TEKAD

TEKAD
14. PESAN BARA PADA RAFI


__ADS_3

INSTAGRAM: ROSAKAWAHARA


BARA POV ON


Ke esokan paginya di Indonesia, seorang Bara sedang sibuk menunggu Rasya keluar, kurang lebih dia menunggu sekitar dua jam, ia berdiri di depan rumah Rasya namun saat pintu gerbang terbuka yang keluar bukanlah gadis yang pernah ia cintai namun Bi Leha yang ingin kepasar dan anaknya Andhika yang sudah bersiap berangkat ke sekolah.


“Lho tuan muda Bara!”


“Hehehe Iya Bi, Rasya ada?” tanya Bara dia sudah tidak sabar untuk melakukan penyelidikan. Nampak Bi Leha sempat diam beberapa detik namun langsung menjawab pertanyaan Bara dengan nada santai namun sangat mencurigakan di mata Bara.


“No.. Nona Rasya telah berangkat sedari tadi!” jawab Bi Leha gugup karena ke gugupan inilah Bara tau jika wanita paruh baya di depannya sedang berbohong.


“Saya nunggu Rasya sedari jam lima tadi Bi, dia tidak keluar sama sekali dan saat ini gerbang terbuka yang keluar Bi Leha sama Andhika!” ujar Bara yang makin membuat Bi Leha panik


“Rasya tidak ada dirumah kan Bi, sudah dua hari ini dia tidak membalas pesan saya, jika anda tidak mau bekerjasama jangan salahkan saya Bi kalo saya masuk tanpa izin” sambung Bara mengintimidasi


Bi Leha terdiam, wanita paruh baya ini bingung harus berbuat apa dia sudah janji tidak ingin mengatakan apapun pada orang lain demi keselamatan sang majikan, Andhika yang melihat ibunya gugup akhirnya dia ikut turun tangan. Ia memberitahu pada Bara jika Rasya sudah tidak ada lagi di Indonesia sang majikannya itu berada di luar negeri untuk mengurus bisnis walapun faktanya Rasya hanya ingin menenangkan diri disana. Setelah mengatakannya pada Bara keduanya pun pamit pergi.


Kenapa mendadak Sya -batin Bara yang mencoba mencerna semua perkataan Andhika dan mencoba mengingat keadaan Rasya sebelum pergi


Bara masih shock saat tau tiba-tiba keluar negeri dengan alasan urusan bisnis. Bara bukanlah orang yang biasa yang mudah di bohongi dengan banyak cara, dia itu makhluk yang paling peka pada orang-orang sekitarnya walaupun ia sendiri tidak pernah peka dalam urusan hati. Yah dia tau kenapa Rasya tiba-tiba pergi keluar negeri. Alasannya hanya karena Rafi yang mulai menyukainya dan gadis itu takut jika seorang Rafi yang terkenal dingin dan tidak pernah pacaran akan kecewa saat tau fakta dari seorang Rasya Wijaya.


Tak lama kemudian Bara ingin pergi dari sana namun langkahnya terhenti saat melihat sosok Rafi yang kini menatapnya kesal.


“Ngapain lo kesini?” tanya Rafi dengan nada tidak bersahabat, biasanya dia memakai kata aku kamu namun saat di depan Bara ia malah mengunakan kata lo gue walaupun tak begitu enak buat kalian

__ADS_1


“Gua cuman...!” Bara nampak berpikir sebentar lalu “Mau ngajak berangkat sekolah bareng tapi dia udah berangkat tuh!” sambung Bara berbohong


“Ada hubungan apa lo sama dia?”


Bara tersenyum “Aku mantannya dan dia dulu adalah tunanganku!”


“Kalo begitu sekarang jauhin Rasya, dia milikku bukan milikmu lagi!”


Bara tersenyum lagi “Aku tidak ingin berebut wanita dengan kakakku sendiri, tapi kalo kakak beneran cinta sama dia aku harap kau tidak akan pernah meninggalkannya hanya karena kau tau identitas asli seorang Rasya Wijaya!”


“Berhenti panggil kakak, lo itu cuman adik angkat gue!” kesal Rafi


Yah kedua makhluk yang sama-sama menyukai Rasya itu adalah saudara angkat satu sama lain, singkat cerita waktu Rafi umur satu tahun ibunya meninggal karena ayahnya tidak ingin Rafi merasakan kurang kasih sayang akhirnya beliau menikah lagi dengan seorang janda yang memiliki satu anak namun beberapa tahun kemudian ibu keduanya meninggal karena sakit yang di deritanya, ibu Bara sangat baik dan saat tau ibu pengantinya meninggal lagi Rafi dan Bara keduanya sama-sama sedih dan akhirnya ayah mereka memilih menikah lagi dengan seorang janda muda yang memiliki satu anak wanita. Ibu ketiganya itu memang baik tapi hanya saat di depan ayahnya dan saat tidak ada sang ayah Rafi dan Bara sering sekali di perlakukan kasar. Masih ingatkan saat Rafi membeli nasi goreng di restoran Rasya? yah itulah adiknya yang suka memerintah tanpa peduli perasaannya sedikitpun.


