
pagi - pagi sekali dion sudah bangun dia pun membawa sarapan ke kamar amelia, di bukanya pintu kamar amelia dan dion dapat melihat amelia sedang duduk di balkon kamarnya.
dion pun meletakan nampan yang berisi makanan di atas meja dan dia berjalan menghampiri amelia.
tanpa henti dion memperhatikan amelia yang sedang melamun, dion pun mengusap pundak amelia.
amelia langsung melihat kesebelahnya, dia tersenyum. senyum yang sangat di paksakan.
" mbak kenapa.. masih kepikiran soal kak bayu.. ? " tanya dion sambil berjongkok di depan amelia
amelia menggelengkan kepalanya sambil mengusap pipi dion.
" mbak nggak lagi mikirin dia, mbak cuma lagi berfikir kenapa semua orang yang mbak sayang satu persatu meninggalkan mbak sendiri.. " amelia menjeda perkataannya dia pandangi wajah adiknya itu dalam - dalam.
" ... dan kamu juga pasti akan meninggalkan mbak sendiri disini, " kata amelia
dion mendengarkan perkataan kakaknya itu
" mbak aku nggak akan ninggalin mbak apa pun yang terjadi nantinya, karena mbak yang aku punya saat ini.. " dion pun memeluk tubuh kakaknya
" tapi suatu saat nanti kamu akan menikah dan punya anak kamu nggak mungkin nemenin mbak terus disini.. "
" aku nggak akan menikah sebelum melihat mbak bahagia dan aku akan pastikan itu.. " jawab dion mantap
" dek.. kamu jangan ngomong kaya gitu, usia kamu sudah pas untuk berumah tangga kamu mapan dan posisi kamu juga di kantor sudah bagus, sekarang waktunya kamu cari pendamping hidup buat kamu, jangan cuma ngurusin mbak doang " kata amelia
" mbak aku kan tadi sudah bilang, aku nggak akan mau nikah sebelum melihat mbak bahagia, jadi aku mohon mbak jangan bicara seperti itu lagi ya " pinta dion
mereka pun saling berpelukan.
" mbak sekarang sarapan dulu ya, aku sudah bawakan bubur ayam buat mbak.. " kata dion sambil membawa kakaknya itu masuk kedalam kamar
amelia duduk di sofa yang berada di kamarnya sambil melihat ke arah dion yang sedang meniup bubur ayam yang akan di makannya.
dion pun menyuapi kakaknya itu dengan penuh kasih sayang, dia tidak ingin kakaknya ini kenapa - napa. dia sudah banyak merasa kehilangan dan dia tidak ingin kehilangan lagi.
semangkuk bubur ayam pun sudah di habiskan oleh amelia.
__ADS_1
" mbak hari ini ke butik.. ? " tanya dion
" mbak kayanya mau di rumah saja, kalau kamu mau pergi ke kantor pergi saja, mbak nggak apa - apa kok.. " kata amelia
" mbak dari bulan - bulan kemarin kan aku sibuk terus nah sekarang waktunya aku bersantai dan juga berlibur.. jadi mumpung mbak juga nggak ke butik lebih baik kita jalan - jalan, gimana mbak mau kan..? " tanya dion sambil tersenyum
sebenarnya dion sangat mengkhawatirkan keadaan amelia, dia takut jika dirinya pergi ke kantor amelia akan kembali bersedih.
dan di kantor sebenarnya dion masih banyak pekerjaan tapi karena hari ini dia tidak ada meeting jadi bisa minta tolong sekertarisnya untuk mengirim berkas - berkas itu melalui email, jadi dia bisa bekerja di rumah sambil menemani kakak nya itu
" kamu yakin mau libur kerja.. ? " amelia meyakinkan
" beneran mbak ku yang cantik dan baik hati.. lagian kita udah lama banget nggak pergi ke luar bareng kaya gini "
amelia pun akhirnya setuju mereka pun mulai bersiap - siap, saat dion sedang menunggu amelia di ruang keluarga teleponnya berbunyi dan ternyata itu dari rama dion pun segera menggeser tombol hijau.
" ya hallo... " sapa dion setelah panggilan nya terhubung
" ..... "
" .... "
" oh gitu.. mbak baik - baik aja kok, sekarang malah kita mau pergi "
" .... "
" ya mau jalan - jalan aja cari angin, soal mobil kayanya kak rama pake aja dulu, mbak amel mungkin nggak kebutik buat beberapa hari ini "
" .... "
" siap nanti aku kabarin "
dion pun segera mengakhiri panggilan itu, dion terkejut ketika ada suara yang memanggilnya.
" siapa itu dek, kenapa bawa - bawa nama mbak segala.. ? " tanya amelia penasaran
" oh itu kak rama dia nanyain keadaan mbak, katanya dia sudah beberapa kali coba menghubungi mbak tapi telepon mbaknya mati.. jadi dia nanya ke aku deh " jawab dion sambil berdiri menghampiri amelia
__ADS_1
" iya mbak sengaja mematikan telepon dari kemarin, mbak cuma takut bayu ngehubungi lagi " jawab amelia sendu
dion pun menggengam tangan amelia
" aku mohon sama mbak jangan ingat dia lagi, lupain dia laki - laki di dunia ini masih banyak salah satu dari mereka pasti sayang sama mbak "
amelia tersenyum kepada dion, dia tidak menyangka kalau ternyata adik kecilnya ini sudah tumbuh besar.
" terima kasih kamu selalu ada buat mbak.. "
mereka pun saling melemparkan senyuman, dion melihat jam dan segera mengajak amelia untuk segera berangkat.
perjalan yang panjang pun mereka tempuh, dion tidak memberi tahukan tujuan mereka saat ini.
walaupun dari tadi amelia bertanya kemana mereka akan pergi, hanya sebuah senyuman yang dion berikan.
setelah 4 jam menempuh perjalanan akhirnya mereka sampai juga di tempat tujuan, amelia langsung keluar dari mobil di susul dion.
" gimana mbak tempatnya.. ? " tanya dion ketika mereka sudah sampai di bibir pantai
" terima kasih ya dek, kamu tahu aja tempat yang bisa buat mbak seneng.. " kata amelia sambil tersenyum
" apa sih yang aku nggak tahu, asal mbak tahu aku akan berikan apa pun buat bikin mbak bahagia.. "
" kamu tahu dek, wanita yang akan menjadi pendamping kamu kelak akan sangat beruntung memiliki kamu.. "
" mbak jangan bahas itu lagi "
" iya mbak tahu "
setelah mengatakan itu amelia pun melihat ke arah depan dan dia mulai menikmati angin laut.
walaupun sudah siang tapi masih segar, dia melihat dion yang sedang duduk di pasir sungguh dia sangat beruntung memiliki adik sepertinya.
hanya dion yang dia punya saat ini dan di saat seperti ini pula dion selalu menghiburnya, terkadang ada rasa bersalah yang datang menghampiri dirinya.
dia tahu dion laki - laki normal yang pasti suka dengan lawan jenisnya, tapi karena dirinya dion rela tidak berhubungan dengan wanita mana pun.
__ADS_1