Teman Tapi Demen

Teman Tapi Demen
#21


__ADS_3

setelah tadi pagi saling bertukar kabar dengan bayu kini hari amelia terasa indah walaupun hanya bisa mengobrol sebentar tapi itu sudah cukup baginya untuk melepaskan rasa rindu.


amelia tidak sabar ingin segera bertemu dengan bayu waktu yang tinggal 7 bulan lagi terasa sangat lama bagi amelia.


amelia berusaha untuk menyibukan dirinya dia tidak ingin terus - terusan memikirkan bayu, karena dia akan sangat merindukan laki - laki itu.


amelia mulai mengerjakan pesanan para pelanggan butiknya, dia mengerjakannya dengan sepenuh hati.


¤¤¤¤


waktu pun sangat cepat berlalu, hari berganti hari dan minggu berganti minggu tapi bayu belum pernah lagi menghubunginya.


amelia merasa khawatir takut bayu kenapa - napa disana, tidak biasanya bayu tidak mengabarinya selama ini.


biasanya paling lama hanya satu minggu dan setelah satu minggu bayu akan segera menghubunginya.


tapi sekarang sudah sebulan lebih bahkan mengirim pesan pun tidak.


amelia sudah sering menghubungi dan mengirim pesan ke bayu tapi tidak ada satu pun pesan amelia yang bayu balas.


bahkan sampai saat ini pesan itu masih belum di baca.


" apa kamu sesibuk itu sampai - sampai tidak sempat membalas pesan aku sebentar saja.. " kata amelia pada foto bayu


amelia pun tertidur dan berharap besok pagi bayu akan segera menghubunginya.


sedangkan di sisi bayu, semenjak hubungan nya malam itu dengan gisel bayu agak menghindar dari gisel.


bayu sangat merasa bersalah kepada amelia kekasihnya, karena kesalahannya dia tidak ingin kehilangan amelia.


sudah satu bulan lebih saat kejadian malam itu bayu sudah tidak menghubungi amelia lagi, sungguh sebenarnya dia sangat merindukan kekasih hatinya itu.

__ADS_1


tapi rasanya hanya untuk mendengarkan suaranya saja dia tidak berani, hubungan nya dengan gisel juga semakin jauh.


mereka hanya akan berbicara tentang masalah pekerjaan selain itu bayu tidak pernah memperdulikan gisel lagi.


gisel sangat sedih menerima perlakuan bayu seperti ini, dia tidak tahu kenapa bayu memperlakukannya seperti ini.


padahal malam itu mereka sama - sama menikmatinya.


gisel merasa akhir - akhir ini badannya juga kurang sehat dia gampang sekali merasa lelah, dan kadang dia juga merasa mual dan pusing.


seperti saat ini gisel sedang memakan keripik kentangnya dan tiba - tiba ada sesuatu yang ingin keluar dari perutnya.


gisel segera berlari ke kamar mandi dan memuntahkan semua isi perutnya, dia sangat lemas dan tidak bertenaga untuk kembali lagi ke ruang keluarga.


gisel terduduk di lantai kamar mandi, gisel mengambil ponselnya di kantong celana.


dia mulai menekan nomor dan mulai menghubunginya, tidak lama telepon pun tersambung.


" bayu tolong aku.. " kata gisel lirih


" aku di kamar mandi bawah, tolong aku yu.. "


telepon pun langsung di tutup sepihak oleh bayu, tidak lama bayu datang dengan berlari dan langsung masuk kedalam kamar mandi.


dia melihat gisel sudah duduk di lantai dan penampilannya yang sangat berantakan.


" kamu kenapa sel.. ? " tanya bayu sambil mengangkat tubuh gisel dan membawanya kedalam kamar gisel.


gisel tidak menjawab dia semakin erat memeluk tubuh bayu, sungguh dia merindukan tubuh ini.


andai bayu bersikap baik kepadanya setelah kejadian malam itu tentu dia akan suka rela menghangatkan tubuh bayu setiap malam.

__ADS_1


tapi keinginannya sangat berbeda dengan kenyataan yang ada, setelah kejadian malam itu sikap bayu malah dingin kepadanya.


sesampainya di kamar gisel bayu merebahkan tubuh gisel di atas tempat tidur, tapi gisel masih belum melepaskan tangannya dari leher bayu.


untuk sekian detik mereka saling menatap, gisel tersenyum ke arah bayu dan mengecup pipi bayu sekilas.


" terima kasih " kata gisel


bayu mencoba melepaskan tangan gisel dari lehernya, sungguh dia takut akan berbuat lebih lagi dengan gisel dan dia tidak ingin menghianati amelia lagi.


cukup satu kali dia membuat kesalahan dan tidak akan dia ulang lagi.


" kalau kamu sakit kamu gak perlu berangkat ke kantor besok " kata bayu


tiba - tiba gisel ingin tidur di peluk oleh bayu, saat bayu akan beranjak pergi gisel menarik tangan bayu.


" aku boleh minta sesuatu.. ? " tanya gisel hati - hati


bayu yang tidak mengerti hanya diam saja


" apa boleh malam ini aku tidur di dalam pelukan mu, aku mohon.. " pinta gisel dengan wajah memohonnya


" tapi sel.. "


belum bayu menyelesaikan perkataannya gisel sudah memotongnya terlebih dahulu


" hanya tidur saja sambil berpelukan tidak lebih.. aku mohon.. "


bayu pun akhirnya mengalah dia ikut naik keatas tempat tidur milik gisel dan tidur di sampingnya.


dia menarik tubuh gisel kedalam pelukannya, gisel semakin mendekatkan tubuhnya dengan tubuh bayu sehingga di antara mereka kini tidak ada jarak lagi.

__ADS_1


gisel merasa sangat nyaman dengan posisi seperti ini, sungguh andai saja bisa setiap hari seperti ini dia pasti akan sangat bahagia.


mereka pun akhirnya tertidur sambil berpelukan.


__ADS_2