TEKAD

TEKAD
13. TUJUAN


__ADS_3

Setibanya di Korea Rasya langsung ke rumah yang baru saja dia beli, rumah yang cukup sederhana walaupun tak sebesar rumahnya dulu tapi asalkan dia dan anaknya bisa tinggal dengan layak ia sudah cukup bersyukur.


Rasya melangkahkan kakinya menuju rumah tersebut lalu membersihkannya dan menata ulang rumah yang akan dia tinggali selama lima tahun kedepan, selesai membersihkan rumah ia mulai mencari pembantu, pekerjaan dan mencari sekolah yang cocok untuknya. Saat ini Rasya berada di salah satu toko makan yang ternama di Korea dan saat ingin masuk tiba-tiba seseorang memanggilnya, dengan rasa penasaran ia membalikan badan jangan bertanya Ival berada di mana? sementara ini anaknya ia titipkan pada tetangganya agar lebih mudah mencari kerja. Ketika berhasil membalikkan tubuhnya ia kaget melihat cowok di depannya.


“Lha kan bener Rasya ngapain lo disini?”


“Aldo?” kata Rasya tak percaya


“Iya ini gue cowok paling ganteng sedunia!” jawab Aldo alay tapi jujur dia emang ganteng


“Hmm, gue lagi kerja jadi ini restoran lo?” menatap takjub di sekitarnya


Aldo menghembuskan nafasnya kasar, bukan itu yang ia ingin dengar tapi ia ingin dengar ada urusan apa seorang Rasya jauh-jauh dari Indonesia ke Korea.


“Maksudnya lo ngapain di Korea!”


“Do, gue ada masalah jadi gue pengen nenangin diri disini selama lima tahun kedepan mungkin!”


“Hmm, jadi lo mau cari kerja gitu sekarang?. Untuk biaya hidup lo dan Ival?” Rasya mengangguk


Sosok Aldo bagaikan seorang saudara bagi Rasya dia selalu menolongnya saat kesusahan, pernah bantuin nganter kerumah sakit saat dia mau lahiran, bahkan Aldo sangat tau seluk beluk kehidupan Rasya seperti apa, dan dia juga tau kalo orang tua gadis itu tidak menganggap Rasya anaknya, miris, kasihan itulah kenapa Aldo sangat baik padanya ia bahkan membayangkan bagaimana jika hidupnya seperti Rasya mungkin dia sudah tidak sanggup hidup.


“Iya, buat makan sama beli susu buat Ival!”


“Kenapa beli, bukannya minum air asi ibunya aja?”

__ADS_1


“Gue masih sma gak mungkin dong harus kasih asi Ival tapi kadang-kadang juga sih gue kasih dia asi!”


“Yaudah lo kerja disini besok!” ujar Aldo membuat Rasya tersenyum bahagia


Aldo memiliki status sama seperti Rasya dia adalah anak dari orang kaya jadi dia akan menjadi ahli waris dari keluarganya maka tak heran jika seorang Aldo sudah sukses sejak muda itu karena agar nanti kedepannya dia tidak akan kaget kedepannya jika seluruh perusahaan akan ia pegang sendiri, Aldo memang beruntung tidak seperti Rasya yang harus tinggal sendiri tidak dapat warisan karena tak di anggap anak dan dia juga harus berjuang sendirian dari bawah hingga sukses sampai seperti ini namun kesuksesan itu harus ia tinggalkan karena kedatangan Rafi dalam hidupnya.


Rasya kenal Aldo karena cita-cita tuh cowok yang pengen jadi chef saat curhat di acara pesta beberapa tahun lalu, karena Rasya terkenal pemilik restoran terkenal di Indonesia jadi keduanya saling bertukar informasi seperti memasak ataupun berbisnis. Pertemuan pertama mereka memang singkat namun hari-hari kemudian semakin dekat Aldo juga tau tentang siapa sebenarnya Rasya, dia juga pernah mengantarkan gadis itu kerumah sakit saat ingin melahirkan, dan beberapa bulan setelah melahirkan kedekatan mereka pudar karena kabarnya Rasya gila setelah di tinggal pacarnya dan hanya meninggalkan Ival sebelum mereka menikah, saat itu Aldo juga ingin menikahi Rasya ia rela mengantikan figur seorang ayah untuk Ival namun semua itu sirna karena dia harus balik ke Korea saat itu juga demi melanjutkan sekolahnya sebagai seorang chef.


