Teman Tapi Demen

Teman Tapi Demen
12


__ADS_3

amelia kini sudah di pindah kan ke ruang perawatan setelah kemarin dia sempat keritis,


amelia masih betah tertidur.


bayu masih setia menemani nya di sini dia tidak pernah beranjak dari samping amelia,


" nak bayu sebaik nya pulang dulu, biar mamah dan dion yang menunggu lia disini.. sudah beberapa hari ini kamu tidak pulang dan istirahat, nanti setelah istirahat kamu bisa kembali lagi kesini.. " kata mamah lia sambil memegang pundak bayu


" bener tu kata mamah, kak bayu tenang aja entar kalau ada perkembangan dari mba lia aku pasti akan langsung menghubungi kaka.. " tambah dion


" dion benar nak lagian lia juga tidak akan suka kalau lihat kamu seperti ini.. "


akhirnya bayu pun memutuskan untuk pulang dan istirahat sebentar dirumah. dia pun pamit ke lia


" li gue balik dulu ya, entar sore gue balik lagi kesini buat nemenin lo.. saat gue entar datang lo harus udah bangun ya li, gue mohon.. " bayu oun mengecup kening lia dan dia pamit ke mamah lia dan dion.


bayu pun pulang kerumah nya, setelah beberapa hari ini dia menemani amelia di rumah sakit.


bayu merasa sesak, bayu tidak ingin kehilangan lia apa lagi dia belum menyatakan perasaan nya terhadap lia.


bayu berjanji setelah lia sadar dia akan mengatakan perasaan nya dan tidak perduli kalau harus di tolak sekali pun.


sore hari bayu sudah kembali lagi ke rumah sakit, dia hanya melihat dion di ruanga itu.


" hai li, gue udah datang lagi kesini buat nememenin lo.. " kata bayu lalu mengecup kening amelia.


bayu tidak melihat mamah lia hanya ada dion yang sedang bermain dengan hape nya.


" nyokap kemana.. ? " tanya bayu setelah dia duduk di sisi amelia


" nyokap pulang duluan ka.. " jawab dion


" ya udah lo juga balik sana, besok kan lo harus kuliah.. biar lia kaka yang jaga.. "


dion pun pamit ke bayu dan lia


kini di ruangan itu tinggal mereka berdua, bayu memegang tangan lia dia menciumi tangan itu.

__ADS_1


" li bangun, gue gak bisa liat lo kaya gini, liat lo kaya gini tu rasa nya sakit banget. li harus cepetan bangun gue mau ngomong sama lo, gue sayang sama lo li, gue pengen hubungan kita bukan hanya sekedar sahabat tapi lebih, gue udah sayang sama lo dari pertama kali kita bertemu di taman itu. saat gue liat lo nangis karena lutut lo berdarah entah kenapa gue malah suka sama anak kecil itu dan perasaan itu kini tumbuh menjadi sangat besar.." bayu pun mulai terisak dia menundukan kepala nya


" ... i love you li.. "


" i love you tu.. " suara nya sangat lemah tapi bayu masih bisa mendengar suara itu


dia mengangkat kepala nya dan melihat kearah pemilik suara itu.


dan dia sedang tersenyum bayu sangat merindukan senyuman itu.


" li lo udah sadar, apa ada yang sakit.. ? gue akan panggilin dokter dulu sebentar.. " bayu pun segera memanggil dokter


dokter selesai memeriksa amelia sedang kan bayu dia menghubungi keluarga nya dan keluarga amelia. setelah selesai menghubungi mereka bayu kembali keruangan amelia.


dia membuka pintu ruangan amelia dan melihat lia sedang tersenyum ke arah nya, bayu pun mendekati ranjang lia.


dia duduk di samping lia dan memegang tangan nya, dia tidak ingin kehilangan orang yang sangat di sayang nya.


" yu yang lo omongin tadi apa serius.. ? " tanya lia setalah bayu duduk


" yang mana.. ? " bayu sebenar nya tahu maksud pertanyaan lia tapi dia berpura - pura lupa


" lo denger apa.. ? " tanya bayu penasaran


" semuanya, sebenar nya tadi gue udah sadar, tapi saat lo mulai ngomong tentang perasaan lo sama gue, gue jadi pura - pura karena gue pengen denger perasaan lo yang sebenarnya sama gue.. "


bayu pun terdiam, dia tidak menyangka lia akan mendengar semua omongan nya tadi.


lia mengelus tangan bayu


" yu gue juga sebenar nya punya perasaan yang sama ma lo, gue juga sayang sama lo.. "


kata - kata lia sontak membuat bayu kaget dan bahagia, dia tidak menyangka ternyata lia juga mempunyai perasaan yang sama dengan nya.


bayu mengelus pipi lia


" iya li gue sayang banget sama lo, gue pengen lo jadi ratu di hati gue.. "

__ADS_1


bayu pun memeluk lia dan mengecup kening lia sekilas


bayu merasa sekarang dia sudah lega karena dia sudah mengatakan isi hatinya yang selama ini di simpan nya rapat - rapat.


di saat merwka sedang menikmati momen kebersamaan mereka pintu pun terbuka terlihat kedua orang tua bayu, mamah lia dan dion memasuki ruangan lia.


" sayang akhirnya kamu sadar juga, mamah sangat kahwatir sama kamu nak.. " mamah pun memeluk lia


orang tua bayu pun memeluk lia bergantian, mereka sekarang merasa bahagia karena lia sudah sadar.


malam pun datang kedua orang tua bayu pamit pulang dulu dan mereka berjanji besok pagi mereka akan datang lagi.


mamah lia dan dion pun ikut pulang ya walaupun harus di paksa dulu.


dan kini ruangam itu kembali sepi, tinggal mereka berdua.


" sekarang lo istirahat aja ya, biar lo cepet sembuh dan bisa pulang lagi ke rumah.. " kata bayu sambil mengelus pipi amelia


amelia pun menganggukan kepala nya dan tersenyum, bayu akan melangkah ke arah sofa tapi tangan nya di tahan amelia.


" lo mau kemana.. ? "tanya lia setelah bayu membalikan badan nya


" guegak kemana - mana cuma mau tiduran disana.. " tunjuk bayu ke sebuah sofa yang ada di ruangan itu


" lo temenin gue tidur disini aja.. " amelia menepuk tempat di sebelah nya.


" gue pengen tidur di pelukan lo.. " tambah amelia lagi


.bayu pun tersenyum dan berjalan ke sisi lain ranjang lia, bayu pun merebah kan tubuh nya di samping lia dan memeluk tubub mungik lia.


lia sangat merindukan pelukan ini, lia pun membalas pelukan bayu


" terima kasih.." kata lia sambil tersenyum dan menatap bayu


bayu mengecup kening lia


" sekarang lo tidur, ini udah malam.. "

__ADS_1


" selamat malam.. " kata lia dan mengecup pipi bayu


mereka pun tersenyum bersama dan mereka pun terlelap


__ADS_2