TEKAD

TEKAD
03. PERTOLONGAN


__ADS_3

Ke esokan paginya Rasya berangkat ke sekolah dengan motor ninja miliknya, setibanya di sekolah dia langsung menuju kelas lalu tidur sebentar agar nanti saat di lapangan dia tidak tertidur gara-gara mendengar ceramah oleh pembina upacara. Namun sayang baru saja ia memejamkan mata, Danu teman se bangkunya menyuruh dia pergi keluar karena cowok itu ingin tidur mau tidak mau Rasya menurut lagian tuh cowok si raja tidur bahkan lebih parah dari pada Rasya.


Dia pun keluar menghirup udara segar yang ternyata sekolah masih sepih padahal sudah setengah tujuh kurang lima belas menit, gadis itu berjalan-jalan berniat melihat-lihat saat berada di tangga ia mengerutkan alisnya setelah melihat pemandangan di depannya.


“Lo sekolah sini juga?” tanya Rasya sambil menyalakan rokok yang berada di tangannya


Cowok itu mengambil lalu membuangnya ke tempat sampah melihat hal itu Rasya marah bahkan nyaris saja dia mukul cowok di hadapannya, namun niat itu ia batalkan setelah mengingat hari sabtu kemarin sudah membuat masalah dia tidak ingin lagi masuk kedalam ruang Bk yang menurutnya panas.


“Iya aku sekolah sini!”


“Oh kenapa sih lo buang rokok gue?” tanya Rasya yang sudah mengambil rokok baru di dalam kantong seragamnya


Gadis itu setiap hari ke sekolah akan membawa dua buah rokok lalu ia hisap jika merasa bosan dan letih. Cowok itu merebutnya lagi lalu membuang ke tempat sampah.


“Ck, gue lagi pusing malah rokok gue di ambil” gerutu Rasya pelan namun masih bisa di dengar oleh cowok di depannya


“Mangkanya ngaji, sholat jangan mabuk, ngerokok doang bisanya kamu tuh cewek!” ucapnya lalu berlalu pergi


Sebelum pergi cowok itu sempat memberikan dasinya pada Rasya, lalu memasangkannya pada kerah seragam Rasya. Setelah itu dia benar-benar pergi menuju kelasnya. Setelah kepergian cowok itu Rasya sempat melamun sekilas kemudian dia berlari mencari cowok itu namun tidak ada di setiap kelas, tak lama kemudian bel yang menandakan upacara berbunyi Rasya dan teman-temannya menuju lapangan.


Saat di lapangan Rasya sempat melihat cowok penolongnya itu di hukum oleh ketua osis mungkin karena atributnya tidak lengkap, Rasya menatap cowok itu sedih karena saat ini cowok itu terlihat sedang menjalankan skor jam. Karena sibuk melihat itu Rasya bahkan tidak fokus dalam barisan untungnya salah satu temannya mengingatkan.


“Sya ngpain sih, cepet benerin barisan lo!”


“Eh iya, anu Nal itu kenapa sih yang si hukum ketos?” tanyaku pada Naila yang berbaris di depanku


“Atributnya gak lengkap mangkanya di hukum orang mereka osis kok malah memberikan contoh yang jelek!” Rasya mengangguk paham


Ck, kenapa sih dia sering banget nolong gue...  Eh tapi dia anak kelas apa ya? -pikir Rasya sambil memperhatikan suara guru yang masih mengatur barisan


Saat semua barisan sudah rapi, upacara pun di mulai dan saat itu juga Rasya merasakan seseorang yang berdiri di sampingnya. Gadis itu melirik sekilas ternyata dia adalah cowok yang membantunya.

