
rama sengaja tidak membawa amelia pulang ke rumah, dia lebih memilih membawanya kesebuah taman.
sesampainya di taman rama mengajak amelia untuk duduk di sebuah kursi yang ada di taman itu.
rama membiarkan amelia menangis biar semua beban yang ada ikut pergi pikirnya.
rama yang melihat amelia terus saja menangis pun merasa tidak tega, di tariknya tubuh amelia dan dia pun memeluknya dengan sangat erat.
rama berharap pelukannya itu bisa membuat sahabatnya itu jauh lebih baik.
" ram, kenapa dia tega sekali sama aku.. hiks.. hiks.. " tanya amelia di sela - sela tangisannya
" jadi dia orang yang selama ini kamu tunggu.. ? " tanya rama
amelia mengaggukan kepalanya sebagai jawaban, dia masih tidak percaya bayu yang selama ini dia kenal bisa tega menyakitinya seperti ini.
" kamu sabar ya li, kamu harus bersyukur karena kamu segera mengetahuinya.. coba kalau tidak aku tidak tahu apa yang akan terjadi sama kamu " kata rama
" setelah apa yang sudah aku kasih sama dia selama ini aku masih tidak percaya dia bisa mengkhianati aku seperti ini, aku sudah banyak berkorban untuk nya tapi apa yang aku dapat dia malah menyakiti ku.. " kata amelia
" li, kamu harus tahu satu hal dia sekarang sudah menjadi suami bahkan seorang ayah, dia tidak mungkin kembali sama kamu.. kalau pun iya kalian bisa bersama apa kamu tega membuat seorang anak jauh dari ayahnya.. ? itu artinya dia bukan jodoh yang terbaik buat kamu.. pasti di luar sana masih ada orang yang mencintai kamu.. " kata rama panjang kali lebar
amelia mengeratkan pelukannya kepada rama, saat ini dia hanya ingin menyandarkan dirinya pada seseorang.
beruntung dia mempunyai sahabat seperti rama yang selalu ada di saat - saat seperti ini.
" terima kasih, kamu selalu ada buat aku " kata amelia
" itulah guna nya sahabat selalu ada di saat kamu membutuhkannya " jawab rama sambil tersenyum
setelah di rasa amelia sudah tenang rama pun mengantarkannya pulang kerumah, di sepanjang perjalanan tidak ada yang membuka suara.
tidak butuh waktu lama akhirnya mereka sampai di rumah juga, saat rama sedang memarkirkan mobilnya dion juga baru saja datang.
__ADS_1
" loh mbak baru pulang.. ? " tanya dion
tapi amelia tidak menjawab dia hanya tersenyum, senyum yang sangat di paksakan dan dion melihat itu
" makasih ya ram kamu mau anter aku pulang, oh iya kamu bawa aja mobil aku pulang kerumah kamu dari pada nanti kamu harus cari taxi lagian ini sudah malam juga " kata amelia
" bener nih aku boleh bawa mobil kamu.. ? " tanya rama memastikan
" iya benar bawa aja lagian aku gampang ada dion yang akan mengantar kan aku besok, kalau gitu aku masuk dulu ya "
tanpa menunggu jawaban dari rama amelia pun segera masuk kedalam rumahnya, dion dan rama terus saja melihat amelia sampai dia menghilang di balik pintu.
" kak rama.. mbak amel kenapa.. ? " tanya dion penasaran
rama pun menceritakan kejadian tadi dari awal sampai akhir.
