Tentara Penakluk Hati

Tentara Penakluk Hati
Episode 66


__ADS_3

Doni telah sampai di Bandung.Doni enggan mengetuk pintu kosan Mega karena waktu menunjukan pukul 03.00 pagi.Doni memilih menunggu Mega terbangun di kursi depan kamar kosan Mega.


Doni meraih ponsel nya.beberapa panggilan dari ibu nya terabaikan oleh Doni.begitupun panggilan dari Elsa tak dihiraukan oleh Doni.


"kamu akan aku perjuangkan" gumam Doni melirik ke arah pintu kamar Mega.


Doni membuka chat dari ibunya


Ibu : pulang sekarang,ibu melakukan ini demi masa depan kamu.Elsa perempuan yang matang dan mapan.ibu yakin kamu akan bahagia bersama Elsa,dan kamu suatu saat akan berterimakasih kepada ibu karena ibu telah memilihkan kamu jodoh yang terbaik.


Doni hanya membaca nya....kemudian ibu nya Doni menelpon.


"hallo bu"


"sudah kamu pikirkan???"


"sudah Doni pikirkan bu.Doni akan sangat berterimakasih kalau ibu mendukung pilihan Doni.Doni akan sangat berterimakasih kepada ibu,kalau ibu mengijinkan Doni bersama Mega."


"Elsa sudah mapan Doni,dia punya segalanya.kamu mau nyari yang nagaimana lagi???"


"Mega juga punya masa depan bu"


"masa depan belum jelas maksud kamu???"


"dia calon Guru bu"


"baru calon.......,Elsa sudah PNS,mapan,seorang Bidan Desa.kamu bodoh kalau memilih perempuan itu dan meninggalkan Elsa".


"justru Doni bodoh kalau hanya mengikuti ambisi Ibu."


"semenjak kenal dengan perempuan itu kamu jadi mambantah perintah ibu,apa dia menghasut mu??""


"namanya Mega bu,sama sekali dia tidak pernah menghasut Doni bu,Doni yang menginginkannya,Doni yakin Mega mau bersama Doni bu,dan memulai semua nya dari nol."


"memulai dari nol bagaimana, kamu sudah mapan,tidak mudah jadi TNI AD,sedangkan dia baru calon Guru.kamu tahu tetangga kita pa Hadiman,dia Guru.dari dulu sampai sekarang hidupnya begitu saja.tidak ada perubahan."


"bu....jangan menilai orang dari segi materi dan pangkatnya bu.Doni sangat sayang dan hormat sama ibu.tapi untuk masa depan Doni,biarkan Doni menentukannya sendiri bu."


"pokoknya kamu pulang sekarang,keluyuran mencari perempuan tidak jelas.disini jelas-jelas ada berlian,masih menoleh batu kerikil"


"cukup bu.......,Ibu boleh tidak suka dengan pilihan Doni,tapi ibu tidak perlu menghinanya".


Doni mengakhiri sambungan telponnya.


"siapa sih berisik banget" ucap Mega yang merasa terbangunkan oleh suara Doni.


Mega melihat jam dinding nya sudah jam 04.00 pagi, dia kemudian Membuka pintu kamarnya.betapa kagetnya Mega melihat Doni sudah berdiri didepan kamarnya.


"Mega......"ucap Doni saat melihat Mega membuka pintu kamarnya.


ngapain dia pagi-pagi sudah kesini" batin Mega.


"Mega tadi malam abang susul Mega ke Jakarta,tapi kata mamah, Mega disini.Jadi abang susul kamu kesini.Abang mau minta maaf kalau kata-kata ibu dan Elsa menyakiti hati Mega"


"sama-sama,Mega juga minta maaf" ucap Mega sambil tersenyum.


Doni melihat liontin cendrawasih pemberiannya masih melingkar dileher Mega.


Mega yang melihat pandangan Doni dengan reflek akan membuka liontinnya.


"apa abang mau mengambil kembali ini?maaf Mega lupa.seharusnya kemarin Mega berikan kepada Elsa.


"jangan pernah dibuka,pakailah seterusnya.Jadilah bagian dari hidup abang"


"maksudnya??"


"abang ingin kita bersama seterusnya"

__ADS_1


"abang belum kenal Mega,bahkan pertemuan kita bisa dihitung dengan jari,hati-hati dengan ucapan abang"


"dari setahun yang lalu,pertama kali kita berkenalan abang sudah yakin bahwa kita ditakdirkan bersama"


"Mega juga tidak sungguh-sungguh menunggu abang"


"abang tahu"


"abang tahu kuburan di sukabumi kemarin??"


