
seminggu sudah mamah meninggalkan amelia dan dion, saat ini amelia sangat membutuhkan bayu.
tapi apa mau di kata, sudah dua minggu bayu tidak menghubungi nya. amelia sudah berulang kali menghubungi bayu tapi tetap saja tidak ada jawaban bahkan telepon bayu tidak aktif.
" apa kamu segitu sibuk nya sampai gak sempat buat hubungi aku sebentar saja.. aku sangat butuh kamu saat ini, aku ingin kamu memeluk ku.. " guman amelia
sepulang dari kantor dion masuk ke kamar kakak nya itu, dia membawa sepiring nasi.
" mba katanya belum makan ya dari tadi siang.. mba harus makan nanti kalau mba sakit aku gimana.. mba kan tahu sekarang kita tidak punya siapa - siapa lagi aku sekarang cuma punya mba.. " kata dion sambil memeluk tubuh amelia
" mba harus bangkit mamah sudah tenang disana kita juga harus melanjutkan hidup, mba tahu mamah juga pasti tidak akan suka lihat mba kaya gini terus.. " tambah dion
amelia melihat kearah dion, apa yang di katakan oleh dion itu semua benar, dia seharus nya bangkit dan mulai membiasakan diri tanpa kehadiran mamah nya.
amelia pun memeluk tubuh adik nya sambil menangis.
" maafin mba dek, mba terlalu egois, mba terlalu larut dalam kesedihan sehingga mba gak memperhatikan kamu lagi.. kamu benar kini kita tinggal berdua dan apa pun yang terjadi kita akan selalu bersama.. " kata amelia
dion pun meminta amelia makan dan amelia mau makan dia mengambil piring yang di pegang dion dari tadi dan mulai memakan nya.
" kamu gak makan dek..? " tanya amelia
" aku gampang mba.. mba aja dulu yang makan aku gak mau lihat mba sakit.. " kata dion
amelia menyiuk nasi dan menyuapkan ke dion.
dion pun tidak menolak nya mereka makan bersama dalam satu piring.
besok pagi nya amelia sudah rapi dan menuju ke ruang makan disana sudah ada dion yang sedang sarapan.
dion melihat amelia dari atas sampai bawah
dia senang amelia mau keluar kamar dan sepertinya dia juga akan ke butik lagi.
__ADS_1
" mba mau kemana pagi - pagi sudah rapi begitu... ? " selidik dion
" mba mau ke butik, kan kamu sendiri yang bilang mba harus bangkit.. " jelas amelia
mereka pun memulai sarapan mereka setelah selesai amelia dan dion mulai berangkat ketempat tujuan masing - masing.
¤¤¤¤¤
dari sisi bayu semenjak kepergian nya ke london bayu sangat sibuk dia bahkan tidak punya banyak waktu untuk beristirahat.
walaupun pekerjaan disini di bantu oleh anak pemilik perusahaan tapi tetap saja bayu masih kerepotan.
dia sangat merindukan kekasih nya itu ingin sekali menghubunginya dan menanyakan kabar nya.
tapi apa mau dikata, waktu yang tidak bersahabat dengan nya.
sebenarnya gisel sangat mencintai bayu dari pertama kali melihat nya dulu, waktu itu dia berkunjung ke kantor papah nya dan melihat bayu yang juga berada di ruangan papah nya itu.
saat berkenalan dengan bayu gisel sudah tertarik dan dia berusaha untuk terus dekat dengan bayu.
seharus nya pekerjaan di london ini gisel yang mengurus nya tapi dia mencari peluang agar bisa bersama dengan bayu akhirnya dia mengajukan bayu agar bisa ikut dengan nya.
berbagai macam alasan gisel utarakan pada papah nya sampai bayu benar - benar bersama nya di sini sekarang.
mereka tinggal di satu apartemen yang sama karena apartemen yang mereka tempati sungguh luas serta terdapat empat kamar jadi mereka juga tidak mempermasalah kan nya.
toh mereka juga tidak tidur dalam satu kamar.
setelah selesai melihat - lihat proyek dilanjutkan dengan makan siang .
__ADS_1
malam pun tiba mereka kembali ke apartemen bayu langsung masuk ke dalam kamar nya begitu pula dengan gisel yang kebetulan kamar mereka bersebelahan.
setelah bersih - bersih gisel turun ke bawah dan mulai menuju arah dapur dia ingin memasak pasta untuk nya dan bayu.
setelah selesai dia berjalan ke arah kamar bayu, gisel mengetuk dan memanggil bayu tapi tidak ada jawaban dari dalam.
gisel pun memutuskan untuk masuk kedalam kamar bayu, saat gisel baru satu langkah masuk kekamar bayu, bayu keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk kecil untuk menutupi bagian bawah nya.
mata mereka bertemu dan suasana berubah menjadi canggung, gisel segera membalikan badan nya.
" maaf aku gak tahu kamu baru selesai mandi, aku cuma mau ngajak kamu makan malam, aku sudah masak pasta untuk kita berdua, segera lah turun.. " jelas gisel
" iya sebentar lagi aku turun.. " kata bayu
lalu gusel pun langsung meninggalkan bayu,
gisel mengingat kejadian barusan sejujurnya dia terpesona dengan tubuh bayu yang kekar dia juga ingin menyetuh tubuh itu.
sambil menunggu bayu gisel mengambil ponselnya nya dan membuka sesuatu dia membaca nya dengan serius.
" apa aku harus pakai baju seperti ini agar bayu tergoda.. ? " batin gisel saat melihat gaun tidur yang super tipis.
aku akan mencoba nya sebaik nya aku membeli nya saja, gisel pun membeli gaun itu lewat aplikasi yang ada di ponselnya.
bahkan dia tidak hanya membeli satu tetapi sepuluh baju sekaligus dengan warna berbeda.
bayu pun datang dan mereka mulai makan bersama.
" gimana enak gak.. ? " tanya gisel
" iya ini enak.. aku pikir kamu gak bisa masak.. " kata bayu sambil melihat ke arah gisel
" enak aja gini - gini juga aku tu pinter masak.. "
__ADS_1
mereka pun mulai melanjutkan makan mereka.