" ya ampun kenapa aku hampir lupa kasih tahu ke mbak soal ini, padahal kan waktu itu niat aku mau kasih tahu mbak amel biar nggak deket lagi sama kak bayu.. " sesal dion
" ya sudahlah di, yang terpenting sekarang kamu hibur kakak kamu itu saat ini dia pasti sedang membutuhkan seseorang.. " pinta rama
" serius kamu di.. ? " tanya rama penasaran
" iya dan masalah nya juga hampir sama cowok nya mengkhianati mbak amel dulu mantannya mbak amel itu bertunangan dengan wanita lain di saat sedang menjalin hubungan dengan mbak, dan kebetulan waktu itu si calon tunangan mantannya itu pesan baju di butik mbak ya jadikan ke bongkar semua.. " cerita dion
" dan sekarang malah lebih parah " guman rama
dion pun setuju dengan ucapan rama barusan, setelah mengobrol cukup lama akhirnya rama pun pamit pulang tidak lupa dia juga membawa mobil milik amelia.
setelah rama pulang dion pun segera masuk, dan dia berjalan ke arah kamar amelia.
dia ingin melihat keadaan kakaknya itu, dion hendak mengetuk pintu tapi terdengar suara tangisan dan juga seperti ada yang jatuh dari arah dalam.
tok.. tok.. tok..
__ADS_1
" mbak aku masuk ya " kata dion
dia khawatir kalau mbaknya ini berbuat nekad, dion langsung membuka pintu kamar amelia dan untungnya tidak di kunci.
setelah dion masuk dia melihat kamar kakaknya itu sangat berantakan, banyak pecahan kaca di mana - mana dan dia pun melihat kakak nya sedang duduk memegang kedua kakinya.
dion pun berjalan mendekat dan ikut duduk di samping amelia.
" mbak.. maafin dion ya mbak, seharusnya dion bilang ini ke mbak dari kemaren - kemaren tapi karena kesibukan dion, dion jadi lupa.. " sesal dion
amelia melihat dion sambil terus menangis
" maksud kamu, kamu sudah tahu kalau bayu sudah menikah dek.. ? " selidik amelia
" iya aku tahu saat menghadiri pesta malam itu, tapi besoknya aku nggak berani bilang sama mbak kerena mau memastikannya dulu dan setelah aku mau mengatakan yang sebenarnya sama mbak waktu itu aku ada telepon.. mbak ingat kan yang aku bilang pengen bilang sesuatu sama mbak tapi di saat yang bersamaan aku mendapat kabar kalau harus segera ke kalimantan.. ? " kata dion
amelia hanya menganggukan kepalanya
" nah saat itu sebenarnya dion pengen bilang itu ke mbak, dan pulang dari kalimantan kerjaan dion lagi banyak - banyak nya, jadi dion lupa dan dion fikir kalau kak bayu sudah menikah dia tidak akan mengganggu mbak lagi " tambah dion
amelia kembali menangis ketika dia mengingat kejadian tadi, dia juga mengingat janji bayu yang akan menikahinya setelah dia kembali.
dion yang melihat kakaknya menangis lagi seperti ini merasa tidak tega, dia pun memeluk tubuh kakaknya berharap bisa memberikan ketenangan.
dion tidak ingin amelia kembali terpuruk seperti dulu lagi, dia harus mencari cara agar kakak nya itu kembali ceria seperti biasanya.
cukup lama mereka berpelukan sampai dion tidak mendengar isakan dari kakaknya lagi, dion pun melihat ke arah amelia dan ternyata dia sudah terlelap.
dion pun segera menganggkat tubuh kakaknya pelan - pelan dan membaringkannya di atas tempat tidur.
tidak lupa dion juga merapikan selimut untuk kakaknya itu.
" aku nggak mau mbak kenapa - napa, mbak harus kuat... disini masih ada aku yang akan menemani mbak, yang akan selalu ada buat mbak.. tidur yang nyenyak ya mbak semoga besok perasaan mbak jauh lebih baik lagi.. " kata dion sambil mengelus rambut kakak nya itu.
__ADS_1
sebelum pergi tidur dion membersihkan dulu kekacauan yang di buat oleh kakaknya itu, dia tidak ingin kakaknya menambah luka baru.
setelah memastikan semua sudah aman baru dion bisa tidur dengan tenang.