Temporal Dimension [Menguak sejarah kerajaan Sunda]

Temporal Dimension [Menguak sejarah kerajaan Sunda]
Diplomasi 2 Kerajaan


__ADS_3

*Di ruang pertemuan.


"Selamat datang di ibukota kerajaan galuh, kami mengucapkan terimakasih kepada Duta besar Lucy Margareth De Asgar dari negara Asgar karna sudah jauh jauh datang ke negara kami,saya duta negara kerajaan galuh Basakara Cantaka." Basakara Cantaka menyambut kami dengan hangat.


"Terima kasih atas sambutannya tuan Cantaka. Saya beserta rakan saya sangat bersyukur bisa datang ke negara yang makmur ini, banyak hal yang bisa kami pelajari dari perjalanan ini."


"Tidak perlu sungkan nona margareth, mari kita lanjutkan keperluan kita, kita mulai dari bahan pangan, seperti yang kalian ketahui, negara ini di dominasi oleh petualang, jadi yang berprofesi sebagai petani sangatlah sedikit, jadi Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sangatlah minim" Basakara cantaka berbicala langsung ke intinya.


"Negara kami hampir 40% penduduk berprofesi sebagai petani dan pedagang, 20% sebagai tukang dan buruh, sisanya menjadi pegawai negri dan prajurit negara, wilayah kami di dominasi di sektor pertanian. dan yang paling kami banggakan tentu saja pasar tradisionalnya. pusat belanja terbesar di negara kami ada di sana. dan tentu saja harganya relatif murah. jadi kami yakin kami bisa memenuhi permintaan dari negara galuh." Lusi menegaskan bahwa dia mampu menjalin kerjasama dengan kerajaan galuh.


"Bagus lalu apa permintaan dari negara asgar?" Tuan cantaka langsung pada intinya lagi, hmm orang yang tidak bertele tele rupanya.


"Kami membutuhkan batu mana dari negara galuh untuk memperkuat pertahanan militer kami, seperti yang kita kahu bahwa negara asgar memang sejahtera di bidang pangan, tapi pertahanan kami sangat rentan, jika kami di serang, maka kami tidak akan bertahan lama dalam bertahan, mekipun kita tahu bahwa asgar menjadi militer dengan anggota terbanyak di benua ini, tapi jika hanya mengandalkan sumber daya manusia saja tentu itu tidak akan cukup, batu mana sangat penting untuk artefak sihir." Lusi menegaskan kekuatan militernya.


Tapi tentu saja tidak membukanya secara keseluruhan, dia tahu bahwa memberi tahu rahasia militer terhadap negara lain itu sangat berbahaya dan beresiko. makanya dia menegaskan bahwa negaranya memiliki sumberdaya manusia yang banyak. secara tidak langsung menegaskan bahwa tidak mudah menaklukan negara itu.


Sejenak tuan Cantaka terdiam menimbang sesuatu.


"Bagaimana jika negaramu sudah kuat kau akan menyerang negara kami?" seketika ucapan Cantaka membuat hening seisi ruangan. karna seperti yang sudah aku duga, Lusi sepertinya tidak menemukan alasan tidak menyerang galuh setelah negaranya kuat.


"Maaf apa boleh saya ikut berbicara.? perkenalkan nama saya Dimas, saat ini saya bertugas sebagai penjaga sekaligus penasihat dari nona Lusi." sepertinya aku sedikit membuat ketegangan sedikit melonggar.

__ADS_1


"Silahkan berbicara tuan Dimas, saya tidak keberatan jika anda penasihatnya nona margareth." aku senang tuan Cantaka orang yang bisa di ajak bicara.


" Baik saya akan menegaskan kembali bentuk kerjasama ini, point yang pertama adalah tujuan antar negara agar bisa saling menguntungkan, dan kita harus mengatur aturan agar tidak ada resiko dalam menjalin hubungan diplomatik. agar dapat terjalinnya sebuah kerjasama, kita harus mengutamakan perdamaian sebagai pondasinya. karna jika pondasinya itu sebuah keuntungan. maka di antara kedua negara akan semakin serakah dan tidak mementingkan perdamaian, menjaga perdamaian artinya menjaga keuntungan. karna dalam kerjasama antar negara bukan hanya dalam perdagangan, tapi juga dalam perkembangan negara itu, contohnya kita dapat menjual produksi berlebih agar dapat menjaga kestabilan harga barang, mengirimkan sumberdaya manusia agar dapat menekan tingkat kemiskinan dan pengangguran, melakukan pelatihan di bidang tertentu agar ke dua negara bisa lebih maju. itu sedikit contoh dari keuntungan sebuah diplomasi. secara tidak langsung itu akan menjalin persahabatan antara kedua negara. dan tidak ada alasan kenapa harus ada perang."


