Teman Tapi Demen

Teman Tapi Demen
#11


__ADS_3

sudah seminggu aku tidak bertemu dengan bayu atau pun bertukar kabar, aku merasa sangat merindukan nya. padahal dulu waktu aku berpacaran dengan putra aku tidak pernah merasakan rindu sebesar ini kalau kami lama tidak bertemu.


tapi dengan bayu.. entah lah..


aku pun mulai menghubungi nya


panggilan pertama tidak di jawab, yang kedua juga masih tidak ada jawaban


" kemana nih orang sih.. ? " guman ku


aku mencoba menghubungi nya lagi dan akhir nya tersambung juga


" hallo assalamualaikum.. loe sibuk gak hari ini.. ? " tanya ku setelah telepon tersambung


" .... "


" gak gue cuma mau ngajak loe makan siang bareng, udah lama juga kan kita gak makan bareng.. "


" ... "


" gak usah.. kita langsung ketemuan aja di cafe nya.. "


" ... "


" ok sampai ketemu disana ya.. "


" ... "


" waalaiumsalam.. "


setelah aku menutup telepon nya aku pun segera bangun dari tidur ku dan berjalan ke arah kamar mandi, karena ini hari minggu jadi dari tadi pagi aku hanya bermalas - malasan di atas kasur.


tidak butuh waktu lama untuk ku bersih - bersih, aku memilih - milih baju. dan pilihan ku jatuh ke drees selutut berwarna biru muda,


aku memakainya dan merias wajah ku sedikit, aku tidak punya banyak make up. jadi aku merias nya seadaanya saja, hanya pakai pelembab, bedak bayi dan lipstik warna bibir


" mah aku pamit mau keluar dulu ya.. " ijin ku setelah sampai di ruang keluarga

__ADS_1


disana ada mamah dan dion yang sedang menonton tv


" mau kemana mbak.. " tanya mamah


" aku mau makan siang sama bayu.. " jawab ku


" ya udah hati - hati dan jangan pulang terlalu malem.. " pesan mamah


" iya mah.. aku gak pulang malem - malem ko palingan juga pulang pagi.. " canda ku sambil mencium pipi mamah dan pergi


aku pun mulai melajukan mobil ku, tidak butuh waktu lama untuk sampai di cafe itu. aku mencari tempat parkir tapi semua nya penuh.


mungkin karena ini hari libur mereka pada makan di luar juga, fikir ku


aku melihat ada parkiran kosong dan tempat nya di sebrang cafe ini, aku pun memutar arah dan memarkirkan mobil ku di sebrang.


" gak apa - apa lah jalan dikit dari pada gak ada parkiran sama sekali.. " batin ku


aku turun dari mobil dan dapat aku lihat bayu juga berada di depan cafe itu sambil melambaikan tangan nya ke arah ku.


" lia awaass.. "


aku pun melihat ke arah kanan ku dan..


buuuggh


tubuh ku seperti di hantam benda keras, aku masih bisa merasakan tubuh ku di angkat oleh seseorang, aku tidak tahu siapa karena penglihatan ku mulai kabur.


" li gue mohon lo harus bertahan.. demi gue li.. " samar - samar aku masih dapat mendengar suara laki - laki yang membawa ku,


' bayu '


aku pun tersenyum ke arah nya dan pandangan ku mulai menggelap


 


\#\# \#\# \#\#

__ADS_1


 


bayu yang panik melihat amelia tidak sadarkan diri segera membawa nya ke rumah sakit terdekat.


sesampainya di rumah sakit amelia langsung mendapat kan perawatan. dia dapat melihat dokter masuk keruangan itu, tidak lama dokter pun keluar


" keluarga pasien.. " kata dokter


" saya dok.. " kata ku sambil mendekat ke arah dokter


" pasien mengalami pendarahan di kepala nya dan pasien juga harus segera di operasi untuk menghentikan pendarahan itu.. jadi saya butuh persetujuan dari pihak keluarga.. " jelas dokter


" saya mohon lakukan yang terbaik untuk lia dok.. saya yang akan bertanggung jawab.. " kata bayu


setelah menandatangani surat persetujuan bayu kini menghubungi keluarga nya serta mamah nya amel.


operasi pun kini seamg berlangsung, orang tua bayu pun sudah datang di susul mamah amel dan dion.


" bay, lia kenapa bisa kaya gini.. " tanya mamah lia setelah sampai di depan bayu


" tadi kita kan janjian buat makan siang bareng, karena parkiran penuh lia jadi parkir di sebrang cafe. dan saat lia neybarang tiba - tiba di sebelah kanan nya ada mobil kenceng dan lia tertabrak mah.." jelasku sambil terisak


di antara kami tidak ada yang bisa tenang, mamah lia dan bunda mereka saling berpelukan dan saling menguatkan, ayah dan dion duduk di kursi sedangkan aku berdiri samping pintu ruang operasi.


lama kami menunggu sampai dokter pun keluar dari ruangan itu, kami semua mendekati dokter dan bertanya keadaan lia


" gimana keadaan anak saya dok.. ? "tanya mamah lia


" pasien mengalami pendarahan yang sangat hebat di kepala nya, saat operasi tadi juga dia sempat kejang - kejang. dan untuk sementara ini pasien masih belum melewati masa kritisnya.. " jelas dokter


bayu dan yang lain nya pun sangat terpukul mendengar kabar ini.


" apa kami bisa melihat nya dok.. " tanya bunda


" untuk saat ini pasien masih belum bisa di jengguk nanti kalau keadaan nya sudah stabil baru kalian bisa melihat nya.. kalau begitu saya permisi dulu.. " dokter pun pergi meninggalkan mereka


" li lo harus kuat.. " lirih bayu sambil duduk bersandar ke tembok dan mulai menangis

__ADS_1


__ADS_2