TEKAD

TEKAD
08. HUKUMAN


__ADS_3

“Hei buka matamu cepat bersihkan gudangnya!” ntah apa kesalahanku kenapa tiba-tiba di hukum


Rasya perlahan membuka matanya, lalu menatap Rafi kesal apalagi cowok di hadapannya itu menyuruhnya membersihkan gudang sendirian, tapi akhirnya Rasya menurut agar gadis itu bisa secepatnya pisah dari Rafi dan kembali ke kelasnya.


Ia membersihkan sendirian dengan semangat, satu jam berlalu dengan cepat akhinya dia selesai lalu kembali ke kelas tanpa peduli Rafi terus-menerus memanggilnya yang terpenting bagi Rasya saat ini adalah kabur.


Saat di kelas ia pun mengikuti pelajaran dengan tenang walaupun pikirannya masih memikirkan Bara, walaupun hampir setahun kepergian Bara tapi ia masih tetap ingat jelas kebersamaannya. Seandainya saja waktu bisa di putar kembali mungkin Rasya ingin merubah semuanya kasih sayang orang tua, Bara tetap di sisinya, dan kelahiran Ival setelah ia benar-benar menikah tapi itu semua tidak mungkin ini semua sudah terjadi di dalam takdirnya.


“Kau tidak apa?” tanya Diki setengah berbisik dia teman sebangku Rasya


“Iya!” jawab Rasya


Setelah mengucapkan hal itu ia memilih menenggelamkan kepalanya di atas meja ia benar-benar ngantuk, dan seperti biasa jika ia tidur di kelas lagi-lagi guru pengajar akan marah memberikan hukuman padanya. Rasya pun dihukum berkeliling lapangan banyak murid-murid yang sudah bosan melihatnya kena hukuman. Selesai berlari ia beristirahat di bawah pohon lalu tiba-tiba ada segerombolan cowok datang menghampirinya memberikan Rasya rokok dengan senang hati Rasya pun menerimanya.


“Makasih!” jawab Rasya sambil menghisap rokoknya


“Yoi, mau ikut dugem nanti malam?” tanya Jamal


"“Hmm oke deh!” jawab Rasya senang


"Temu lokasi" Jamal pun pergi menuju kantin dia tipe cowok yang cuek tapi aslinya baik


Lalu Rasya mengisap rokoknya sekali lagi, tapi saat ingin menyesapnya tiba-tiba Rafi datang merebut Rokok di tangan Rasya lalu mematikannya dengan memakai tangan melihat hal itu Rasya membulatkan mata tak percaya apa tuh anak tidak kesakitan.


Setelah mematikan rokoknya Rafi menatap Rasya kesal yang di tatap langsung berlari menuju kelas tanpa peduli keadaan Rafi yang mungkin saja kesakitan.


******


Rafi pov on


Setelah menghukum Rasya, Rafi sedang sibuk di urusan osis dan saat selesai ia melihat Rasya yang lagi dihukum, Rafi pun menghampirinya melihat Rasya yang merokok dia benar-benar kesal. Rafi merebut rokok tersebut lalu mematikan dengan tangannya tidak peduli panas ataupun sakit hatinya benar-benar kesal melihat Rasya yang susah sekali di atur apalagi saat tuh gadis dalam keadaan marah Rafi semakin frustasi.


“Sya tunggu!” teriaknya berkali-kali tapi tidak di pedulikan sama sekali

__ADS_1


Bahkan Rasya memilih meningalkannya, dengan perasaan yang sedih ia kembali ke kelas dan mengikuti pelajaran.


Ketika jam istirahat ia bertemu Rasya saat memanggilnya lagi-lagi di cuekin akhirnya ia pasrah dan memilih makan lalu kembali ke kelas. Kali ini hatinya bimbang apakah ia sudah merasakan jatuh cinta pada Rasya tapi pikirannya tidak mau bilang iya yang ada ia hanya ingin melihat Rasya berubah menjadi wanita yang lebih baik karena Rafi pun tau jika Rasya sebenarnya tidak seburuk itu.


Gadis itu berubah mungkin karena tekanan hidupnya yang benar-benar sulit di mengerti. Apalagi Rafi tau jika kenyataan bahwa Rasya tak di inginkan bagi keluarganya ia ingin sekali menangis.


