![Temporal Dimension [Menguak sejarah kerajaan Sunda]](https://asset.asean.biz.id/temporal-dimension--menguak-sejarah-kerajaan-sunda-.webp)
Dimas menarik dirinya setelah sadar musuh tidak bisa di kalahkan dengan mudah. "Siapa kau sebenarnya! kenapa kau membunuh wanitaku?" teriak Dimas.
"Hahaha ... Tidak sopan jika aku tidak membalas keramahanmu setelah kau membunuh bawahanku, namaku adalah Mashut Mathun, aku adalah bawahan langsung dari raja iblis Azazil." jawabnya.
Dimas ingat dengan iblis yang dia kalahkan sebelumnya, rupanya dia yang mengirim iblis kelelawar ke dunia manusia.
"Lalu kenapa kau harus membunuh orang lain! akulah yang membunuh bawahanmu bukan dia!" teriak Dimas.
"Hahaha, membunuhmu langsung tidak akan menyenangkan, aku hanya ingin melihat manusia mana yang mampu membunuh bawahanku, dan ternyata cukup mengejutkan, kemampuan bertarungmu tidaklah buruk sebagai seorang manusia, pantas saja kau mampu membunuh bawahanku." jawabnya.
"Aaagggghhhh, sialan kau bangsaatttt!" Dimas kembali menyerang iblis itu dengan sekuat tenaga, gaya bertarungnya yang penuh emosi membuat Dimas penuh dengan celah.
Ketika Dimas mengayunkan pedangnya iblis itu menghindar dan melihat celah kosong di bagian uluhati Dimas, setelah Mashut Mathun menghindar seketika tinjunya masuk ke uluhati Dimas dan "Arrrgggggghhh." teriak Dimas
Dimas terpental dan badannya menabrak pohon besar hingga roboh dan Dimas mengeluarkan darah segar di mulutnya, nafasnya berat dan tak sanggup untuk berdiri, pandangannya mulai kabur dan hampir kehilangan kesadarannya. tapi dengan tekad nya yang membara Dimas kembali berdiri sekuat tenaga, mana di tubuhnya hampir habis karna tidak seperti di dunia lain yang memiliki sumber mana dimana mana.
Di saat saat terakhirnya Dimas memusatkan kekuatannya pada pedangnya. menggunakan skill santet dan menyerang di bagian jantung Mashut Mathun.
"kracck." Pedang Dimas menusuk di jantung Mashut Mathun, tapi tubuh Mashut Mathun berubah menjadi asap dan badannya kembali utuh, dari sana Dimas sudah kehilangan strategi untuk mengalahkan musuh, di tambah tubuhnya sudah babak belur dan mana nya juga hampir habis.
"System apakah ada cara mengembalikan manaku yang hampir habis?" tanya Dimas.
"Anda bisa menggunakan magic stone untuk memulihkan mana, tapi ada efek samping dari penggunaan magic stone, tubuh anda akan me merah dan panas sehingga setelah menggunakan magic stone tubuh anda tidak akan dapat bergerak selama beberapa hari." jawab Systems.
Dimas mengambil dua magic stone di dalam ruang penyimpanan dan menggenggam masing masing satu magic stone di antara kedua lengannya. Tubuhnya terlihat mulai memerah dan mengeluarkan asap putih, tubuhnya terlihat membesar dan memiliki kekuatan yang sangat dahsyat. sekarang dimas dipenuhi dengan kekuatan yang sangat besar sehingga luka-luka yang ada di dalam tubuhnya sembuh seketika.
Dimas mengangkat tangannya, senjatanya yang tergeletak di tanah datang menghampirinya, Dimas memasang kuda-kuda dan dalam sekejap melesat ke arah Mashut Mathun.
__ADS_1
Dimas melancarkan serangan nya bertubi-tubi, sekarang Mashut Mathun terlihat kewalahan menghadapi Dimas yang dengan ganasnya menyerangnya dengan brutal. terlihat beberapa kali serangan Dimas menghantam di tubuh musuh.
Dimas terlihat sangat marah tapi dengan pola Serangan yang berubah kini serangan Dimas tidak dapat diprediksi oleh musuh, Dimas hendak Mengayunkan pedangnya tapi tendangan yang masuk mendarat di perut musuh dan terlempar beberapa puluh meter ke dalam hutan suara ledakan keras terdengar hingga puluhan kilometer.
Dimas mengejar musuh yang terpental terbang di udara, sebelum tubuhnya menghantam tanah, serangan dari tendangan Dimas mendarat di pinggang bagian belakang musuh dan kembali terpental ke arah sebaliknya, tubuhnya menghantam dinding gunung hingga terjadi getaran yang sangat dahsyat.
" Hahaha, luar biasa! Kau adalah manusia terkuat yang pernah aku temui selama hidupku!" teriak Mashut Mathun menggema di kedalaman hutan.
Terlihat iblis itu mengeluarkan pil merah darah, dia memakannya lalu seketika tubuhnya berubah menjadi lebih besar dan tanduknya tumbuh lebih panjang, tubuhnya berubah menjadi merah seketika pakaian yang ia pakai robek hingga Hanya menyisakan celana yang ia pakai, kepalanya berubah menjadi banteng.
