Tentara Penakluk Hati

Tentara Penakluk Hati
Episode 44


__ADS_3

"bang kita mau kemana?"


makan mau???tanya Edward


"aku sudah makan sama teman-teman


"nongkrong di cafe **** yuk


"antar ke kos,aku ingin mandi dan ganti baju dulu bang,sudah sangat lengket dari tadi pagi"


"padahal ga mandi juga kamu sudah cantik"


"iya tapi malu kalau yang ngajak jalannya sudah rapi begitu"Mega melirik ke arah Edward.


Edward tersenyum


‐-----------


Edward menunggu Mega di teras kosan Mega.tiba-tiba ponselnya berdering tanda beberapa pesan masuk.Edward membuka pesan dan hanya membacanya.kemudian ada panggilan,dan Edward pun menolak panggilan tersebut.


"yuk bang" ajak Mega yang sudah rapi


Edward terkesima melihat Mega penampilan Mega yang tidak seperti biasa.


"cantik" ucap Edward


Mega mengambangkan senyum nya


"ayo berangkat" ucap Edward sambil menggenggam tangan Mega.


"hobi banget menggenggam tanganku .batin Mega.


"bang,kalau seperti ini kita kaya mau nyebrang jalan.ucap Mega sambil tertawa.


"kalau tidak dipegang,takut lepas".ucap Edward


-----------------


#Cafe


Mega terpukau melihat isi cafe.suasana yang romantis.lampu lampu menyala disetiap sudut ruang,aroma theraphy dari lilin yang menyala disetiap meja pengunjung tercium sanagt menenangkan jiwa dan alunan lagu-lagu romantis dari penyanyi cafe membuat suasana hati makin berbunga-bunga.Edward dan Mega sudah duduk saling berhadapan ditempatnya.


Kamu mau pesan apa??Edward memberikan buku menu nya.


Mega menunjuk minuman dan french fries.


"hanya ini???tanya Edward


"iya,soalnya sudah kenyang.


--------tak lama pesanan mereka pun datang,mereka makan sambil ngobrol

__ADS_1


"abang sering kesini???


iya,kenapa??


Mega baru pertama kali ketempat ini,dan baru pertama kali ada yang mengajak Mega ketempat seromantis ini.Mega menyunggingkan senyumnya.


"kamu suka??"


"sangat suka"


"abang akan sering ajak kamu ke tempat ini"


"benarkah?" Mega semakin mengembangkan senyumnya.


"iya"


"Mega"..tiba-tiba seseorang datang menghampiri Mega.


"Gilang....apa kabar??"


baik,loh kamu sama siapa???pacar kamu mana??


"bang Eki meninggal kecelakaan"


"maaf aku tidak tahu" ucap Gilang sambil melirik ke arah Edward.


"Tika mana??" tanya Mega kepada Gilang


"ada dirumahnya,aku sama teman-teman aku.Gilang melirik ke arah meja lain.sehingga Mega bisa melihat teman-teman Gilang,salah satunya ada Aldo".


Edward melihat Mega dan tersenyum.


Mega merasa aneh kenapa Edward tidak menanyakan siapa Gilang.kalau bang Joni pasti sudah menyelidik dia siapa?kenal dimana?sejak kapan?batin Mega menggerutu.


Mega melanjutkan makan nya,begitupun Edward.Edward melirik ke arah Gilang,ternyata Gilang menatap lurus ke arah Mega,tapi Mega tidak menyadarinya.Edward menggeser tubuh nya sehingga badan nya menghalangi pandangan Gilang terhadap Mega.


"mau nyobain makanan abang ga??Edward menyodorkan sendok yang berisi makanan..aaaaaaa buka mulutmu.Mega merasa ingat perlakuan Eki sebelum meninggal,sempat menyuapinya makan,jadi Mega spontan membuka mulutnya.


"enak??tanya Edward,yang senang Mega mau membuka mulutnya dan makan satu sendok dengannya.


"enak bang" jawab Mega sambil senyum getir.


Gilang yang melihat Mega di suapi oleh laki-laki lain menundukan pandangannya.


"berarti laki-laki itu pacar Mega" batin Gilang menerka nerka sendiri.


"abang mau nyobain french fries kamu..ucap Edward.


Mega menggeser piringnya agar Edward bisa mengambilnya sendiri,tapi Edward tidak mengambilnya.Mega heran dan melihat ke arah Edward.Edward tersenyum dan mengangkat bahunya.dan Mega mengerti ternyata Edward ingin disuapi oleh Mega.Mega pun mengambil french fries dan menyuapi Edward.Edward mengembangkan senyumnya,dan tanpa melirik Edward tahu kalau Gilang melihat mereka.


"kalau kamu mau besok abang ajak kesini lagi" Ucap Edward

__ADS_1


"kalau polisi banyak waktu luang ya bang??"


"akan selalu ada waktu luang untuk kamu,kecuali kalau abang piket".


Mega tersenyum mendengar ucapan Edward


tiba-tiba dering ponsel Edward berbunyi lagi tanda beberapa pesan masuk,tapi Edward tidak membukanya.kemudian tak lama terdengar lagi dan itu sebuah panggilan telepon.


"kenapa tidak dijawab bang?siapa tahu penting..ucap Mega.


"untuk saat ini tidak ada yang penting selain kamu"


oh yaaaaaa...gombal.jawab Mega sambil tertawa.


Gilang yang melihat tawa Mega segera beranjak dari tempat duduk nya dan pergi meninggalkan cafe.


"padahal pacarnya baru meninggal,tapi dia bisa sebahagia itu.dasar perempuan.ucap Gilang dalam hati.


"besok pulang kuliah jam berapa?" tanya Edward.


jam 12.00 beres.temani abang ke nikahan teman ya?


"oke siap"


"abang!!!"


seseorang memanggil Edward yang datang dari arah belakang Mega.sehingga Mega tidak melihat wajahnya.Mega pun tidak ingin menanyakan wanita itu siapa,karena Edward memang bukan siapa-siapanya dan Edward pun tidak menanyakan kepada Mega perihal Gilang.jadi dia memilih menunduk memainkan ponselnya sambil sekali kali menyeruput minumannya.


"pantas abang dari tadi tidak membalas pesanku,abang juga tidak menjawab telpon ku.jadi karena wanita ini???"


wanita itu menunjuk Mega dan mengenai lengan Mega.sehingga Mega melirik ke arah wanita tersebut.


"kamu"!!!! ucap Mega dan Mia bersamaan


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


terima kasih untuk semua yang ngeLike novel saya...i love you all


__ADS_2