TEKAD

TEKAD
05. TENTANG HIDUP RASYA


__ADS_3

Sepulang sekolah Rasya sedang menunggu Rafi yang ternyata kelasnya mendapatkan hukuman gara-gara salah satu murid membuat guru marah jadi satu kelas yang di hukum. Sekitar lima belas menit kemudian dia datang membuat Rasya senang jadi dia tidak perlu berlama-lama di parkiran yang sudah mulai sepi.


“Mau pulang langsung?” tanya Rafi


“Cari makan dulu deh!”


“Oke!”


Rafi pun melajukan motornya ke sebuah warung pingir jalanan membuat Rasya bingung karena sejak kecil dia tidak pernah makan-makanan pinggiran. Melihat Rasya diam saja membuat Rafi mulai bersuara dan meyakinkannya jika makanan pinggiran enak seperti restoran pada umumnya.


Setelah memesan bakso keduanya duduk di tempat yang paling pojok, saat menikmati makanannya tiba-tiba saja datang seseorang yang membuat Rasya terdiam apalagi dirinya harus di hina di depan umum. Apalagi Rafi yang mendengarkan fakta tersebut malah bingung dia ingin menolong namun tiba-tiba saja Rasya meninju orang di depannya.


Bguh


Satu pukulan maut tepat mendarat di perut orang itu tetapi orang yang dipukul tidak merasakan sakit apapun karena tenaga yang seorang wanita tidak akan sangup melawan cowok di hadapannya.


“Tapi gue gak merasa sakit tuh!” mengejek Rasya


“Ternyata tetap sama aja gak berguna pantes bokap nyokap ngebuang elo!”


“Duh kasihan sekali hidup enak malah sekarang kayak gini miris sekali!”


Hina cowok dihadapannya terus menerus Rasya ingin menghajarnya lagi namun Rafi melarangnya dia bilang perbuatan jahat tidak perlu dibalas jahat. Mendengar penjelasan Rafi, Rasya mengangguk paham dan lebih memilih pergi dari tempat itu.


Kali ini Rafi mengajak Rasya kesebuah danau yang tak jauh dari tempat tadi, saat di danau mereka menaiki sebuah kapal menikmati indahnya pemandangan, merasakan suasana yang begitu tenang membuat Rasya melupakan semua unek-unek dalam pikirannya.

__ADS_1


“Tadi itu siapa?” tanya Rafi tetap mendayung perahunya


“Adik gue!” jawab Rasya menatap air danau


“Kamu punya masalah keluarga?” tanya Rafi lagi


“Yah begitulah entah apa salah gue sampai-sampai bokap nyokap gitu amat”


“Hidup gue tuh ibarat daun yang berlebih gak akan pernah ternilai dan lebih baik dibuang!”


“Kamu gak boleh ngomong gitu!”


Rasya tersenyum “Yah aku awalnya berpikir mungkin karena orang tua gue sibuk mangkanya sejak kecil gak pernah dapat kasih sayang tapi pas Dony lahir mereka semakin gak pernah peduli!”


“Gue selalu berusaha jadi yang terbaik selalu berusaha mendapatkan rangking satu, menangin lomba tapi apa mereka sama sekali tidak peduli!”


“Kesedihan itu membuat gue jadi berubah gue minum, ngerokok, bahkan ikutan balapan liar sampai saat ada seseorang yang datang membuat hidup gue lebih berwarna!”


Rafi mendengarkan curhatan Rasya dengan serius bahkan dia juga ikutan sedih setelah tau fakta dari seorang Rasya yang terkenal badgrils ternyata punya sisi lemah yang Rafi yakini orang-orang tidak akan tau.


“Gue seneng dia selalu ada saat gue kesusahan tapi saat gue pikir penderitaan gue akan berhenti saat dia datang itu semua salah, takdir berkata lain dan Tuhan membuatku kehilangan dia untuk selamanya!”


