![Temporal Dimension [Menguak sejarah kerajaan Sunda]](https://asset.asean.biz.id/temporal-dimension--menguak-sejarah-kerajaan-sunda-.webp)
Dimas menjerit meraung kesakitan merasakan panas yang belum pernah ia alami sebelumnya, Mashut Mathun mengangkat tubuh Dimas keluar, lalu mengeluarkan rantai dari penyimpanannya lalu mengikanya.
Setelah beberapa saat, tubuhnya mulai menyembuhkan diri. Kulit dan dagingnya yang terbakar perlahan mulai meregenerasi. Mungkin karena ini adalah tempat rahasia milik Ras Iblis. Tempat mereka melatih keturunannya sehingga mereka bisa menciptakan tubuh tiada tanding.
Meskipun Dimas sudah pulih dari lukanya, akan tetapi posisinya saat ini di ikat rantai oleh Mashut Mathun.
"Dasar iblis! Lepaskan aing aasu!" pekik Dimas murka.
Tapi Mashut Mathun tidak menghiraukan kicauan Dimas. Dia kembali melempar Dimas masuk ke dalam magma panas dengan wajah tersenyum puas.
Dimas yang hampir kehilangan akal saat itu sudah tidak berdaya, teriakan serta geraman yang ia keluarkan dari mulutnya kini sudah tak terdengar di telinga.
Mashut Mathun kembali mengangkat tubuh Dimas keluar. Tapi setelah Dimas pulih ia kembali melemparnya ke dalam magma.
Aktifitas latihan (penyiksaan) ini pun terus berlanjut hingga di titik tubuh Dimas tak lagi merasakan panas menyiksa atau sakit di tubuhnya. Kini Dimas berendam dengan sukarela dengan mata tertutup posisi bertapa.
Setelah Dimas membiasakan diri dengan suhu magma panas itu, Mashut Mathun ikut berendam bersama Dimas. Kini mereka benar benar seperti dua orang yang sedang menikmati pemandian air panas di dalam magma yang mendidih.
"Dasar iblis gila!"
Dimas tak henti hentinya memaki Mashut Mathun yang saat itu memang sangat menikmati melatih (menyiksa) tubuh Dimas. Akan tetapi Dimas pun tidak memungkiri bahwasanya pada saat ini tubuhnya jauh lebih kuat.
"Hey, bagaimana kau bisa yakin bahwa aku tidak akan mati saat masuk ke dalam sini (magma)," tanya Dimas.
"Itu karena kau setengah iblis. Saat kau meminum darahku, saat itu juga kau berubah menjadi iblis. Iblis di ciptakan dari api. Jadi mustahil kau akan mati oleh kehangatan magma ini," jelasnya.
"Darah dan dagingmu telah menyatu dengan darah iblis yang sangat murni. Jadi sebaiknya kau tak usah banyak bicara, gunakan waktumu untuk melatih kemampuanmu, serap sebanyak mungkin energi yang ada di sini," timpalnya.
Dimas kembali memusatkan konsentrasinya. fokus menyerap KI iblis secara sempurna. Kekuatannya dalam menyerap KI iblis sungguh luar biasa. Dalam sekejap saja KI iblis di sekitarnya mulai menipis karena terhisap masuk ke dalam tubuh Dimas.
Tubuhnya kembali memancarkan cahaya api ungu. Tapi lebih dari itu, di kepalanya terlihat satu tanduk yang mulai tumbuh di bagian kiri sepanjang 3 Centimeter.
Mashut Mathun pun terkejut melihat perkembangan pesat yang Dimas tunjukan. Dia tidak menyangka Dimas akan bertanduk secepat ini.
Setelah selesai latihan, Dimas mengeluarkan baju ganti dari ruang penyimpanannya. Mashut Mathun dan Dimas pun lekas pergi dan pulang ke kediamannya. Seperti biasa, para pelayan menyambut kedatangan tuannya.
Dan kali ini, Elfy. Gadis elf berambut perak yang bertugas melayani Dimas, sedangkan Clara, Khana dan yang lainnya pergi menyiapkan makanan di meja makan.
__ADS_1
Setelah selesai menyantap hidangan, Elfy pergi bersama Dimas mengantarnya berjalan jalan di kota.
"Elfy, apa kau pernah ke dunia manusia?" tanya Dimas.
''Tentu saja, Tuan. Dulu saya tinggal bersama dengan bibi saya di sana, tapi semenjak ibuku sakit sakitan di sini, saya berinisiatif untuk menggantikannya," jelasnya.
''Jadi ibumu dulu juga bekerja pada iblis kejam itu,? Tanya Dimas.
''Benar, dan dia tidak sekejam itu_-" jawab Elfy sedikit kesal karena Dimas telah mengatakan tuannya kejam. sepertinya Mashut Mathun orang yang di hormati oleh bawahannya.
Dimas
[ Ayo, hajar terus, hajar dia]
Ketika kami sedang berjalan dan berbincang, kami mendengar keramaian orang orang yang terlihat sedang berkerumun di sekitar pinggiran kota.
