![Temporal Dimension [Menguak sejarah kerajaan Sunda]](https://asset.asean.biz.id/temporal-dimension--menguak-sejarah-kerajaan-sunda-.webp)
*Di dalam kamar Dimas
System "Ping! anda mendapatkan keahlian menghafal buku sekali lihat! apakah anda ingin memindai isi buku?"
Keberuntungan memang berpihak padaku! "iya pindai sekarang!" hanya dalam sekali lihat semua informasi masuk kedalam kepalaku.
Aku harus secepatnya melatih teknik pembuatan artefak ini dan membuat array teleportasi, tapi aku harus mencari bahan yang bagus untuk membuat artefak.
Dua hari kemudian.
"Berhasil! aku berhasil menguasai kemampuan membuat artefak. sekarang aku harus pergi mencari bahan yang bagus."
Dimas melangkah ke luar dan mendapati Sri sedang berdiri di depan pintu kamarnya. "nyimas apa yang lau lakukan di sini? kenapa tidak masuk saja?" tanya Dimas.
Dengan wajah kaget dan merah merona Sri menundukan kepalanya sambil membanyangkan pengalaman sebelumnya ketika dia menunggu dimas di dalam kamar dan apa yang terjadi setelahnya." kenapa kau diam saja nyimas?" tanya Dimas.
"Ti ... tidak apa kakang, aku hanya khawatir beberapa hari ini kakang tidak keluar kamar." dengan wajah di tekuk malu Sri berbicara dengan pelan.
"Jangan khawatir nyimas, aku hanya menghabiskan beberapa hari ini untuk bertapa dan berlatih." kata Dimas sambil mengusap rambut di kepala Sri manawangi yang nampak semakin malu dan kegirangan dengan perlakuan Dimas.
"Dan sekarang aku membutuhkan bahan material untuk membuat artefak." kata dimas.
Itu membuat Sri mengingat pesan dari tuan Basakara Cantaka.
"Kakang, tuan Basakara Cantaka menunggumu di gudang penyimpanan , sepertinya beliau ingin memberikanmu penghargaan karna telah membantu menyelsaikan masalah di tambang." begitulah pesan yang di sampaikan oleh Sri.
"Eh bukankah ini kebetulan yang luarbiasa? ayo kita pergi ke sana nyimas " kata Dimas sambil mengajak Sri yang berada si sebelahnya.
Dimas dan Sri berjalan menuju ruang penyimpanan negara dan terlihat sudah ada 3 orang yang menunggu mereka di sana.
Terlihat Basakara Cantaka dan juga Lusi sudah berada di depan pintu ruang penyimpanan. Dimas memperhatikan satu orang lainnya yang terlihat asing baginya.
"Mohon maaf telah membuat tian Basakara Cantaka menunggu saya" kata dimas,
__ADS_1
"Tak apa tuan Dimas, kebetulan saya juga baru datang, perkenalkan beliau adalah kepala penjaga ruang penyimpanan negara ini, namanya adalah Rukmana Suganda." Basakara Cantaka memperkenalkan kepala penjaga yang di utus oleh raja untuk memberikan hadiah atas pencapaian Dimas.
"Salam kenal tuan, maaf jika saya merepotkan anda" kata dimas sambil memberikan salam kepada kepala penjaga.
"Ini sudah menjadi tugas saya tuan Dimas, jadi tidak usah sungkan. mari saya antar kedalam." jawab Rukmana dengan ramah menyambut Dimas.
mereka pun masuk ke dalam untuk memilih hadian yang Dimas inginkan, di dalam sangat banyak sekali harta karun, mulai dari senjata, emas, dan barang antik lainnya, Dimas sama sekali tidak melirik harta harta tersbut dan langsung menanyakan apa yang dia cari.
"Tuan apakah di sini punya magic stone berkualitas tinggi?" Tanya Dimas.
Rukmana suganda terlihat kebingungan dengan apa yang Dimas tanyakan. "kenapa dari sekian banyak harta yang ada di sini anda lebih menginginkan magic stone?" tanya Rukmana.
" Saya membutuhkan magic stone berkualitas tinggi untuk membuat artefak" jawab dimas.
"Begitu ya, artefak apa yang ingin kau buat, maaf saya bertanya, masalahnya adalah agar saya bisa menentukan magic stone jenis apa yang harus saya berikan." tanya Rukmana.
"Tak apa tuan. saya ingin membuat artefak teleportasi" jawaban dimas membuat semua orang terkejut, tentunya artefak jenis ini belum pernah ada sebelumnya.