Rasya menangis dan menenggelamkan kepalanya di kedua lututnya dia sangat malu mengatakan hal itu pada orang lain padahal selama ini dia tidak pernah curhat pada orang lain bahkan kedua temannya itu tau penderitanya saat ngerti Rasya hamil anak Bara, malahan Ziu dan Kinar sendiri yang memahami situasinya.


“Jika lelah, berhentilah sejenak meluruskan kaki, mengatur napas, mempersiapkan kembali bekal, atau menengok sebentar kebelakang tentang apa-apa yang sudah terlewati apa-apa yang sudah ikhlas di tinggalkan, dan apa-apa yang mesti harus di perbaiki, jalan masih panjang. Istirahat sebentar tak mengapa asal jangan terlena sebab tujuanmu ada di depan kamu harus terus bergerak maju bukannya terpukau melihat masa lalu!”

__ADS_1


“Kau tidak akan pernah ngerti rasanya jadi gue Raf!”


“Sya kamu itu cewek yang tanguh gak pernah nyerah selalu berkorban buat mereka yang sama sekali gak peduli sama diri lo gue tau itu Sya!”


“Lo sama sekali gak berhak untuk menilai gue hanya karena lo mandang gue sebelah mata, lo hanya tau seperempat dari hidup gue bukan seluruhnya!”


“Maka dari itu Sya ijinin aku buat ngertiin kamu aku ingin menjadi bagian yang terpenting buatmu Sya!”


“Gue mau pulang cepat bawa perahunya balik atau gue nyebur biar biar cepet sampai!”


Mendengar ancaman dari Rasya, Rafi langsung mendayung kembali perahunya ke arah daratan, setibanya di daratan Rasya langsung pergi meninggalkan Rafi ia kesal karena entah kenapa sikap cowok itu berubah menjadi aneh. Rasya tidak masalah jika jatuh cinta lagi namun dia masih belum move on pada kematian Bara.


Saat Rafi ingin mengejar Rasya ternyata gadis itu sudah terlebih dahulu pulang mengunakan taxi. Tanpa berniat kembali mengejar Rafi memutuskan untuk pulang ke rumahnya.


********


Setibanya Rasya di dirumah dia langsung mandi dan bermain dengan anaknya yang ternyata sudah bangun, melihat hal itu membuat Rasya bahagia. Ia menjaga anaknya bersama Andika anak dari bi Leha yang saat ini sedang belajar karena akan memasuki sekolah saat kenaikan kelas. Nantinya Andika akan langsung masuk ke kelas dua walaupun dia terlambat satu tahun alasannya agar tidak dihina teman-temannya nanti maka dari itu Andika harus memahami seluruh materi dari kelas satu dan dua.


Saat malam harinya Rasya pun memutuskan kembali ke kamarnya karena dia sudah lelah, kali ini dia lagi-lagi tidur dengan anaknya bahkan ranjang bayi milik Ival tadi sudah dipindahkan oleh Andika. Rasya ingin tidur dengan anaknya sampai saat Ival besar nanti dan entah apa yang terjadi pada masa depan anaknya. Apakah dia akan di hina orang-orang karena tidak memiliki ayah atau bahkan karena dia dihina karena anak dari luar nikah? benar-benar menyedihkan jika sampai hal itu terjadi entah apa yang akan ia lakukan.


“Kamu harus jadi laki-laki yang kuat ya nak!” ujar Rasya sambil meletakkan anaknya pada box bayi


“Mama akan selalu sayang kamu mangkanya cepat besar ya nak!” mengelus pipi Ival dengan lembut


Selesai meletakkan anaknya dia berjalan pada ranjang miliknya yang berukuran besar, Rasya membaringkan tubuhnya lalu memejamkan matanya namun sayang karena teringat ucapan Rafi tadi dia susah tidur sampai akhirnya dia memutuskan untuk berendam di air hangat setelah itu ia belajar dengan tujuan agar ngantuk. Ketika pukul sepuluh malam rasa kantuk pun datang Rasya langsung berjalan ke ranjang kemudian tidur dengan pulas.

__ADS_1


Jangan lupa vote and komen!


Instagram:  rosakawahara


__ADS_2