Temporal Dimension [Menguak sejarah kerajaan Sunda]

Temporal Dimension [Menguak sejarah kerajaan Sunda]
Dunia lain


__ADS_3

Ping


"Selamat karna sudah berhasil membunuh monster dunia lain, anda akan mendapatlan double expert di dunia lain selama satu hari."


"Luar biasa aku bisa naik 2 level hanya dari membunuh satu serigala ini. Sepertinya aku akan leveling seharian ini," gumam Dimas.


"Apa yang terjadi, kenapa orang ini tiba-tiba berada di belakang Serigala itu, dari mana dia muncul? Luar biasa! Ilmunya pasti sangat tinggi! Apakah Dia seorang Assasin?'' Gerutu dari gadis yang diselamatkan oleh Dimas.


"Tuan?" sapa gadis itu.


Terlihat seorang gadis keluar dari kereta kuda yang dia naiki, dan kedua pengawalnya Menghadang monster serigala tadi. Mereka diserang oleh serigala dalam perjalanan.


Dengan gaun yang indah dan sepatu kacanya. Gadis itu melangkah ke Dimas. Terlihat mahkota cantik menempel di kepalanya.


"Apa kalian baik-baik saja?" tanyaku.


"Kalau bukan berkat Tuan mungkin kami sudah mati. Terima kasih Tuan penyelamat karena sudah menolong kami, mungkin kata terima kasih saja tidak cukup. Aku tidak tahu Bagaimana kami membalas kebaikan Tuan." Celetuk Lusi yang menundukan kepalanya untuk berterimakasih kepada Dimas.


" Tidak perlu sungkan, Nona. Saya kebetulan lewat dan mendengar ada teriakan, saya pikir ada orang yang berada dalam bahaya jadi saya bergegas kemari untuk melihat situasi dan ternyata Nona sedang di Serang oleh monster itu," sahut Dimas.


" Ah saya lupa memperkenalkan diri, perkenalkan nama saya Margareth Lucy De Asgar, saya adalah Putri dari Duck Asgar," ucapnya.


" Ternyata putri dari, Duck Asgar. Mohon maaf atas kelancangan saya! saya tidak menyadari bahwa anda adalah putri dari Duck Asgar," sahut Dimas.


"Tidak tidak Anda adalah penyelamat saya! tidak seharusnya anda membungkukkan badan seperti itu, mohon berdiri tuan! Jika boleh tahu siapa nama Tuan ini?"


" Nama saya Dimas saya seorang pengembara, Kalau boleh tahu mau ke mana Putri ini bepergian?"


Sementara itu Sri yang berada di balik pohon mendekati Dimas dan bertanya "Kakang apa kamu baik-baik saja?''


"Kakang baik-baik saja, Nyimas." Jawab Dimas.


" Nona Margaret perkenalkan ini kekasih saya namanya Sri manawangi.''


Sri terkejut dengan apa yang katakan Dimas. Dia tidak menyangka bahwa Dimas akan menyebutnya sebagai kekasihnya. Dengan wajah merah merona Sri mengangguk dan tidak mengelak dengan apa yang dibicarakan Dimas.


" Kakang Saya mau bertanya, kenapa saya tidak bisa mengerti apa yang dikatakan Nona Margaret tapi aku bisa mengerti apa yang dikatakan Akang?"


"Ah aku lupa bahwa aku memiliki skill komunikasi sehingga aku bisa dimengerti oleh mereka berdua, sedangkan mereka berdua tidak akan mengerti apa yang mereka bicarakan," gumam Dimas dalam hatinya.


"Sistem Apakah aku bisa berbagi skill komunikasi?" Tanya Dimas kepada System lewat pikiran.


"Anda bisa membagikan skill komunikasi dengan cara mencium kening target dan bayangkan Anda berbagi skill dengannya''

__ADS_1


"Hai sistem Apa kau sedang bercanda denganku? Apakah tidak ada cara lain?"


"Tidak bisa! sistem tidak bisa mendeteksi cara yang lain."


"Aiihh sudahlah biar kucoba, jika tidak bisa akan ku hajar sistem ini!" Celetuk Dimas dalam hatinya.


"Nyimas Apakah kau bisa mendekat kemari?"


"Ada apa Kakang?" Tanya Sri.


Sri Manawangi berjalan mendekat ke arah Dimas.


"Bisakah kau menunduk dan Pejamkan matamu?" Tanya dimas.


Sri bingung apa yang akan dilakukan oleh Dimas. Hatinya terasa malu tapi dia menurut saja.


Ketika Sri menutup matanya Dimas mencium keningnya lalu.


Sri terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Dimas dan Putri Margaret pun, beserta kedua pelayanannya hanya bisa melongo dan terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Dimas.


"Kakang apa yang kamu lakukan! Kenapa kau mencium ku!" Teriak Sri kaget.


Dengan pipi yang memerah Sri menutup mukanya menggunakan kedua tangannya dan bergumam


" Tuan Apakah keberadaan kami di sini mengganggumu?" Ujar Putri Margaret yang melihat adegan tersebut .