__ADS_1


“Lo ngapain disini?” bisik Rasya pelan


“Barisannya kan kurang, yaudah aku tempati bentar doang kok!” jawabnnya juga pelan


“Nama lo siapa sih?” tanyaku tapi dia tidak peduli aku pun melirik name tagnya **** malah di tutup dong sama dia


“Kepo kamu!” katanya aku pun membulatkan mata malas lebih baik fokus pada upacaranya dari pada di hukum


“Lo kelas ini...?” aku pun mengangguk


“Pantesan!” ucapnya lalu berjalan pergi


Duh dia itu siapa sih bikin kesel aja tau gak! -batinku kesal


Upacaranya sangat lama bahkan membuatku kepanasan, karena tidak sempat sarapan alhasil aku pun pingsan namun untungnya ada seseorang yang menolongku. Sebelum pingsan aku sempat melihat siapa penolongku ternyata dia lagi. Sejam kemudian upacara selesai aku pun tersadar terlihat dia bersandar ditembok dengan melupakan kedua tangannya di dada.


“Gue di mana?” tanyaku karena merasa asing dengan tempat ini


“Makan kamu kan belum sarapan!”


“Enggak suka bubur!” jawabku sambil menggeleng layaknya anak kecil yang tidak mau minum obat


“Makan atau aku cium!” aku mendelik lalu memakan bubur yang di tangannya


Saat ia menyuapiku aku sempat melihat melihat name tagnya sialan njir sekarang malah di tutup lakban gitu amat padahal dia kayaknya udah tau namaku. Selesai makan buburnya dia membantuku minum teh hangat padahal kedua tanganku baik-baik aja tapi entah kenapa dia memperlakukan diriku seperti orang sakit.


Selesai semua dia menyuruhku pergi tapi aku tidak mau karena bosan mengikuti pelajaran yang selalu di ulang gara-gara temen-temen ada yang belum ngerti, Dia pun mengangguk paham dan membiarkanku istirahat disini tapi anehnya dia malah ikutan disini bukannya pergi ke kelas.


“Lo gak balik?”


“Gak ah tadi udah izin jagain murid yang pingsan!” katanya membuatku menaikkan alis sebelah kananku

__ADS_1


“Yaudah serah!” jawabku sambil membaringkan tubuh di atas ranjang lalu memainkan ponsel


Dia merebut ponselku lalu menyimpannya di saku miliknya, aku pun langsung bangun dan meminta dia untuk mengembalikan namun tuh cowok malah bilang kalo udah di sita. Aku menatapnya kesal tapi emang aih ini salahku memainkan ponsel di depan osis bodohnya aku.


“Akan aku balikin nanti pas pulang sekolah, tenang aja gak akan aku kasih ke guru!” aku pun mengangguk


Kemudian melepas dasi miliknya namun dia menghentikanku balikin pas pulang sekolah aja katanya, yaudah aku pun nurut dan kembali tiduran membelakanginya. Sangat lelah aku sangat merindukan Bara kenapa sih dia tiba-tiba pergi.


“Aku balikin mangkok sama gelas dulu ya!” katanya sambil membuka pintu


Tak lama kemudian dia balik lagi, sambil membawa dua botol air mineral satu untukku dan satu untuknya, aku pun bangun dari tidur dan meminumnya sedikit.


“Tadi beli pakai uang lo, berapa biar gue ganti!”


“Gak usah deh anggap aja itu uang nasi goreng kemarin!” aku mengangguk


“Nama gue Rasya pasti lo udah tau sekarang boleh gue tau nama lo?” dia terlihat menarik nafas panjang lalu membuangnya kasar


“Rafi!”


“Serius coba buka dong lakbannya!” kataku dia membukanya ternyata bener nama dia Rafi


“Makasih, udah nolong gue Rafi!” kataku dia hanya mengacungkan jempolnya


“Eh iya baju kamu kemarin masih di aku lho!” katanya iya juga sih baru inget gue


“Eh baju lo juga ada di gue!” kataku dia mengangguk


Keduanya pun mengobrol hingga bel pergantian kelas, lalu mereka memutuskan kembali ke kelas masing-masing yah seperti biasa Rasya tidak menanyakan dia berada di kelas apa karena lupa.


Jangan lupa vote and komen!

__ADS_1


Instagram: rosakawahara


__ADS_2