![Temporal Dimension [Menguak sejarah kerajaan Sunda]](https://asset.asean.biz.id/temporal-dimension--menguak-sejarah-kerajaan-sunda-.webp)
Setelah beberapa hari perjalanan mereka berdua akhirnya keluar dari zona neraka. langit yang merah telah mereka lewati dan berganti dengan langit berwarna ungu. di sana mulai terlihat banyak tumbuhan yang berwarna ungu. mungkin ini adalah perbatasan antara langit merah dan biru.
Merekapun memutuskan untuk beristirahat karna hari sudah mulai gelap, bukan karena lelah atau apa. hanya saja mereka memang sedang tidak terlalu terburu buru. Mata Dimas terbelalak di suguhi dengan indahnya langit malam berwana ungu di sertai petir yang sangat memanjakan mata.
Dimas sejenak menikmati tarian petir yang sedang menari nari di atas cakrawala, meskipun bagi manusia ini seperti bencana, tetapi menyimpan keindahan tersendiri di balik bahayanya.
"Apakah tujuan kita memiliki langir berwarna biru?" tanya Dimas.
"Ya tentu saja! Di ibukota kerajaan tidak ada bedanya dengan dunia manusia, tetapi hanya wilayah ibukota kerajaan saja yang memiliki langit biru dan kita besok sudah sampai di sana" jawabnya.
"kenapa bisa seperti itu?" tanya Dimas penasaran.
"Karena di sana penduduk di dominasi oleh Demi human, makhluk setengah iblis. Yang mana jika dalam posisi santai lebih suka udara segar. berbeda dengan iblis murni, mereka cenderung lebih suka tinggal di dataran yang lebih panas" paparnya.
"Lalu bagaimana dengan, Raja nya? bukankah dia juga tinggal di ibukota?" tanya Dimas.
"Kau akan tahu jika kita sudah sampai" pungkasnya.
Merekapun mulai beristirahat dan Dimas lebih memilih untuk bermeditasi untuk menghabiskan malam nya. Dia sadar bahwa di dunia iblis memiliki aura kekuatan yang berbeda dari dunia manusia.
Dimas merasakan aura seperti mana, tetapi lebih agresif dan lebih kuat. "System tunjukan informasi tentang aura di dunia ini!" titahnya.
"System mendeteksi bahwa aura ini adalah KI Iblis murni. KI iblis berbahaya bagi manusia dan dapat menyebabkan kehilangan kendali atas diri sendiri, berhubung player telah mengonsumsi darah murni iblis, maka player sekarang berganti ras dari manusia menjadi manusia setengah iblis dan KI iblis tidak akan berpengaruh negatif kepada player." paparnya.
Dimas tercengang mengetahui bahwa dirinya bukan lagi manusia, sekejap dia melohok tak percaya bahwa dirinya kini menjadi manusia setengah iblis.
"Apakah ada cara menyingkirkan darah iblis ini dan kembali ke manusia normal?" tanya dimas lemas.
"Tidak ada! darah iblis telah menyatu sepenuhnya kedalam diri anda, dan itu bukan sesuatu yang buruk, justru ini adalah hal baik bagi anda karena anda dapat menguatkan daya serang dan pertahanan jauh lebih kuat di bandingkan tubuh manusia biasa" jelasnya.
Dimas sedikit merenung, dan tak lama dia bisa menerima bahwa dirinya bukan lagi manusia biasa. "Mungkin ini bukan hal buruk" gumamnya.
__ADS_1
"System akan memberikan buku panduan teknik penyerapan KI iblis" tawarnya.
Setelah Dimas mempelajari teknik penyerapan KI iblis, Dimas melanjutkan bersemedi. dengan posisi bersila, aura hitam yang pekat mendekati tubuh Dimas lalu di serap oleh tubuhnya, tak lama kemudian tubuhnya mengeluarkan aura cahaya ungu yang terlihat seperti api yang menyala nyala.
Dari kejauhan Mashut Mathun memperhatikan Dimas sedari tadi.
"Dia manusia yang menarik, bahkan tanpa bimbingan siapapun dia mampu menyerap KI iblis secara sempurna, aku tidak salah membawanya kemari" gumamnya.
Keesokan harinya mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju kerajaan iblis dan tak perlu waktu lama sampai mereka sampai di gerbang masuk kota. Dan benar saja, langit di kota terlihat biru dan cerah di kelilingi langit merah di sekitarnya.
