatap malah santai bahkan memberikan usul padanya, mungkin terkesan menjengkelkan tapi ia setuju karena bagaimana pun dia harus mencari uang.
“Hai aku Aldo, soal yang tadi maaf udah ngajak Rasya dugem tanpa izin dari lo karena gua sendiri gak tau kalo Rasya udah punya pacar tapi tenang aja gue gak pernah melakukan hal jahat ke dia kok!” ujar Aldo yang sudah tidak ingin melakukan kesalahan lagi
__ADS_1
“Yha aku juga minta maaf sudah memukulmu, hmm apa itu anak Rasya?” tanya Rafi yang penasaran
Aldo mengangguk ”Yah namanya Ival kalo di lihat-lihat anak ini sama sepertimu!”
Aldo menyuruh Rafi menggendongnya untung saja saat Rafi menggendong Ival bayi ini tidak menangis, namun malah Rafi yang menangis dalam hati ia merasa sedih banget melihat kehidupan Rasya yang kelam dan bahkan anaknya sendiri harus terkena imbasnya juga tanpa memiliki kasih sayang seorang ayah. Aldo yang melihat Rafi menangis juga paham perasaan cowok di depannya itu, tanpa basa-basi Aldo mengantarkan Rafi ke rumah yang di beli Rasya, ia membiarkan cowok itu sementara ini tinggal disana sekalian menjaga Ival, karena tadi saat ingin membawa Ival pulang bayi itu malah nangis saat di pisahkan dengan Rafi yah jadi mau tidak mau dia membiarkannya.
Saat berada di rumah Rasya, Rafi sangat kaget ketika melihat isi rumah Rasya sangat sederhana kulkas hanya ada beberapa bubur dan susu bayi, lalu hanya ada mie instan sama telur Rasya benar-benar bodoh harusnya tuh anak makan yang bergizi untuk bayinya lah tapi sekarang faktanya sangat mengejutkan.
Dasar kau Sya -batin Rafi
Ia memilih memasak mie instan mulai besok ia akan sekolah dan bekerja di restoran Aldo mengantikan Rasya. Selesai masak dan makan ia memilih tidur karena hari sudah semakin gelap ia juga tidak ingin besok pagi pulang terlalu kesiangan.
******
“Hei baru sekolah juga sudah jadi pusat perhatian ya!” ujar Aldo
Rafi menghembuskan nafasnya “Sudah biasa!” jawabnya singkat padat dan jelas
Pelajaran pun berjalan dengan lancar, saat istirahat ia juga sering di ganggu cewek-cewek alay namun untungnya ada Aldo dan teman-temannya yang siap membantunya menyingkirkan para hama. Saat ini sudah waktunya dhuhur jadi ia memilih sholat, walaupun ke susahan mencari tempat untuknya sholat untung saja Aldo dan teman-temannya memiliki tempat rahasia untuk bolos dan juga tempatnya sangat bersih jadi ia sudah tidak perlu memusingkan tempat.
Selesai sholat ia mengikuti Aldo dan teman-temannya ke kantin untuk malak ia tidak ikut karena takut dosa jadi ia hanya membiarkan mereka karena saat di beri peringatan Aldo malah menyuruhnya diam. Jadilah Rafi berduduk di bangku yang kosong sambil menikmati makanan yang sudah ia pesan tadi, saat menikmati makanan tiba-tiba seorang wanita datang menghampirinya mencoba merayu Rafi bahkan tuh cewek malah menyentuh tangannya karena sudah kesal akhirnya Rafi mendorong tuh cewek kasar.
__ADS_1
Brak
Tanpa sadar cewek itu terjatuh ke lantai Aldo yang melihat pun menghentikan aktivitas malaknya dan membantu Rafi takutnya terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.
“Apa kamu gila mendorong seorang gadis hingga terjatuh?” murka Aldo sambil membantu gadis itu berdiri
“He tentu saja aku marah karena dia menyentuh tanganku seenaknya itu bukan muhrim”
“Okey aku tau tapi harusnya kau meminta maaf kan?” Rafi mengangguk lalu meminta maaf pada gadis itu
Seluruh kantin yang tadinya heboh kini kembali diam dan kembali ke aktivitasnya masing-masing, sedangkan Aldo seperti biasa ia akan melanjutkan malak mungkin tuh cowok kaya dengan cara itu kali pikir Rafi sambil geleng-geleng kepala.
Selesai makan bel istirahat kedua pun berakhir jadi Rafi dan Aldo serta teman-temannya kembali ke kelas, meskipun Rafi tak paham dengan bahasa Korea ia sedikit demi sedikit harus mempelajarinya karena jika tidak ia pasti akan kesulitan mengejar pelajaran seperti murid-murid lain. Ia belajar dengan bantuan Aldo karena hanya cowok itu yang bisa beberapa bahasa termasuk Indonesia. Sedangkan teman-temannya hanya bisa bahasa Korea dan Inggris itu saja jadi saat keduanya bicara bahasa Indonesia pasti para teman-temannya Aldo akan bingung.
Selesai pelajaran Rafi pulang seperti tadi, lalu ia mulai bisa bekerja kali ini ia hanya menjadi tukang cuci piring berbeda dengan Rasya yang menjadi koki, meskipun begitu ia juga sudah sangat bersyukur karena bisa dapat makan gratis dan bonus jika tokonya laris.
“Titip Ival ya Do!” ujar Rafi sambil melangkah pergi
“Yah, nanti sepulang kerja kau harus ke rumah sakit bagaimana pun kita harus memantau kondisinya dan soal biaya aku sudah melunasinya untuk satu minggu tapi jika saat itu juga belum sadar aku mohon bantuannya Raf karena aku tidak bisa membayar rumah sakit semahal itu sendirian!”
“Tenang saja aku juga akan mencari kerja lain saat wekend nanti, terimakasih maaf merepotkan!” kata Rafi sambil berjalan pergi lalu menuju restoran milik Aldo
__ADS_1
**********
Jangan lupa like, vote, dan koment!!!