"Masuk akal, nona margareth sepertinya kita harus memperdalam hubungan antara negara kita. bukan hanya di perdagangan." sepertinya tuan Cantaka setuju dengan pemikiranku.


"Benar, dan kita juga harus saling membantu apabila di antara negara di serang negara lain. ah benar juga, negara kami juga membutuhkan bijih besi, saya dengar negara ini mempunyai tambang bijih besi yang melimpah " cetus lusi.


"Bijih besi ya, memang negara kami mempunyai tambang bijih besi, tapi akhir-akhir ini ada yang aneh di tambang ini, setiap 3 hari selalu ada orang yang menghilang di tambang, dan kami tidak tau apa yang terjadi, kami sudah menyelidiki tambang itu, tapi kami tidak menemukan petunjuk, jadi kami menutup sementara tambang tersebut." tegas tuan Cantaka.


"Bagaimana jika kami menyelidikinya tuan" aku bertanya karna ingin tau apa yang terjadi, meski ini bukan urusanku, tapi ini termasuk ke dalam penyelidikan.


"Tapi aku tidak bisa menjamin dengan keselamatanmu tuan, lebih baik tuan Dimas memikirkan kembali keputusan ini." tuan Cantaka memperingati agar aku mengurungkan niatku?.


"Jika tuan Dimas sudah memutuskan saya tidak bisa berkata apa apa lagi, saya akan membantu mengatur semuanya." begitu ucap tuan Basakara Cantaka.


Setelah semuanya selesai di bicarakan, kami di bawa ke tempat peristirahatan.


Pada tengah malam aku berkeliling menelusuri kerajaan ini, dan menemukan jejak ruang hampa. meskipun sangat kecil tapi aku bisa tau jika ini di gunakan seseorang, meski jejak ini sudah sangat lama. Tapi aku cukup yakin jika ada orang lain yang bisa menggunakan kekuaran ruang.


Aku tidak melanjutkan menelusuranku. karena aku harus bergegas kembali ke bumi dan memindahkan kerajaan pulo majeti, tapi aku masih bingung bagamana caranya memindahkan satu kerajaan.

__ADS_1


Ah benar juga, artefak! bagaimana caranya membuat artefak ya.? nanti aku tanya Lusi aja deh, sekarang pulang aja dan kembali tidur.


Waktu aku kembali ke kamar aku merasakan kehadiran seseorang, waktu aku masuk secara diam diam, ternyata.


"nyimas apa yang kau lakukan di kamarku.? ya benar, Sri manawangi yang berada di kamarku.


"A aku hanya ,etto, eehh, a,,aku hanya berjalan dan tidak sengaja nyasar ke sini ha hahah ha."


"Kau tahu kau tidak pandai dalam berbohong kan!" Dimas merangkul pinggangnya yang ramping lalu mendekapnya.


"Kau mulai nakal ya, berani masuk ke kamar seorang pria, apa kau pikir aku akan melepaskanmu?"


"kakang apa yang kau lakukan" Sri yang merasa terkejut sedikit berteriak dan berontak. tapi cengkraman tangan dimas tak bisa ia tahan, tangan kanan memeluk, sedangkan tangan kiri menahan dagu Sri hingga bibir dan wajah mereka berhadapan sangat dekat.


Wajah manis nan ayu Sri terlihat memerah, matanya mulai berbinar, Sri tak mampu memalingkan wajahnya karna Dimas memegang erat dagunya.


Dimas tak lagi mampu menahan hasratnya dan langsung mellummat bibir wanita itu, "aahhh kakang." nafasnya mulai memberat detak jantungnya yang tak karuan membuat suhu badannya mulai memanas. pikirannya melayang layang dan badannya mulai melemas gemetar.


Dimas membaringkan Sri di atas ranjang dan mulai melucuti pakaian milik Sri. terlihat jelas dua gunung kembarnya yang sangat indah dengan putting kecil merahmuda khas seorang gadis belia. dalam sekejap Dimas melummaat ****** merah muda itu dan meremasnya bagai serigala yang menerkam mangsanya. " Ahhh kakang, hentikan" geraman Sri sudah tak di hiraukan lagi olehnya.


Dimas sudah tak tahan menahan hasratnya. dia mulai melucuti pakaiannya. sekarang dua orang terlihat sudah tak memakai slembar kain di tubuhnya. Dimas menyodorkan exkalibur miliknya ke depan bibir tipis milik Sri, Dimas membuka mulut Sri dan memasukan senjatanya yang berotot dan keras. dimas mendorongnya hingga tenggorokan Sri sehingga membuatnya sesak untuk bernafas.

__ADS_1


Dan malam penuh gairahpun berlanjut hingga pagi menyingsing, silahkan anda berfantasi apa yang mereka lakukan selanjutnya.


BERSAMBUNG.


__ADS_2