
semenjak bayu kembali berada di sisi ku aku melupakan semua masalah ku, aku pun sudah tidak mengingat lagi putra.
hari ini aku dan bayu ingin makan siang bersama, bayu menjemput ku ke butik dan kami berangkat bersama - sama.
setelah sampai di restoran kami pun mencari meja kosong, karena sekarang sudah waktunya jam makan siang otomatis tempat juga sudah mulai rame.
setelah kami menemukan meja kosong kami pun mulai memesan makanan.
" li gue tinggal sebentar ya, gue mau ke toilet dulu.. " pamit nya
aku pun mengangguk tanda setuju.
setelah bayu pergi tidak lama datang seorang laki - laki dan dia duduk di depan ku.
" putra.. " kata ku setengah berteriak, aku kaget kenapa dia bisa ada disini.
" hai li, apa kabar.. aku cuma mau minta maaf waktu itu aku gak tau mesti ngejelasin kaya gimana sama kamu... " sapa nya setelah dia duduk
" seperti yang kamu lihat aku baik - baik aja.. dan kamu juga gak perlu ngejelasin semua ko lagian aku juga udah lupain masalah itu.. "
" li aku mohon kamu kembali sama aku, aku sayang banget sama kamu.. aku gak mau kehilangan kamu li.. " putra berdiri dan memeluk ku dari arah belakang.
" tolong lepasin put, hubungan kita udah berakhir, dan aku harap kamu bahagia sama ajeng.. " aku terus berusaha melepaskan pelukan nya
aku pun mulai menangis, dan aku merasa pelukan putra seperti ada yang menarik
dan ternyata bayu yang sudah menarik putra.
" ngapain lo masih ganggu lia, bukan nya minggu depan lo nikah, lebih baik lo irusin calon istri lo itu.. " ucap bayu sambil mendorong putra hingga terjatuh
bayu pun menarik tangan ku, dan meninggalkan restoran itu. bukan putra namanya kalau dia hanya berhenti disitu.
putra mengejar kami dan menarik tangan ku dengan kasar.
__ADS_1
" lepasin put, tangan ku sakit.. sebenarnya apa mau kamu.. " tanya ku sambil terus berusaha melepaskan genggaman putra.
" aku cuma mau kamu li, aku pengen kamu nikah sama aku bukan ajeng.. aku sayang banget sama kamu.. "
dan tiba - tiba
bugh.. bugh..
bayu memukul putra mereka saling memukul.
" gue gak akan biarin lo nyakitin lia lagi.. udah cukup lo bikin dia nangis.. " ucap bayu sambil terus memukul putra.
" apa urusan lo, lo bukan siapa - siapa lia, dia hanya anggep lo cuma sahabatnya gak lebih.. " balas putra.
aku hanya bisa berteriak memanggil nama mereka.
tidak lama security pun datang melerai mereka, aku langsung memeluk bayu, berharap dia berhenti memukul putra.
bayu pun menarik ku kedalam mobilnya.
sesampai nya di rumah aku tidak melihat mamah, kalau dion dia sedang kerja kalau siang begini, dan mamah seperti nya sedang keluar rumah.
aku menyuruh bayu duduk.di ruang keluarga sedangkan aku mencari kotak obat. aku pun kembali duduk di depan bayu dan mulai mengobati luka - luka di wajah nya.
tidak terasa air mata ku menetes,
" hai.. kenapa lo nangis gue gak apa - apa.. " ucap bayu sambil tersenyum
" maafin gue, gue udah bikin lo kaya gini.. maaf.. " aku pun menangis dan bayu mulai memeluk ku.
aku melepaskan pelukan nya dan kembali mengobati bibir nya yang berdarah. aku dapat melihat bibi bayu yang berwarna merah mungkin karena dia tidak merokok jadi warna bibirnya merah.
aku juga dapat melihat banyak bulu - bulu halus di sekitar wajah nya, dan aku baru sadar kalau selama ini bayu sangat tampan.
__ADS_1
kami saling bertatapan, sampai aku terbawa suasana dan entah siapa yang mulai kami sudah menyatukan bibir kami dan saling mengecup.
memang ini bukan ciuman pertama ku, karena aku sebelum nya pernah berciuman dengan putra.
tapi entah kenapa rasa nya sangat berbeda, ketika aku berciuman dengan putra aku tidak merasakan panas di seluruh tubuh ku.
tapi dengan bayu aku merasakan seluruh tubuh ku menegang dan panas seperti ada sengatan listrik.
dari ciuman biasa kini kami saling melumat dan aku semakin terbuai dengan lumatan bayu. aku pun melingkarkan tangan ku di leher bayu sedangkan bayu memeluk pinggang ku jarak kami sangat dekat.
tidak ada yang mau melepaskan lumatan ini terlebih dulu. kami masih betah dengan suasana ini.
sampai kami kehabisan nafas, baru kami melepas lumatan kami. bayu menempelkan kening nya dengan kening ku.
kami menarik nafas bersama - sama.
" maaf.. " itulah kata yang ku dengar dari bayu
" gue juga minta maaf, gue terlalu terbawa suasana.. " ucap ku.
setelah adegan saling melumat tadi aku dan bayu jadi merasa canggung entah kenapa, aku merasa malu karena telah berani berciuman dengan sahabat ku sendiri.
sore hari bayu pun pamit pulang dan aku pun masuk ke kamar, aku masih bisa merasakan bibir bayu aku terus memegang bibir ku,
" aaahh kenapa aku bisa segila itu.. " ucap ku sambil mengacak - ngacak rambut
####
dua hari sudah semenjak kejadian di rumah ku itu bayu masih bersikap biasa saja, sedangkan aku entah kenapa setiap kali aku bertemu dengan nya jantung ku berdetak lebih cepat.
aku selalu rindu dia, rindu pelukan nya dan.. aku merindukan bibir nya.. ah terlihat gila memang.
tapi itu lah kenyataan nya kini aku merasa tergila - gila dengan nya, tapi aku tidak bisa mengungkapkan nya.
__ADS_1
aku takut setelah aku mengatakan perasaan ku yang sebenarnya bayu malah pergi menjauh dari ku. jadi biar lah seperti ini, aku akan menyimpan perasaan ini entah sampai kapan.
yang terpenting aku masih bisa berada di sisi nya, walaupun itu hanya sebagai sahabat nya.