“Kenapa bro sedih keknya!” tanya Putra teman sebangku nya


“Enggak kok yuk balik udah kenyang gue!” jawab Rafi


Ia berjalan menuju kelasnya dan lagi-lagi bertemu Rasya yang sedang merokok di tangga, dengan kesal ia merebutnya lalu memarahi Rasya dan membuat seluruh murid memperhatikan mereka.


“Aku udah bilang kan kamu jangan merokok lagi!”


“Terus kenapa suka-suka gue dong!” jawab Rasya songong


“Kamu di bilangin juga ngeyel banget sih!” kata Rafi sambil mengepalkan tangannya


“Rasya!” bentak balik Rafi emosinya memuncak yang berarti cowok ini sedang marah


“Apa mau tampar gue silahkan” tantang Rasya tuh anak makin melunjak


Plak


Rafi berhasil menampar Rasya keras membuat orang-orang di sekitar tak percaya. Sedangkan yang di tampar hanya diam mungkin menahan sakit bahkan pipi mulusnya kini menjadi merah.


“Sya maaf!” ucap Rafi penuh penyesalan


“Gue gak butuh maaf lo!” jawab Rasya berlalu pergi meninggalkan Rafi


Harusnya gak gitu, Sya maafin gue aku cuman pingin kamu berubah kenapa susah banget buat ngatur hidupmu Sya? -batin Rafi yang juga berlalu menuju kelasnya


Tak lama bel masuk dan pelajaran di mulai dengan tenang namun karena ia melamun akhirnya di hukum oleh guru, saat di hukum lagi-lagi ia melihat Rasya namun kali ini gadis itu sedang di hukum berdiri di tiang bendera.

__ADS_1


Selesai berlari Rafi menuju Rasya untuk minta maaf namun gadis itu tetap cuek. Karena ia menganggu Rasya yang sedang di hukum ia pun juga ikutan kena hukum padahal baru saja berdiri di samping Rasya sudah kena masalah.


“Lo ngapain sih gangguin gue mulu!” ucap Rasya membuat Rafi senang akhirnya dia mau berbicara


“Aku gak gangguin kamu kok cuman di hukum aja gara-gara melamun dan gara-gara mau minta maaf malah kena hukum!” jawabku


“Serah lu!”


Jawaban Rasya singkat kemudian tuh anak kembali diam lama-lama semakin diam dan akhirnya pingsan untung aja gue nangkep dia kalau enggak bisa bahaya kan? yang ada kalo ia kesakitan aku lagi yang kena marah pasti gak akan mau lagi ngomong sama aku benar-benar merepotkan. Rafi pun akhirnya membawa Rasya ke uks tak lama kemudian gadis itu bangun dengan keadaan lemah mungkin efek kepanasan.


Terlihat Rasya menatap Rafi kesal


“Makasih!” ucapnya


“Kamu gak marah lagi kan Sya?”


“Masih, lo pikir maafin kelakuan lo itu gampang apa?”


“Sya marahan lebih dari tiga hari itu gak boleh dosa lho ntar!” kata Rafi mengingatkan Rasya


“Iya udah gue maafin!” jawabnya singkat lalu melangkah pergi


Walaupun udah gak marah tapi tetap aja bikin kesal apalagi tanpa pamit dasar Rasya, tapi walaupun begitu tuh anak menarik membuatku penasaran aku akhirnya memilih tanya ke orang-orang soal Rasya tapi mereka tidak ada yang tau, ada beberapa yang tau tapi mereka mengatakan hal yang yah begitulah pada bilang kalo Rasya itu pernah gila aku sih gak percaya mana mungkin gadis itu pernah gila aku tanya penyebabnya tidak ada yang tau kan aneh, apa mereka hanya ingin menyebarkan aib seorang bad girls sekolah ini?.


Kau memang menarik Sya -batin Rafi akhirnya pasrah dan ia kembali ke kelasnya meskipun dalam keadaan yang bingung


Saat di kelas banyak yang nanya kenapa aku dihukum tapi aku hanya menjawab tidak apa-apa.


Jangan lupa vote and koment!


Instagram: RosaKawahara


Thanks for reading see you next time!!!

__ADS_1


__ADS_2