Tapi ada yang membuat Dimas lebih terheran. di belakang ibukota terdapat sebuah gunung berapi yang menjulang tinggi. tapi di tengah gunung sampai puncak gunung itu di selimuti oleh kabut tebal.
"Kabut apa itu?" tanya Dimas.
"Itu yang kukatakan sebelumnya, itu adalah kastil Raja iblis. dari luar memang terlihat seperti gunung berapi biasa. tapi jika kau mulai mendekat maka kau akan melihat kastil yang megah" jawabnya.
"Jadi kabut itu yang membuat kastil Raja iblis memiliki aura seperti neraka?" tanya Dimas.
Mereka pun memasuki kerajaan di sana terlihat berbagai ras demi human seperti lizardman Goblin werewolf dan berbagai ras lainnya.
Dimas akhirnya tiba di sebuah bangunan megah bak istana, ini seperti rumah untuk para bangsawa.
"Ini tempat apa?" tanya Dimas.
"Ini kediamanku," jawab Mashut Mathun
Dimas teringat dengan kata yang Mashut Mathun bicarakan kalau dia adalah bawahan langsung dari raja iblis Azazil. Yang artinya dia adalah bangsawan di kerajaan iblis, tak heran jika kediamannya semegah ini.
Ketika mereka masuk, para pelayan menyambut kedatangan mereka, ada lima Maid yang terdiri dari beberapa ras demi human, ada dua orang dari ras serigala putih (Moly & Milo), satu elf (Elfy), satu ras kucing (Khana) dan satu lagi dari ras anjing(Clara).
"Semuanya dengar! Dia adalah tamu kehormatanku namanya Dimas, perlakukan dia seperti aku" titah Mashut Mathun kepada para pelayannya.
"Baik tuan" jawab mereka serentak menundukan kepala.
__ADS_1
"Antar dia ke kamarnya dan penuhi semua kebutuhannya. biarkan dia istirahat!" pungkasnya.
Khana si gadis kucing mungil mengantar Dimas ke kamar, sedangkan yang lain pergi ke dapur menyiapkan makanan.
"Terimakasih sudah mengantarkanku! siapa namamu?" tanya Dimas.
"Nama saya Khana tuan" jawab nya gugup.
"Baik aku akan memanggilmu Nana, sekarang kamu bisa kembali" ujar Dimas.
"Ta ... Tapi, tuan ... Saya di perintahkan untuk melayani anda" ucapnya terbata bata.
Melihat tingkah imutnya yang sangat menggemaskan Dimas malah menggoda gadis kucing itu sambil mengelus kepalanya.
"Apa kau serius dengan kata katamu?" dengan nada menggoda Dimas mengelus kepala pelayan kucing itu dan mendekatkan wajahnya ke wajah Khana.
"Sa ... saya!" wajahnya memerah dan matanya tertutup dengan nada bicara gemetar dan tangannya melayang mendarat di pipi Dimas.
"Plakk" suara tamparan nyaring menggema di dalam kamar. Khana berlari keluar kamar dengan wajah merah karena malu. tapi dalam sekejap wajahnya panik karena baru sadar bahwa dia baru saja menampar tamu kehormatan tuannya.
"Aaahhhh ... apa yang sudah aku lakukan!" gumam Khana panik.
Dimas yang terkejut hanya tertawa geli dengan tingkah lucu Khana. lalu Dimas menghampiri Khana yang berada di luar.
Khana yang gemetar takut Dimas akan marah semakin gelisah melihat Dimas menghampirinya. lututnya terjatuh di lantai karena gemetar lemas, lalu diapun meminta maaf dengan nada gemetar.
"Tu ... Tuan maafkan saya, tuan. Sa ... Saya tidak bermaksud kasar" ucapnya gemetar sambil menumpahkan air mata.
Dimas jongkok dan mengusap air mata Khana yang membasahi pipinya, "Sudah jangan nangis, Khana. Maaf aku tadi hanya menggodamu" ucapnya menenangkan Khana.
Akhirnya Khana kembali tersenyum tau bahwa Dimas bukanlah orang yang jahat, dia kembali ceria dan Dimas pun kembali ke kamarnya untuk beristirahat.
BERSAMBUNG.
__ADS_1