"Tidak Putri Maafkan aku, tadi Sri tidak bisa mengerti apa yang kalian bicarakan, jadi aku barusan membagikan skill bahasaku dengan dia," jelasnya.


Sri marah dengan apa yang dikatakan oleh Dimas dan menendang kakinya.


"duk"


"Aaw!! Apa yang kau lakukan Sri Kenapa kau menendangku?" Pekik Dimas.


"Seharusnya itu pertanyaanku Kakang, kenapa kau tidak bilang saja jika kau ingin berbagi skillmu denganku," tanya Sri.


" hehehe jika aku bilang dulu mungkin kamu akan malu duluan," celoteh Dimas.


Sri tidak menjawab dan hanya membuat wajah yang nampak kesal dengan apa yang dikatakan Dimas.


'' Kalian sangat dekat ya! Kalian terlihat pasangan yang serasi,'' begitulah apa yang dikatakan oleh Putri Margaret.


Dimas dan juga Sri hanya menunduk malu mendengar perkataan Putri Margaret.

__ADS_1


"Ah benar juga, tadi aku belum menjawab pertanyaanmu Tuan. Kami sedang dalam perjalanan menuju ibukota kerajaan Galuh"


Dimas dan Sri Mana wangi pada saat itu terkejut dan tercengang dengan apa yang dikatakan oleh Margareth, karena pada dasarnya negara Galuh itu berada di bumi.


"Putri Margaret! Apakah kami diperbolehkan jika ingin ikut ke kerajaan Galuh" pinta Dimas.


Dimas bertanya dengan penuh semangat. Apakah dia diperbolehkan jika ingin ikut ke kerajaan Sunda Galuh.


"Tentu saja aku akan sangat senang jika kalian ingin ikut, di hutan ini sangat berbahaya, jadi aku bisa tenang jika kalian ikut bersama kami," jawab Lusi


"Ngomong-ngomong Putri, ada keperluan apa anda pergi ke kerajaan Sunda Galuh?" Tanya Dimas.


"Tuan tolong panggil saya, Lusi. saya tidak enak jika dipanggil Putri, karena saya bukan putri kerajaan Saya hanya putri dari seorang duck."


"Baiklah kau juga bisa memanggilku Dimas! senang berkenalan denganmu Lusi," celetuk Dimas.


"Saya pergi ke kerajaan Galuh. Karena kami sedang menjalin sebuah relasi, di mana kami bisa membuka jalur perdagangan antara negara Galuh dan kerajaan kami." jawabnya.


"Oh bukankah itu sebuah kabar baik. Ngomong-ngomong, Lusi. Apakah kau tahu asal usul kerajaan Galuh itu bagaimana?" Tanya Dimas.


"Aku tidak terlalu tahu.Tapi aku pernah mendengar dari para leluhurku bahwa kerajaan itu tiba-tiba ada, karena sebelumnya di wilayah itu hanya ada hutan belantara dan monster. Itu terjadi sekitar 300 tahun yang lalu " jawab lusi.


Lalu mereka pun melanjutkan perjalanannya menuju ke kerajaan Galuh. Di perjalanan mereka banyak menghadapi binatang buas seperti Goblin, Slim dan wolf. Semua monster dilawan oleh Dimas sendirian karena dia sedang leveling dengan bonus dua kali expert.


...****************...


...Keraton Sri Bima Punta Narayana Madura Suradipati ...


Di atas Singgasana terlihat Prabu Siliwangi ditemani oleh para Mentri dan Istrinya, Prabu Siliwangi terlihat gundah gulana seakan-akan khawatirkan sesuatu, beliaupun bertanya kepada para mentri.


"Apakah ada di antara kalian yang mendengar kabar dari Patih Ki Selang kuning? Ini sudah 20 tahun sejak aku memerintahkannya untuk membangun wilayah di Pulo majeti."


"Ampun Gusti Prabu saya mendengar kabar bahwa di Pulo majeti sudah berdiri Sebuah kerajaan yang dipimpin oleh raja yang bernama Ki selang kuning." Begitulah jawaban dari salah satu menteri sambil menundukan kepalanya.


" Tidak heran jika pada akhirnya Ki Selang Kuning mengangkat dirinya sebagai raja, mengingat totalitasnya dalam membangun Wilayah Pulo Majeti dari nol hingga berdirinya sekarang. Tapi yang aku heran kan kenapa dia memutuskan hubungan dengan kerajaan Galuh?"


" Ampun, Gusti Prabu. Tujuh tahun terakhir ini saja Pulo majeti sudah berhenti mengirimkan upetinya ke kerajaan ini," sahut salasatu mentri yang lain.


"Dulu aku memerintahkannya untuk membangun sebuah wilayah kosong di Pulo majeti, memang tidak meminta upeti, dia mengirimkannya pada awal-awal tahun itu mungkin karena rasa terima kasihnya tapi wajar jika saat ini dia tidak mengirimkan upetinya, mungkin untuk membangun infrastuktur di kerajaannya."


"Aku ingin melihat sendiri bagaimana keadaannya sekarang. Menteri Siapkan pasukan, kita akan mengunjungi Ki Selang kuning."


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2