
Dokter dan perawat berhamburan keruangan dimana Eki dirawat.
Mamah Eki, Ardi kakaknya Eki, Ali juga anggota dari batalyon yonif 3** tempat Eki dinas kaget melihat dokter dan perawat berdatangan dengan tergesa-gesa.
"Silakan tunggu diluar, biarkan dokter memeriksanya." Ujar perawat kepada Mega yang masih berdiri di ruang ICU.
Mega menutup mulut dengan kedua tangannya.
Mega berhambur keluar ruangan dan langsung memeluk Mamah Eki.
Mamah Eki sudah pasrah dengan keadaan anaknya.
Mamah Eki sudah mengiklaskan jika sesuatu hal yang buruk terjadi kepada anaknya, karena bagaimanapun kematian itu pasti. kita hanya menunggu giliran.
"Apa yang terjadi didalam???" Tanya mamah Eki berusaha bersikap biasa dan tegar.
Mega tidak menjawab, dia hanya diam dan berusaha menahan air mata nya agar tidak lolos kembali dari pelupuk matanya.
Tiba-tiba dokter keluar.
" Bagaimana keadaan anak saya??? " Tanya mamah Eki.
" Maaf bu...Pasien sudah meninggal dunia"
" Innalilahiwainnailaihi rojiun..." Ucap seluruh orang yang ada di ruangan tersebut.
" Tidaaaaaaakkkkkkkkk......!!!!" Teriak Mega dan langsung berlari kedalam ruang ICU diikuti semua orang yang ada di luar ruangan.
Dia melihat Eki yang sudah tertutup oleh selimut putih milik rumah sakit.
" Aaaaaaaahhh, tidak mungkin. Ini tidak mungkin." kata Mega sambil mendekati Eki yang sudah terbujur kaku.
Mega meremas selimut rumah sakit dan membuka nya. dia melihat wajah Eki yang sudah pucat pasi.
" Mamaaaaah, Mamah bangunkan bang Eki Mah...!!!!" Teriak Mega kepada Mamah nya Eki.
" Mah bangunkan dia!!!!" Mega menggoyang-goyangkan badan Mamah nya Eki.
" Bang Ardi tolong bangunkan adikmu, aku mohon. dia bilang mau tidur, kami tadi masih ngobrol."
Semua orang yang ada disana hanya diam menyaksikan Mega yang histeris.
" Bang Ali, bangunkan sahabatmu. cepat bangunkan dia, bilang ini perintah komandan...!!!" kata Mega sambil sesegukan.
Ali hanya terdiam saat Mega menggoyang goyangkan badan nya.
" Rani...Ismi..Handa...bantu aku bangunin Bang Eki..cepat...dia udah janji ngajak aku jalan-jalan sekarang."
" Semuanya...tolong Mega bangunkan bang Eki!!!!!!!!" Teriak Mega semakin menjadi dan meraung-raung.
__ADS_1
" Mana komandan kompi B, mana????!!!! teriak Mega melihat seluruh orang yang berseragam TNI.
Semua menunduk tidak ada yang berani melihat ke arah Mega.
" Bangunkan dia, dia akan mendengar perintahmu dengan cepat. cepat bangunkan dia." Mega mendekati orang-orang yang berseragam Tentara. mereka masih menunduk tidak ada yang berani melihat ke arah Mega.
Kemudian Mega mendekati Eki kembali.
" Abang bangun, bagaimana aku membangunkanmu lagi. Mamah tolong bangunkan bang Eki" ucap Mega melemah.
" Sabar ya nak, Bang Eki mu sudah tidak ada"
" Mamah jangan bilang begitu, bang Eki pasti bangun. Dia hanya tidur."
" Bang banguuuun...!!!!!! " Mega berteriak kembali.
" Abang bangun, ajak Mega pergi jauh dari sini. Bilang ini cuma mimpi. Abang!!!!!!"
" Aaaaaaaaaaakkhhhh Mega berteriak dan mengacak ngacak rambut nya dan terduduk dilantai.
Kemudian dia berdiri kembali.
" Aku benci sama kamu Eki, Ayo bangun!!!"
" Kamu bahkan belum menjelaskan apa-apa, aku tarik kata-kataku, aku tidak pernah mencintaimu Eki, aku sangat membencimu. Apa yang kamu lakukan dengan perempuan itu. Aku butuh penjelasanmu. Bangun Eki Bangun!!!! "
" Bangun Ekiiiiiiii" Mega semakin berteriak.
" Bangunkan dia mamah, Mega mohon. Bangunkan anak Mamah, Aku belum marah sama dia."
" Eki banguuuuuuuuuuuuunnn...!!!" Mega memukul-mukul tempat tidur Eki, Dia menarik selimut yang menutupi tubuh Eki.
" Bangunkan dia!!! Siapapun tolong aku bangunkan dia."
Semua yang ada diruangan menyaksikan Mega yang meraung-raung tak kuasa menitikan air mata.
Handa.Ismi dan Rani langsung memeluk Mega.
Keadaan Mega saat itu sangat kacau.
" Ikhlaskan, kasian bang Eki." bisik Rani
" Kamu tidak pernah diposisiku, kamu mudah ngomong seperti itu."Mega menepis tangan Rani yang mendekapnya.
Tapi Rani Handa dan Ismi makin mengeratkan pelukannya kepada sahabat mereka Mega.
"Sabar Mega, kamu harus ingat kehendak Tuhan" bisik Ismi.
" Kita akan selalu ada buat kamu." Bisik Handa.
__ADS_1
Setelah Mega tidak meraung-raung seperti tadi.
Mamah Eki membenarkan selimut dan menutup kembali tubuh Eki., Kemudian dia berkata.
"kami akan membawa jenazah nya ke Sukabumi ucap mamah Eki."
" Jenazah akan kami bawa dulu kebatalyon Bu sebagai penghormatan terakhir dari seluruh anggota. Nanti akan ada serah terima jenazah kepada keluarga disana dan kami akan mengantarkan sampai ke Sukabumi.ada beberapa tim yang akan melaksanakan pemakaman secara militer."ucap seseorang.
" Baiklah " ucap mamah Eki mengelap air mata yang terus lolos dari matanya.
" Apa ini mimpi????" celetuk Mega.
" Tolong bilang kalau ini hanya mimpi."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Like.vote dan komentar ya.
I love you all😍🥰
teruma kasih dukungannya.
__ADS_1
Maaf authornya lagi mewek.
Besok lanjut lagi ya...ngumpulin dulu tenaga.