Teman Tapi Demen

Teman Tapi Demen
#6


__ADS_3

" apa barusan mbak ajeng bilang dia calon tunangan mbak.. ? " tanya ku memastikan


" iya dia calon tunangan ku, kami sudah berpacaran selama 4 tahun, waktu itu aku harus pergi ke amerika. dan 6 bulan terakhir ini aku sudah kembali lagi kesini, sesuai janji nya padaku dulu, setelah aku kembali dia akan melamarku dan sekarang dia sudah membuktikan nya.. " jelas ajeng sambil memeluk dan mencium pipi putra


sedangkan putra hanya melihat ku saja tanpa berkata apa pun, sedangkan perasaan ku seperti di hantam ribuan batu yang sangat besar.


tubuh ku lemas, aku sudah tidak sanggup menahan air mata ku lagi. aku pun pamit kepada mereka tanpa menunggu lebih lama lagi.


aku berlari kencang ke arah parkiran sambil menangis, hati ku terasa sangat sakit.


aku masuk ke dalam mobil dan menangis disana, aku mendengar pintu mobil ku ada yang membuka.


aku melihat siapa dan ternyata itu putra.


saat ini aku tidak ingin melihat nya tapi aku tidak bisa kemana - mana dia memeluk ku sangat erat.


" maafin aku yang, harus nya aku jujur sama kamu... maaf sudah membuat kamu menangis kaya gini.. " ucap nya


aku hanya bisa menangis dan memukul dadanya.


" kamu jahat.. aku benci sama kamu, jadi selama ini kamu anggap aku cuma pelarian aja.. setelah kekasih kamu kembali kamu membuang ku... kamu jahat.. hiks.. hiks.. aku nggak mau lihat kamu lagi.. " aku pun mendorong putra dengan sangat kencang sampai pelukan kami terlepas, aku segera menutup pintu mobil dan pergi meninggalkan nya.


di sepanjang jalan aku terus menangis, sampai rumah aku memarkirkan mobil ku dan berlari ke kamar aku tidak perduli tatapan mamah.


mamah terus memanggil ku dan mengejar ku sampai kamar, aku segera menutup pintu dan menguncinya aku tidak ingin siapa - siapa aku hanya ingin sendiri.


dua hari sudah aku mengurung diri di dalam kamar, mamah terkadang datang menemuiku dan membawakan makanan untuk ku, tapi makanan itu hanya ku sentuh sedikit.


seperti siang ini aku duduk di dekat jendela kamar ku, aku melihat halaman belakang rumah. banyak bunga - bunga yang bermekaran disana, dan bunga mawar putih pun sedang berbunga lebat.


' mawar putih ' melihat bunga itu aku jadi teringat bayu, karena rasa sayang ku pada putra aku rela menjauh dari dia. hanya bunga mawar putih ini yang selalu ada, ya bunga itu pemberian dari bayu dan dia sendiri yang menanamnya disitu.


tok.. tok.. tok..


pintu kamar ku di ketuk

__ADS_1


tapi aku mengabaikan nya.


sampai tiga kali aku mendengar pintu kamar itu terus saja di ketuk


" mah aku mohon aku hanya ingin sendiri.. " pinta ku,


tok.. tok.. tok..


lagi - lagi pintu itu di ketuk bahkan terdengar lebih keras lagi dari sebelumnya.


akhirnya aku bangun dan membuka nya, dan saat aku membuka pintu ternyata orang yang selama ini aku rindukan.


" bayu.. " bisik ku, ya ternyata dia bayu sahabat terbaik ku.


aku langsung memeluk nya dan menangis di dalam dekapan nya, dia membawa ku masuk ke dalam kamar dan menutup pintu nya lagi.


kami duduk di tepi tempat tidur tapi posisiku masih betah di dalam pelukan nya.