"tahu,dia pacar kamu"


"tapi abang tidak tahu kan kalau setelah almarhum ada lagi laki-laki yang dekat dengan Mega"


"abang tahu juga... .hubungan kalian berakhir karena kalian berbeda keyakinan.makanya sekarang kamu ada dihadapan abang.tidakah kamu merasa bahwa Alloh telah mengatur segalanya,karena memang kamu ditakdirkan untuk abang.mungkin abang bukan yang pertama untukmu,tapi jadikanlah abang yang terakhir untuk mu Mega.dengarkan ucapan abang,abang sungguh-sungguh."


"Elsa lebih pantas untuk abang"


"tidak ada yang lebih pantas bersama abang kecuali kamu Mega."


"ibumu tidak menyukai aku"


"mari kita berjuang sama-sama,bukan kah cinta harus diperjuangkan Mega."


Mega tidak menjawab ucapan Doni.


"mau kamu berjuang dengan abang?abang sungguh-sungguh dengan perasaan abang,bukan main-main,tolong balas perasaan abang."


Mega masih tidak merespon semua ucapan Doni


"apa yang harus abang lakukan untuk menaklukan hatimu..??jawab Mega"


"3 point dari kamu sudah cukup.abang anggap kamu mau bersama abang".


"3 point apa??" Mega baru bersuara


"kamu mau mengganti nomer ponsel pemberian mantan kamu dengan nomer ponsel pemberian abang.kamu mau memakai liontin pemberian abang,dan kamu mau berkerudung,itu sudah cukup buat abang memperjuangkanmu."


Mega hanya membalas nya dengan senyuman.


Doni langsung meraih tengkuk Mega dan mencium kening Mega cukup lama.


"maafkan karena keadaan kita harus seperti ini, ucap Doni sambil memeluk Mega"


"abang pulang dulu,percayalah lambat laun ibu akan menerima hubungan kita"


Doni pun meninggalkan Mega yang masih berdiri mematung.


-----------


#Kampus


Siapa yang ngantar kamu Is????


Aldo...


Aldo siapa???bang Ardi apa kabar?? tanya Handa


Aldo temen SMP aku,mas Ardi sama aku sudah sepakat jadi saudara.


"Aldo temannya Gilang" ucap Rani


" pantas wajahnya ga asing,pernah ketemu di cafe kan.waktu Gilang nyanyi"


"yes itu dia"


" hati-hati...takutnya seperti Gilang" ucap Handa.

__ADS_1


Mega datang ke kampus dengan menggunakan kerudung untuk pertama kali nya saat ke kampus.


"cie cieeeeee allhamdulillah hijrah" ucap Rani.Handa.dan Ismi sambil tersenyum ke arah Mega.


kemudian Mega menceritakan semua yang terjadi kepadanya beberapa hari ini bersama Doni dan keluarganya.


"ih gila ya dasar ya emak jaman now ko bisa main jodoh-jodoh anaknya" ucap Rani sewot


"kamu harus berjuang bahu membahu dengan bang Doni." Ismi menepuk nepuk punggung Mega


"aku ragu"


"kamu harus ingat perjuangan bang Doni,aku menilai emang dia sungguh-sungguh" ucap Handa.


sejenak Mega merenung mengingat semua yang dilakukan bang Doni,mungkin memang benar yang dikatakan teman-temannya.


"bang Edward update nih, dia baru nysmpe bandara soeta pulang umroh" ucap Rani.


"apa menurut kalian bang Edward akan menemui Mega???" tanya Handa


" 99% aku yakin bakal" ucap Ismi


"aku tetap berada dipihak bang Doni" ucap Handa.


Mega menghela nafas panjang dan membuangnya kasar....


" hay jodoh" tiba-tiba Gandi datang mengalihkan pembicaraan mereka dan merangkul bahu Rani.


hemmm. berani rangkul-rangkul nih,coba ada pa Ahmad berani ga???tanya Ismi.


"nekad kalau jodoh mau pindah hati...gimana jodoh????mau pindah hati kesini??" ucap Gandi menepuk dadanya


" nanti Rani pikirin dulu" sambil terkekeh


"Handa apa kabar? " tiba-tiba tanya Reza setelah sekian lama Handa menikah dia baru pertama kali berani menyapa Handa,padahal mereka satu kelas.


"allhamdulillah baik za, ucap Handa sambil senyum"


"selamat pagi semuanya"


tiba-tiba dosen datang dan mengakhiri obrolan mereka.


.


.


.


liontin cendrawasih yang di berikan Doni kepada Mega



.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


terimakasih yang sudah mampir..


jangan bosan beri like.vote dan komentar.


__ADS_2