
**INSTAGRAM: ROSAKAWAHARA
3 jam kemudian
Setelah acara makan siang serta sholat mereke bertiga memasuki ruang vip yang dimana tempat itu terdapat Rasya yang masih dalam keadaan koma. mereka duduk di kursi ngobrol santai beberapa menit kemudian Bara memberi tahu pada Rafi alasannya kesini ia juga memberi tahu siapa ayah dari anak Rasya, awalnya Rafi tidak percaya dengan yang di katakan Sang adik sampai akhirnya Bara menunjukkan rekaman suara dari adik dan ibu angkat mereka, saat mendengar Rafi memang mengerti namun hatinya tidak bisa menerima kenyataannya. Tak lupa Bara memberitahu Rafi video nya saat memasuki kamar yang ia sewa untuk Rasya. Rafi tidak percaya karena ia tidak ingat dengan kejadian dulu menurut Rafi itu video palsu mungkin seseorang yang mirip dengannya lah yang melakukan hal tersebut atau itu juga termasuk rencana ibu tirinya yang tidak berhasil membunuhnya jadi dia memilih mencari seseorang yang mirip membuat kesalahan yang di mana nama Rafi akan terkenal jelek di masayarakat sehingga ia tidak menjadi pewaris sah. Aldo yang melihat raut wajah Rafi seperti itu akhirnya ia memberi usulan untuk menyuruh Rafi melakukan tes DNA agar semuanya percaya bahwa anak yang Rasya lahirkan adalah hasil buah cinta keduanya karena menurut Aldo sendiri Ival sangat mirip dengan Rafi.
"Raf lakukan res DNA karena menurut gua Ival memang anakmu kalian bahkan mirip!” usul Aldo yang akhirnya bersuara tentang fakta setelah sekian lama ia memendamnya
Rafi terdiam lalu ia mendekati Rasya ia ingin melihat sekali lagi Rasya yang tersenyum bukan melihat tubuh gadis yang ia cintai terbaring lemah diatas ranjang rumah sakit.
Disamping Rasya Rafi menangis sejadi-jadinya ia menyentuh tangan Rasya berharap gadis itu bangun. Sedangkan Bara dan Aldo ikutan menangis menyaksikan cinta yang tulus dari seorang Rafi bahkan mereka melarang dokter masuk dan meminta sang dokter memberikan waktu pada Rafi.
“Sya bangun, ini hari ketiga kamu koma dokter bilang kalo kamu belum sadar maka kesempatan hidupmu tidak ada lagi setidaknya buka matamu sebentar Sya agar dokter bisa memeriksa lebih detail, setelah itu jika kamu koma lagi selama beberapa bulan aku nyerah Sya tapi aku saat ini tidak akan nyerah aku harap kamu baik-baik saja semoga Allah mengabulkan doaku agar aku bisa menebus kesalahan ku padamu Sya!”
“Kamu sudah janjikan Sya bakal ada di sisiku, ayo Sya bangun!”
“Kamu bilang cinta kan Sya mangkanya bangun!”
“Aku nerima kamu apa adanya Sya, dan maaf aku yang telah merebut masa depanmu bahkan aku tak pernah tau kalo Ival anak ku juga tapi sekarang aku sudah tau Sya mangkanya tolong bangun ayo kita rawat Ival bersama-sama Sya!”
“Rasya buka matamu Sya jangan bikin aku sedih aku gak mau kehilangan kamu Sya!”
“Kamu kuat ayo Sya buka matamu aku rindu kamu tersenyum bahkan aku juga rindu memarahimu saat kamu merokok Sya!”
“Rasya!” teriak Rafi cukup keras sambil menggoyangkan tubuh Rasya
“Rasya bangun Sya!”
“Rasya maafin aku!” ujar Rafi lirih tetap dengan keadaan memeluk Rasya
Saat itu memang menyedihkan bagi Rafi bahkan yang membuatnya sedih adalah ketika detak jantung Rasya berhenti. Dokter pun langsung masuk dan memeriksanya dan menyuruh Rafi keluar.
Saat dokter selesai memeriksa keadaan Rasya. Sang dokter keluar dan langsung memberikan hal buruk pada Aldo, Bara, Rafi karena mereka mendapatkan kabar yang menyedihkan saat itu pun nyawa Rasya tidak tertolong. Rafi kembali masuk karena ia yakin bahwa Rasya itu kuat dan tidak akan menyerah begitu saja pada hidupnya hanya karena tertabrak mobil.
“Rasya jangan tinggalin aku sama anak kita Sya!” Rafi memeluk tubuh gadis itu dan menangis sejadi-jadinya
__ADS_1
“Kak sudah kasian Rasya biarkan dia tenang disana!” ujar Bara berlinang air mata ia berusaha menenangkan kakaknya
“Enggak bisa, Rasya harus hidup dek aku baru tau kebenarannya dan kita harus balas dendam hidup Rasya selama ini menderita apalagi setelah melahirkan anakku aku tidak ingin dia menderita lagi jadi aku harap dia bangun!”