“Terserah kau sajalah kak!” jawab Bara sambil melangkah pergi meninggalkan Rafi


Setelah kepergian Bara, Rafi hanya memikirkan perkataan adiknya tadi selama di perjalanan. Setibanya di sekolah dia langsung berlari menuju kelasnya Rasya namun dia tidak menemukan gadis itu bahkan tas milik Rasya pun tak ada di tempat duduknya. Karena panik akhirnya dia mulai mencari kesetiap kelas dan tempat siapa tau gadis itu sedang bersembunyi darinya karena sedang merokok dan tidak ingin di marahi Rafi.


Kurang lebih ia mencari Rasya namun tidak menemukan apapun, dia pun memilih kembali ke kelas dan mengikuti pelajaran dengan tenang.


*******


SEMINGGU KEMUDIAN


Seminggu berlalu kehidupan Rafi kembali seperti biasa dia dingin, tidak pernah peduli pada orang sekitar, suka marah saat di dekati wanita lain dan bahkan sering melamun karena memikirkan seorang Rasya yang tiba-tiba pergi meninggalkannya.

__ADS_1


Saat ini dia sedang berada di toilet duduk termenung diatas closed, ia memikirkan Rasya walaupun caranya tidak elite karena memikirkan seorang wanita di kamar mandi, tapi bukan seperti itu sebenarnya dia sedang sakit perut dan saat berjuang di kamar mandi ia tiba-tiba mengingat kejadian dimana Rasya sedang mengerjainya bahkan menunggu gadis itu berjam-jam yang sedang berjuang dikamar mandi.


Saat ingin pergi dari sana tiba-tiba ia mendengar seseorang masuk kedalam sambil menyebutkan nama Rasya, suara itu terdengar begitu familiar baginya. Itu adalah suara adiknya Bara yang sedang mengobrol dengan wanita yaitu Rasya.


Kenapa Rasya menelfon Bara sedangkan aku tidak di peduliin sama sekali, sebenarnya dia kemana? -batin Rafi


“Ada apa?” tanya sang penelfon itu adalah Rasya


“Kenapa gak bales chat dan angkat telfon gua?” tanya Bara terdengar rada kesal suaranya


Rafi yang masih di dalam toilet pun akhirnya memilih tetap diam sambil mendengarkan penjelasan Rasya yang kenapa tiba-tiba menghilang.


“Gak penting, ini gua telfon elo juga karena ada telfon dari Andhika yang mungkin saja ada yang penting tapi pas gua angkat taunya gak penting banget bangsat!”


Bara berdecak pelan “Ck, penting tau gua tuh lagi mau mulai penyelidikan tapi elo tiba-tiba ilang. Sekarang dimana sih?”


“Kerjain sendiri jangan bawa-bawa gue itu semua juga karena elo anjing, btw saat ini lagi di Korea pas liburan kesini gih!”


“Korea? lo kenapa sih Sya kesana?” tanya Bara panjang lebar


Rasya pun menjelaskan apa tujuannya berada di Korea, setelah berjam-jam mendengarkan penjelasan Rasya Akhirnya Bara kembali ke kelas 11 IPS. tak lama setelah kepergian Bara, Rafi pun keluar dengan raut wajah bingung karena tidak begitu jelas dengan maksud dari Rasya karena tadi tiba-tiba mereka menggunakan bahasa Korea, tapi yang ia pahami hanya keberadaan Rasya di Korea, hilangnya Rasya hanya karena ingin menenangkan diri darinya, dan soal penyelidikan tadi sempat ia dengar namun tidak begitu paham maksudnya.


Dengan langkah bingung Rafi menuju kelasnya lalu mengikuti pelajaran dengan perasaan yang tidak tenang dan pikiran nya berada di luar. Karena itu ia sering di hukum karena semakin hari sifat seorang Rafi yang terkenal pintar kini nilainya semakin turun.


Bara yang tau kakaknya setiap hari hanya melamun dan menderita akhirnya memberikan alamat Rasya di Korea tapi meskipun Rafi tau dia tidak bisa berangkat karena tidak memiliki uang akhirnya ia tunda sampai beberapa tahun kemudian setelah ia sukses dan mendapat banyak uang.

__ADS_1


JANGAN LUPA VOTE, LIKE DAN KOMEN.....


__ADS_2