Kini terlihat dua makhluk merah besar sedang beradu kekuatan di dalam hutan Kerajaan Pulomajeti.
Melihat musuhnya yang berubah menjadi lebih besar Dimas tanpa kata langsung menyerang dengan kekuatan penuh, mereka beradu pukulan dan serangan demi serangan mereka lancarkan, tubuh mereka terkoyak oleh pedang dan senjata yang ibis itu gunakan, hutan seketika hancur lebur menjadi dataran yang tandus.
Mashut Mathun menarik dirinya menjauh dari jangkauan Dimas dan terbang di udara menggunakan sayapnya dan melancarkan serangan sihir api yang menyerang ke arah Dimas, Dimas yang melihat musuhnya melancarkan serangan sihir api merubah pedangnya menjadi tongkat bisbol dan menangkis semua serangan sihir api itu dan memantulkannya kepada musuh.
Entah mengapa mereka merasakan kesenangan tersendiri dari pertarungan yang sedang mereka lakukan. "Hahaha, apa hanya ini yang bisa kau lakukan manusia!" teriak Mashut Mathun.
Mengerti keadaan tidak bisa seperti ini terus-menerus Dimas berteleportasi ke belakang iblis itu dan menyerang punggung yang terbuka lebar di hadapannya.
Dimas menyerang punggung musuh menggunakan senjatanya dan menghempaskan tubuh musuh bersamaan dengan api serangannya yang mendarat di tanah. "Duarrr" tubuh iblis itu membentur tanah dan menyebabkan ledakan yang dahsyat sehingga membuat lubang besar.
Efek dari ledakan dahsyat itu membuat area sekitar berkabut, tanpa disadari musuh kembali terbang dan menyerang Dimas yang sedang berada di udara. kini mereka kembali beradu pedang dan saling melancarkan pukulan. anehnya bukan sakit yang mereka rasakan tapi mereka tertawa lebar menikmati pertarungan yang sedang mereka lakukan.
Ini seperti melihat dua orang penggila bertarung sedang menikmati pestanya, mereka terus bertukar pukulan hingga akhirnya mereka mulai lunglai kehabisan tenaga.
Kini mereka berdua bahkan tidak kuat mengangkat senjata masing-masing dan hanya melancarkan pukulan dengan lunglai hingga akhirnya mereka berdua jatuh di tanah menghadap ke langit. tubuh mereka kini sudah kembali normal
__ADS_1
" Hey apa kau benar-benar manusia? Aku bahkan tidak bisa mengalahkanmu" tanya Mashut Mathun.
" Diam kau! aku tidak akan pernah memaafkanmu karena telah membunuh Kekasihku" sahut dimas lemas.
"Ah dia ya? kau tenang saja, aku bisa menghidupkannya kembali hanya dengan menjentikkan jariku jika kau mau" jawabnya.
"Apakah kau bisa menghidupkan kembali orang yang sudah mati?" tanya Dimas
" Kau pikir aku ini siapa? aku itu adalah iblis tingkat tinggi, menghidupkan orang mati itu tidak ada apa-apanya bagiku. begini-begini Aku itu setingkat Dewa loh" jawabnya sombong.
"Lalu kenapa kau repot-repot mencariku untuk membalas dendam, bukankah kau hanya perlu menghidupkan bawahanmu kembali?" tanya Dimas
"Aku tidak membutuhkannya karena dia adalah siluman yang aku ciptakan dari kekuatanku dan aku mempunyai banyak yang seperti mereka, Aku Hanya penasaran dengan orang yang telah membunuh bawahanku, jadi aku mencarimu ke sini, Ternyata kau melebihi ekspektasiku Aku bahkan tidak bisa mengalahkanmu." bebernya.
Mashut Mathun mengangkat tangannya dan menjentikkan jarinya, seketika keadaan di kerajaan mulai ramai dengan kejadian yang sangat aneh, tubuh putri Sri Manawangi yang telah hancur kembali utuh, tulang, kulit, daging dan darah semuanya kembali menyatu, Tak ada satupun yang tertinggal dan seakan tubuhnya tidak pernah hancur sama sekali, detak jantungnya mulai muncul dan nafasnya mulai kembali dan Sri Manawangi membuka matanya kembali.
"Kekasihmu sudah sadar, sekarang kau bisa tenang kan. ah ngomong ngomong bisakah kau mengantarkanku pulang? aku tidak bisa kembali kalau tidak menggunakan retakan ruang yang tadi." pinta Mashut Mathun.
"Aku tidak akan bisa bergerak untuk beberapa hari, kau harus menunggu untuk itu." jawab Dimas.
"Hei aku tidak se senggang itu, masih banyak pekerjaanku di dunia iblis." pangkasnya
"Kau pikir semua ini salah siapa bajingan." jawab dimas.
"Hahaha." mereka berdua tertawa lepas dengan tubuh babak belur, dari pertarungan hidup dan mati, mereka menemukan teman sejati.
BERSAMBUNG.
__ADS_1