Temporal Dimension [Menguak sejarah kerajaan Sunda]

Temporal Dimension [Menguak sejarah kerajaan Sunda]
Tragedi


__ADS_3

Dimas dan Sri pergi menuju tempat awal mereka datang, untuk kembali Dimas membuka kembali ruang hampa yang menghubungkan kedua dunia. Dimas berhasil membuka retakan ruang dan lekas mereka berdua memasukinya untuk kembali.


Tidak jauh dari tempat Dimas membuka retakan ruang, ada sepasang mata yang menyaksikan kejadian itu. wujudnya berubah menjadi asap dan tertiup angin memasuki celah ruang yang hampir menutup sepenuhnya. hingga saat inipun tidak ada yang menyadarinya.


Dimas dan Sri berhasil kembali ke bumi dengan selamat. Mereka terlihat keluar dari retakan ruang yang di jaga oleh beberapa prajurit pulomajeti, entah kenapa ekspresi wajah mereka seakan kebingungan dan merekapun mengantar Dimas dan Sri ke singgasana Raja.


...----------------...


"Kenapa kalian kembali begitu cepat? apakah terjadi sesuatu di dalam sana?" tanya prabu Selang Kuning.


Dimas dan Sri kebingungan dengan apa yang di tanyakan prabu selang kuning. "Maaf apa maksud gusti Prabu?" tanya dimas.


"Kalian baru saja masuk dan sekarang sudah kembali, aku bahkan baru beberapa saat duduk disini setelah kepergian kalian." pungkasnya.


"Maaf gusti Prabu, kami sudah tinggal di dunia itu lebih dari 3 purnama, kami juga tidak mengerti dengan apa yang terjadi, tapi mungkin ini karena kami melewati ruang dan waktu yang menyebabkan kami tiba di sini lebih awal." jawab Dimas.


"Apa maksudmu Dimas, coba jelaskan!" tanya prabu Selang Kuning semakin heran dengan apa yang di katakan oleh Dimas.


"Saya pernah mendengar ada kisah seseorang pernah pergi menembus langit ke 7 hanya dalam satu malam, beliau pergi sekitar 900 tahun yang lalu, tepatnya di antara tahun 620/621 masehi. Penjelasan teori tersebut, bahwa perbandingan nilai kecepatan satu benda dengan kecepatan cahaya akan berpengaruh pada keadaan benda. Semakin dekat nilai kecepatan sebuah benda (v) dengan kecepatan cahaya (c), maka semakin besar pula efek perlambatan yang dialaminya (t’). Ketika benda itu menyamai kecepatan cahaya (v\=c), benda itu sampai kepada keadaan nol."

__ADS_1


"Kaitannya dengan kisah perjalanan beliau, saat seseorang meluncur ke angkasa dengan pesawat berkecepatan cahaya, maka ia mengalami pertambahan usia yang lebih lambat dari yang seharusnya di bumi. Saat kembali ke Bumi, ia hanya bertambah beberapa waktu saja. Jika pesawat mampu melaju lebih cepat dari kecepatan cahaya, saat kembali ke bumi artinya ia kembali ke masa lalu." penjelasan Dimas membuat Prabu Selang Kuning bertambah bingung.


"Jadi apa intinya?" tanya Prabu Selang Kuning.


"Intinya, di kedua dunia tidak ada perbedaan waktu, tapi saat kita melewati celah dimensi, disana hukum waktu sangat kacau, kami beruntung bisa kembali ke sini di waktu yang tepat, jika kami kembali beberapa ribu tahun kemudian atau sebaliknya. mungkin kita tidak akan bertemu." pungkas Dimas.


Prabu Selang Kuning mengangguk dan sedikit mengerti inti penjelasan Dimas. lalu Dimas menceritakan perjalanannya di dunia lain, Ki Selang Kuning mendengarkan cerita Dimas dengan seksama. "Begitulah yang terjadi gusti Prabu." pungkas Dimas.


"Kamu bilang di sana ada kerajaan Galuh? ini cukup mengherankan, tapi dari keris yang kamu berikan ini aku jadi mengingat sesuatu." sahut ki Selang.


"Apa itu gusti?" tanya Dimas.


"Lalu apa yang terjadi?" tanya Dimas.