"Artefak macam apa itu tuan? saya belum pernah mendengar artefak semacam itu sebelumnya?" tanya Rukmana.
"Ada satu magic stone yang sifat nya seperti itu. dan magic stone itu dari iblis yang kamu kalahkan kemarin ini, barang ini sangat langka, tapi berhubung anda yang mendapatkannya maka anda berhak atas magic stone ini. jadi meskipun kamu tidak memintanya magic stone ini sudah di berikan padamu oleh raja, jadi silahkan kamu pilih barang lain yang ada di sini karna magic stone itu memang audah menjadi milikmu." kata Rukmana.
Dimas mengangguk dan mereka pergi ke tempat senjata, Dimas melihat beberapa senjata dan menemukan satu senjata yang menarik untuknya, dia melihat keris berbalut emas yang terlihat sangat indah, keris itu memancarkan cahaya ke emasan.
"Tuan bolehkah saya mengambil senjata ini.?" tanya Dimas.
"Tentu saja, itu bukanlah keris sembarangan, itu adalah keris cakra nagasakti. keris itu adalah harta peninggalan dari leluhur kerajaan ini yaitu Maharaja Lingga buana." kata Rukmana.
"Apa tidak masalah jika saya mengambil benda pusaka milik negara?" tanya Dimas.
"Tidak apa, raja sudah memberikan titahnya bahwa kamu boleh mengambil 1 benda apapun yang kamu inginkan." jawab Rukmana.
Setelah Dimas selesai memilih hadiah merekapun keluar dari ruang penyimpanan negara. Dimas melanjutkan latihannya untuk membuat artefak, sedangkan yang lain melanjutkan aktifitas nya masing masing.
__ADS_1
...----------------...
...----------------...
...****************...
*Dunia iblis.
"Trakkk!" terlihat lampu berwarna hijau pecah secara tiba tiba. Mashut Mathun iblis bertanduk yang memiliki rambut panjang berwarna ungu tua memandang lampu yang pecah tadi dengan mata yang memiliki pupil berwarna kuning.
"Siapa yang membunuh siluman yang aku kirim? aneh seharusnya tidak ada yang bisa membunuh siluman kelelawar, meskipun siluman tingkat rendah, tapi manusia tidak akan ada yg bisa menandingi kelincahannya belum lagi dia memilik pertahanan yag sangat kuat jika di banding para manusia, ini sangat menarik." gumam Mashut Mathun.
Mashut Mathun keluar dari ruang kerjanya, dia berjalan melalui koridor panjang menuju ruang tahta raja iblis. suasana di kastil itu begitu sunyi, dengan arsitektur bangunan yang begitu mencekam, tepat di ujung koridor terdapat pintu yang sangat besar dan tinggi dihiasi 2 patung iblis di kedua sisi pintu tersebut.
Mashut Mathun memasuki tuangan tahta raja iblis,dia berjalan mendekati singgasana Raja dan melaporkan kejadian yang telah terjadi sebelumnya.
Raja iblis Azazil mendengarkan laporan dari bawahannya secara seksama dan hanya bergumam setelah mendengarkan semua laporan dari Mashut Mathun, "apa dia kembali?" gumamnya.
Raja iblis Azazil merenung sejenak dan memberikan perintah, "selidiki kejadian ini secara diam diam dan jangan mencolok!" titahnya.
Mashut Mathun mengangguk dan lekas pergi keluar dari ruang singgasana raja iblis azazil.
...****************...
*Kamar Dimas.
Dimas terlihat sedang membuat Artefak teleportasi dengan bahan yang telah ia dapatkan. Dimas menggabungkan keris cakra nagasakti dengan sebuah magic stone berwarna merah darah.
"Hebat! aku tidak menyangka keris ini bisa menyatu sempurna dengan magic stone." ujarnya.
Dengan bantuan system dimas berhasil membuat artefak teleportasi dengan waktu singkat. Semua persiapan telah selesai dan sekarang waktu yang tepat untuk pergi dan kembali ke bumi.
Singkat cerita Dimas Lusi dan Sri pergi berpamitan kepada Basakara Cantaka dari kerajaan galuh. Lusi dan Dimas berpisah di tengah perjalanan menuju tujuan masing masing. Dimas dan Sri menatap kereta kuda yang di kendarai Lusi hingga tak terlihat lagi dari pandangannya.
__ADS_1
BERSAMBUNG.