“Serius gue bisa kerja disini?”


“Yah karena lo udah gue anggap seperti saudara jadi mulai besok sepulang sekolah lo boleh kerja dan soal Ival biar pembantu gue aja yang jagain, jadi besok pagi-pagi banget gue jemput lo dan kita bawa Ival kerumah lo Sya!”


“Terimakasih”


“Iya, sekarang lo mau pulang apa kita jalan-jalan dulu?” ajak Aldo namun Rasya mengenggeleng yang berarti dia tidak mau kemana-mana


Cowok itu pun mengangguk paham, lalu dia memilih mengantarkan Rasya pulang alasannya karena hari sudah malam tidak baik seorang wanita keluar sendirian. Tak lama mobil yang mereka tumpangi berhenti tepat di depan rumah Rasya, Aldo dia sangat kaget melihat rumah Rasya yang saat ini bayangkan saja saat di Indonesia hidup Rasya sangat berlimpah harta namun sekarang saat di Korea dia malah harus berjuang lagi dari awal, Aldo juga yakin bahwa harta Rasya yang ada di Indonesia masih banyak lalu kenapa tuh gadis tidak membawanya saja?. Sebenarnya ada masalah apalagi pada diri Rasya itulah yang membuat sosok Aldo penasaran hingga saat ini, mungkin saja Rasya saat ini bisa di bilang tidak baik-baik saja.


“Gue balik dulu Sya, besok pagi gue jemput sekalian bawa Ival kerumah gue” pamit Aldo sambil tersenyum ramah


“Eh kalo orang tua lo malah nganggep Ival anak kita gimana yang ada lo bisa di coret dari kk!” kata Rasya dia takut jika dihina ******, pelacur atapun gadis yang cuma mau harta Aldo saja


“Mereka udah kenal kamu Sya, kalo pun orang tuaku minta kita nikah yaudah ayo!” jawab Aldo enteng


“Ayo apaan?” tanya Rasya benar-benar bingung

__ADS_1


“Ayo nikah!”


“Nikah tuh sekali bagi hidup gue Do, lo jangan main-main dah!” jawab Rasya serius


“Sya selama ini gue serius suka sama lo, tapi karena keadaan yang bikin kita terpisah gue milih berusaha lupain lo, tapi pas gue udah hampir move on kenapa lo balik lagi?” jawab Aldo sedih


Rasya tersenyum miris “Lo bercanda kan Do, plis jawab jujur gue cuman anggap kalo ini semua hanya prank!”


“Lo pikir-pikir aja dulu, kalo gitu gue balik dulu gue harap lo segera mungkin ambil keputusan bagaimana pun Ival akan segera dewasa dia pasti butuh figur seorang ayah!” jawab Aldo lalu berjalan memasuki mobil dan tak lama mobil tersebut akhirnya hilang dari hadapannya


Setelah kepergian Aldo Rasya langsung menuju rumah tetangganya untuk menjemput Ival, untungnya orang yang dia titipi itu anak kuliahan jadi ia tak akan takut dihina orang-orang sekitar. Dan untungnya juga Ival masih bayi jadi orang itu bisa belajar dengan tenang tanpa memikirkan Ival yang bisa-bisa membuatnya sulit mengerjakan tugas.


“Terimakasih kak!”


“Sama-sama, kakak juga yang harusnya bilang gitu apalagi udah di bawain segini banyaknya makanan!” yah saat perjalanan pulang gadis ini memilih untuk membelikan cemilan yang cocok untuk anak kuliahan


"Sama-sama Kak kami permisi dulu!”


"Iya!” jawabnya ramah


Setibanya Rasya di rumah miliknya dia langsung meletakkan Ival di ranjang kemudian dia menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah mandi dan menganti pakaian dia memilih langsung tidur hari ini dia sama sekali tak membuka handphonenya karena malas apalagi jika ada chat masuk dari Rafi.


********


**JANGAN LUPA VOTE AND KOMEN!

__ADS_1


INSTAGRAM: ROSAKAWAHARA**


__ADS_2