" keluarkan aja kekesalan loe, nangis lah sepuas nya. tapi mulai besok gue gak mau liat loe nangis lagi kaya gini.. " ucapnya.


lama kami berpelukan, rasa nya sangat melegakan aku pun bercerita kepada bayu tentang semua kejadian yang aku alami beberapa hari terakhir ini.


walaupun dia tidak bertanya tapi aku tahu dia sangat penasaran kenapa aku begini, setelah aku bercerita kepada bayu rasa nya sangat lega.


beban ku terasa sudah di angkat dan menghilang, bayu memeluk ku lagi


" dasar bodoh.. gue kan udah pernah bilang sama loe, kalau loe butuh, gue akan selalu ada buat loe kapan dan di mana pun gue, pasti gue akan datang.. coba kalau gue gak telepon mamah semalam mungkin gue gak akan tahu keadaan loe ini.. " jelas nya panjang lebar.


" jadi selama ini dia tidak benar - benar pergi.. ? dia masih menjaga ku.. dan menanyakan kabar ku lewat mamah. aku fikir selama ini dia benar - benar meninggalkan aku" batin amelia


aku pun menangis dan membalas pelukan nya, pelukan ternyaman yang selama ini aku rindukan. entah kenapa pelukan bayu sangat berbeda, aku bisa merasakan perbedaan nya, sangat berbeda jauh ketika kau berpelukan dengan putra.


pelukan bayu benar - benar nyaman dan membawa ketenangan dalam diri ku. dan selama hampir satu tahun ini aku kehilangan pelukan itu.


" kata mamah loe akhir - akhir ini susah makan, dan gue bawain loe sesuatu.. loe tunggu dulu disini sebentar.. " ucapnya sambil melepaskan pelukan ku dan beranjak pergi meninggal kan kamar.

__ADS_1


tidak lama dia sudah kembali lagi dengan membawa sepiring makanan dan air putih


" nih gue bawain nasi padang kesukaan loe.. loe harus makan yang banyak, " dia memberikan nya kepada ku.


aku melihat ke arah nya


" kenapa nggak suka atau loe mau gue suapin.. " goda nya


aku pun tersenyum, dia mengambil kembali piring itu dan mulai menyuapi ku, aku mengambil sendok dari tangan nya dan mengambil nasi lalu aku juga menyuapinya


" loe juga pasti belum makan kan.. ? kita makan sama - sama .. " pinta ku


kami pun makan bersama, memang sudah tidak aneh kalau kami makan satu piring berdua, kalau orang - orang yang tidak mengenal kami dengan baik pasti akan menyangka kami sepasang kekasih tapi nyata nya bukan.


sepiring nasi pun kini telah habis kami makan, kami mengobrol banyak hal. terutama tentang bayu yang pergi selama hampir setahun ini


" gue ngurusin perusahaan yang di paris, tapi sekali - kali gue pulang kesini bukan ke jakarta sih tepat nya tapi ke bali.. "


aku pun merasa heran dia kan tidak punya keluarga di bali kenapa dia malah pulang ke bali...??


" kenapa pulang ke bali.. ? apa loe punya cewek disana.. ? "


" gak lah gue belum punya cewe, kalau pun iya gue punya cewek pasti sudah gue kenalin dulu sama loe.. "


" terus kenapa bali... ? " tanya ku penasaran


" disana gue beli sebuah vila di dekat pantai jadi ya itung - itung gue liburan lah kalau gue pulang kesini.. dan kebetulan kemarin gue lagi ada di bali, waktu gue telepon nyokap nanyain kabar loe ya gue langsung kesini.. " jelasnya panjang kali lebar


aku pun memeluk nya


" terima kasih karena loe selalu ada buat gue, dan maaf gue selalu bikin loe khawatir.. " ucapku


dia mengelus rambut ku dan mengecupnya berkali - kali.


sungguh aku sangat merindukan laki - laki ini, aku tidak ingin kehilangan dia untuk kedua kali nya, cukup kemarin aku berbuat bodoh, karena rasa sayang ku kepada putra aku rela menjauh dari laki - laki sebaik bayu

__ADS_1


aku sangat beruntung ada disisinya.


__ADS_2