Rafi kembali bersedih sambil memeluk Rasya saat itu pun ia merasakan sesuatu yang mengelus kepalanya, Aldo dan Bara hanya tersenyum sambil menangis haru termasuk sang dokter. Yah karena Rasya masih hidup mungkin ia di takdirkan harus menyelesaikan masalah dalam hidupnya dan merasakan bahagia terlebih dahulu.
Rafi terdiam lalu melepaskan pelukannya ia menatap Rasya sambil tersenyum namun gadis itu hanya terdiam saja!”
“Kamu siapa?” tanya Rasya dengan muka yang bingung “Aku ada dimana?” sambungnya bertanya
“Aku Rafi Sya kamu lupa sama aku?” tanya balik Rafi
“Aku tidak ingat apapun kalian siapa?”
“Aku siapa, dimana aku?”
Rafi menatap sang dokter, dokter Vicky pun menjelaskan kenapa Rasya lupa ingatan mungkin terjadi saat kecelakaan ataupun lupa karena terlalu lama dalam keadaan koma. Rafi paham dia lebih memilih keluar karena jika di jelaskan juga kasihan Rasya jika ingatannya di paksakan. Saat keluar ia langsung menuju kantin rumah sakit, Rafi berjalan sambil menangis ia bingung harus berbuat apa. Tetapi saat ingin menekan tombol lift tiba-tiba seseorang memeluknya dari belakang bingung ia ingin melepaskan pelukan itu tapi ia urungkan karena mendengar suara yang tak asing baginya.
“Kamu jangan pergi dulu, apa kamu tau berlari sambil menangis itu bisa melihat jalan dengan jelas enggak? tau” ujar Rasya sambil menangis air matanya berjatuhan dengan deras
Rafi tersenyum “Aku tidak akan pergi karena kamu adalah ibu dari anakku dan aku juga akan bertanggungjawab!”
“Tapi kamu tidak lupa ingatan?” Rasya mengeleng
“Tidak aku tadi berniat mengusirmu karena aku takut saat itu karena kau sudah tau identitasku!”
“Aku menerimamu apa adanya Sya tapi karena aku yang sudah merebut masa depanmu yah sudahlah untung hanya aku bukan Aldo dan Bara!” Rafi tersenyum lalu membisikkan sesuatu yang membuat Rasya tersipu malu "Cepet sembuh sayang setelah itu kita honeymoon yuk"
“Ih mesum!” Rasya memeluk Rafi erat menyembunyikan mukanya pada tubuh Rafi
“Hehehe, jadi kita kapan balik ke Indonesia?”
“Sekolah udah un?”
“Enggak seminggu lagi apa kita tetap disini selama selesai un?” Rasya mengangguk kalo dipikir bakal rugi juga toh hanya kurang satu minggu untuk un malah pindah sekolah lagi
__ADS_1
Rafi langsung setuju mereka berempat termasuk Aldo dan Bara langsung kerumah Aldo mereka berniat belajar dan melakukan rencana untuk bales dendam pada adik-adik mereka. Saat perjalanan Rasya sempat bertanya siapa yang nanggung biaya rumah sakit karena ia akan menganti namun ternyata kata Aldo untuk uangnya tidak perlu karena ia menyumbang sedikit begitu juga Bara sedangkan sisanya di tanggung Rafi.
“Berapa Raf?”
“Tidak usah anggap saja sebagai membiayai rumah sakit istriku!”
“Tapi nanti orang tuamu marah!”
“Uangnya hasil dari kerja di lestoran Aldo mengantikan mu aku juga kerja part time waktu wekend kadang juga dengan mengerjakan pr teman-teman!”
“Serius?” Rafi mengangguk
Rasya menangis mendengar Rafi menderita karenanya, Rafi dengan tersenyum lalu memeluk gadis tercintanya ia mengatakan hal yang bisa membuat Rasya berhenti menangis.
"Aku akan melakukan apapun yang penting anak dan istriku nanti makan dari hasil uang yang halal!”
Rasya tersenyum “Emangnya aku sudah menjadi istrimu?”
“Kalo sudah di Indonesia ayo?”
“Apa?”
“Menikah denganku Rasya Wijaya!” Rasya mengangguk setuju
Bara dan Aldo hanya tersenyum dalam hati keduanya iri melihat cinta yang begitu tulus, bahkan mereka juga berharap mendapatkan pacar. Rasya yang melihat kondisi keduanya tersenyum langsung mulai bicara.
“Tenang aja aku punya teman yang jomblo dan baik nanti aku kenalkan!”
"Terimakasih Rasya!” jawab Aldo tetap sibuk menyetir
"Nah gitu dong Sya" jawab Bara semangat
Tak lama mereka pun tiba di rumah Aldo semuanya sibuk dalam aktivitas masing-masing seperti main ps, membaca dan mengurus anak, barang-barang di rumah Rasya sudah di pindahkan kerumah Aldo karena waktu itu si Aldo kasihan melihat Rafi yang bolak-balik kerumah sakit dan kerja yang tempat nya cukup jauh.
Jangan lupa vote and komentar!
__ADS_1