![Temporal Dimension [Menguak sejarah kerajaan Sunda]](https://asset.asean.biz.id/temporal-dimension--menguak-sejarah-kerajaan-sunda-.webp)
Pagi berikutnya Dimas membuka matanya, ia merasakan kehangatan di bagian perutnya.
Saat mebuka selimut, Dimas menemukan seorang gadis ras anjing tertidur lelap di perutnya.
pakaiannya sungguh erotis, hanya menggunakan selembar kain tipis di tubuhnya. tubuhnya cukup menggoda bagi pria yang melihatnya, dengan ukuran dada G-cup nya yang menggoda dia menindih tubuh Dimas.
Dimas mengusap kepala gadis itu yang memiliki telinga anjing. Dan gadis itupun terbangun dari tidurnya.
"Selamat pagi, Clara," sapa Dimas.
"Selamat pagi, Tuan" jawab sambil menguap karna masih ngantuk.
"Kenapa kau tidur di tempatku, Clara?" Lanjut Dimas.
Tanpa menjawab pertanyaan Dimas, Clara sedikit turun dari perut Dimas dan langsung menggapai senjata milik Dimas.
Dimas sedikit terkejut dengan tindakan Clara yang berani dengan tindakannya itu, Dimas tidak melawan dan pasrah dengan keadaan, tubuhnya mulai menggeliat memanas dan mengerang kenikmatan.
Dimas juga tahu jika dia menolak, maka itu akan menyakiti hati Clara yang seorang perempuan. Dimas semakin panas dan kenikmatan setelah dia merasakan sensasi lembut dan basah menenggelamkan senjatanya.
__ADS_1
Clara melumatt kepala senjata milik Dimas yang ingin dia lahap habis hingga ke gagangnya, meskipun itu mustahil karena sejata Dimas yang gagah dan berani terlalu besar untuk ia lahap sepenuhnya.
Clara terus memainkan gagang senjata milik Dimas menggunakan tangannya yang halus dan licin sembari melahap kepala senjata itu.
Setelah merasa cukup, Clara kembali memanjat tubuh, Dimas. terlihat jelas dua daada indah bergelantungan di depan mata Dimas, tak pikir panjang, Dimas langsung saja melahap buah surga itu tanpa sungkan.
Suara dessah Clara yang terdengar jelas oleh Dimas membuatnya semakin brutal mellumat dan menggerayaami tubuh Clara.
Setelah merasa cukup Dimas mengakhiri pemanasannya dengan mellumat bibirr Clara. permainanpun semakin intens dan Clara pun menyodorkan lengannya untuk menggapai senjata milik Dimas.
Clara meluruskan akurasi senjata Dimas agar selaras dan mampu menebus lurus ke titik tembakan yang ia inginkan.
Merekapun mulai berguling dan menari seirama dengan nada nada indah yang mereka mainkan bersama. sesekali Dimas memegang ekor dan telinga gadis ras anjing itu.
Keringat bercucuran di kedua belah pihak, serangan dan erangan telah mereka lancarkan, hingga akhirnya Dimas sudah tidak mampu lagi bertahan dan memutuskan untuk mengakhiri pertarungan menggunakan jurus terakhir dari senjatanya.
Dimas menghentakan senjatanya menusuk hingga ujung di barengi dengan erangan dan gemetar di seluruh tubuh, Clara yang menerima serangan terakhir Dimas hanya bergeming dengan mulutnya yang menganga dan lidah yang menjulur keluar merasakan panas di dalam tubuhnya dari serangan terakhir Dimas.
Tubuh Clara terkapar lunglai hingga tak sadarkan diri mengeluarkan cairan aneh dengan sisa sisa keringat di sekujur tubuh nya.
__ADS_1
Di balik pintu kamar yang sedikit terbuka, sepasang mata menjadi saksi pertarungan mereka.
Dengan wajah panik dan tubuh gemetar, Khanam Bergeming di balik pintu, Khana yang baru saja datang ingin mengantarkan sarapan kepada Dimas. tak tahan menahan kaget, nampan yang ia pegang terjatuh bersamaan dengan roti dan susu yang ia bawa.
PRANG.
Suara nampan yang terjatuh mengagetkan Dimas yang baru saja menyarungkan pedangnya. sontak Dimas berteriak kaget karna suara itu tepat di balik pintu kamarnya.
"Siapa di sana!" Teriak Dimas.
Khana yang terkejut tentu saja tak berani menjawab Dimas kala itu. Dimas berjalan mendekati pintuĺ dan mendapati Khana yang bergeming lirih melihat Dimas mendekatinya.
"Ma ... Maaf, Tuan. Saya hanya ingin mengantarkan sarapan untuk tuan," jelasnya.
"Tidak apa, Khana. Kamu tenang saja, aku tidak marah kok, ayo masuk ke dalam," ajak Dimas.
"Eh ... Maaf, Tuan. saya masih banyak pekerjaan," tolaknya.
Khana lalu lekas berlari meninggalkan kamar Dimas. Dimas tersenyum melihat tingkah lucu Khana.
__ADS_1