"Ada apa di sana?" tanyaku
"Itu hanya pertarungan jalanan biasa, mereka bertarung untuk berjudi," jelasnya.
Kebetulan aku juga ingin melihat sejauh mana aku bertambah kuat.
"Aku hanya punya 5 koin emas dan 30 koin tembaga, apa tuan ingin membeli sesuatu?"
"Aku ingin kau bertaruh untukku." Aku memintanya bertaruh untukku, dan dia hanya memperlihatkan wajah imutnya yang datar.
Aku berjalan mendekati meja tempat pendaftaran. "Apakah pendaftarannya masih di buka?" tanyaku kepada seorang resepsionis.
"Ya tentu saja, ini formulir pendaftarannya, baca semua syarat dan ketentuannya, dan jika kau setuju kau bisa mengisinya dan kembalikan padaku!" jawabnya sambil menyodorkan selembar kertas.
Setelah aku selesai mengisi formulir pendaftaran, akupun pergi menghampiri Elfy kembali.
Suara gemuruh penonton menggema di area pertarungan, aku memperhatikan beberapa petarung di sini, mereka cukup kuat dan jika di bandingkan dengan manusia di bumi, maka mereka jauh lebih kuat dan mungkin butuh satu batalion tentara modern untuk mengalahkan satu petarung di sini.
Setelah tiga pertarungan, sekarang giliran aku yang naik ke atas arena. Dan sudah terlihat di sisi sana seorang Lizard-man yang menjadi lawanku.
"Tuan-tuan dan nyonya-nyonya, sekarang saatnya untuk pertarungan terakhir hari ini, dari sudut kiri kita mempunyai seorang juara bertahan, Gabaru ... ! seorang Lizard-man yang sedang naik daun. Sedangkan dari sudut sebelah kanan kita mempunyai penantang baru dari ras setengah iblis, Dimas ... !"
__ADS_1
Seorang Master of Ceremony (MC) membawakan narasi yang memipin jalannya pertandingan, dan serakang berada di penghujung acara.
"Kedua lawan sudah beradu tatap dan sekarang saatnya untuk memasang taruhan kalian!" lanjut dari seorang MC
"Bukankah sudah jelas siapa yang akan menang? aku akan bertaruh kepada Gabaru," ucap salasatu penonton A.
"Hey belum tentu, lihat wajahnya itu penuh percaya diri, siapa tau dia memang sekuat itu," timpal penonton B lainnya.
"Apa kau bodoh? lihatlah perbedaan tubuh mereka, Gabaru tiga kali lipat ukuran tubuhnya, mana mungkin Gabaru kalah" jawab penonton A kembali.
"Kau benar juga, aku juga akan bertaruh banyak pada Gabaru di pertandingan terakhir hari ini."
Lebih dari delapan puluh persen penonton yang bertaruh kepada Gabaru, Dimas hanya tersenyum sinis kepada Elfy yang sudah mempertaruhkan semua koin miliknya.
Setelah semua selesai memasang taruhan, pertarungan akhirnya di mulai. Aku telah siap mengetahui sampai mana kekuatanku berkembang.
Aku menatap lawan dengan seksama, dia mulai berlari mendekat ke arahku, tubuhnya yang besar mempengaruhi kecepatannya dalam bergerak.
Aku sedikit mengelak ke samping untuk menghindari serangannya, aku tidak memakai hukum waktu karena ingin melihat seberapa kuat dan cepat tubuh fisikku saat ini.
Aku menggunakan black iron menjadikannya pedang dan menyerang bagian punggung Gabaru, namun refleks dari Gabaru cukup hebat, dia bisa lengsung menangkis seranganku menggunakan tombaknya.
Aku menggunakan tiga puluh persen dari kekuatanku, tapi aku tidak menyangka Gabaru akan langsung terpental ke luar arena dan menghantam bagunan sekitar yang langsung hancur.
Semua orang yang menonton pertandingan tercengang diam membeku dan mematung, semua terheran heran dengan apa yang baru saja terjadi.
"Apa yang baru saja terjadi?! pertarungan baru saja di mulai dan Gabaru yang selama ini menjadi juara bertahan langsung terlempar ke luar arena dengan sekali serang oleh seorang pendatang baru!" celoteh seorang MC.
Wasit langsung mengumumkan pemenang dari pertarungan.
"Selamat kepada pendatang baru kita! pertandingan hari ini selesai, mari kita datang lagi esok untuk pertandingan yang sudah di tentukan!" tutup dari MC.
"Tungu!" sesorang datang dengan suara yang lantang menghentikan suara ricuh di sekitar arena. Semua mata tertuju kepada seorang pria yang baru saja berteriak.
"Aku ingin melawanmu!" dengan suara lantang dia mengarahkan telunjuknya ke arahku!
Penampilannya tinggi besar dan memiliki kepala harimau putih. dia adalah demi human yang di buang dari ras nya karena memiliki bulu yang putih bersih."
__ADS_1
Dia adalah siluman harimau putih yang Di rumorkan hebat dalam kekuatan bertarungnya.