"Dua ribu pasukan yang berangkat dari kerajaan Sunda Galuh tidak pernah kembali, banyak orang yang bertanya tanya apa yang sebenarnya terjadi, ada yang bilang bahwa mereka semua di bantai, ada juga yang bilang bahwa mereka sengaja di adu domba dengan kerajaan Majapahit agar berperang, tidak ada bukti jelas mengenai insiden itu, tapi setelah melihat keris ini aku yakin ada kisah di luar nalar yang telah terjadi saat itu." pungkasnya.


Dimas mengerti apa yang di ceritakan ki Selang Kuning pasti ada sebuah insiden tersendiri dari kejadian itu. bahkan di abad ke 21 pun sejarah itu masih simpang siur, dan di lihat dari keberadaan kerajaan Galuh di dunia lain dan sejarahnya membuktikan bahwa Dua ribu rombongan raja Prabu Lingga Buana entah mengapa bisa sampai di dunia lain dan berhasil mendirikan kerajaan di sana.


Karena semua laporan telah di sampaikan Dimas dan Sri pergi berpamitan kepada ki Selang Kuning, mereka meninggalkan ruang tahta raja dan hendak kembali ke kediaman masing masing, tapi ketika Dimas baru saja membalikan badannya, suara ledakan terdengar tepat di belakangnya dan mendapati kepala Sri menggelinding di bawah kaki Dimas.l

__ADS_1


Dengan wajah tegang dan penuh ke putus asaan Dimas membatu seketika. wajahnya membeku tanpa kedipan mata yang perlahan memerah, lututnya terjatuh dan berteriak sembari merangkul dan memeluk kepala Sri yang berada di kakinya, Dimas menangis penuh emosi mendekap erat kepala perempuan yang sangat di dicintainya. semua orang yang berada di sekitar tak berkutik sedikitpun, semua penjaga yang berada di sana melihat betul apa yang terjadi.


Dimas mengangkat kepalanya dan menyebarkan pandangannya, dengan mata merah dan terlihat semua urat yang ada di lehernya terlihat tegang, jelas itu sebuah emosi yang tak terbendung, Dimas menyebarkan pandangannya melihat setiap sudut mencari siapa yang berani membunuh wanitanya.


Lalu Dimas menemukan sesosok pria bertanduk yang memiliki rambut panjang dan mata kuning yang terlihat seperti predator. terlihat pria itu masih belum menurunkan tangannya yang mengarah ke tubuh Sri yang tercerai berai setelah terkena tembakan sihir api yang di lontarkan pria itu. Dimas menurunkan kepala Sri dan berteriak.


"Bangsaaaattttttt!" teriak Dimas sambil teleportasi ke arah pria iblis itu dan menyerangnya dengan senjata logam URU yang dia dapatkan sebelumnya, terlihat senjata itu berubah menjadi sebuah pedang hitam legam yang bahkan saking hitamnya cahaya tidak bisa memantulkan tekstur pada setiap ukiran pedang itu.


Dimas terbang di udara menyerang iblis itu, tapi Iblis itu menahan serangan Dimas dengan mudah, menangkisnya dengan belati ungu dengan bilah merah menyala, Dimas menambah kekuatan serangannya dan terlihat iblis itu cukup kewalahan dengan tenaga Dimas sehingga Iblis itu terpaksa membelokan serangan Dimas dan sedikit menghindar ke sabelah kiri.


Dimas cukup terkejut Iblis itu bisa menahan serangan dari senjatanya yang bisa memanipulasi gravitasi meskipun hanya 10% kekuatan yang bisa Dimas keluarkan dari senjatanya itu.


Dimas tidak kehabisan akal, dia memperlambat waktu dan menyerang Iblis itu dengan cepat, tapi Dimas kembali di kejutkan dengan apa yang terjadi saat itu, mata dari iblis itu mengikuti pergerakan Dimas seakan akan ia tidak tepengaruh dengan perlambatan waktu yang ia gunakan. Dimas terus melancarkan serangan ke arah Iblis itu tanpa henti, tapi iblis itu juga tanpa hentinya berhasil menangkis semua serangan Dimas.


Para penjaga hanya melongo melihat pertarungan gila mereka, mereka hanya melihat rentetan kilatan cahaya dan suara adu pedang yang sangat cepat.


Dimas menarik dirinya setelah sadar musuh tidak bisa di kalahkan dengan mudah. "Siapa kau sebenarnya! kenapa kau membunuh wanitaku?" tanya Dimas


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2