Tentara Penakluk Hati

Tentara Penakluk Hati
Episode 53


__ADS_3

#Gilang Chat


Gilang : setelah kejadian di cafe tempo hari,aku memberanikan diri untuk menghubungi mu lagi beb,masih adakah kesempatan untuk kita bersama lagi???


Mega : maaf untuk kesekian kalinya,aku hanya bisa menganggapmu teman.baik-baiklah bersama Tika


Gilang : aku sudah putus sama Tika


Mega : semoga kelak kamu mendapatkan orang yang tepat🤲


Gilang :😔🤲


Mega menyimpan ponselnya setalah membalas chat Gilang.


Mega menatap jari manisnya melingkar cincin pemberian Edward.entah apa maksudnya,mungkin ini hanya sebagai ciri bahwa Mega adalah milik Edward.


"cieeee yang dapat cincin" goda Handa


"kalau sudah melingkar cincin di jari manis kamu tidak akan ada yang berani menyanyikan lagi romantis dan mencium tangan mu Mega" Rani terkekeh.


"bang Joni sama bang Doni masih suka menghubungi?? tanya Ismi kepada Mega


"sudah lama engga,aku juga sudah lupa"


"jadi sekarang fokus bang Edward?"


"iya mau sama bang Edward saja"


"terus si Gilang?"


"barusan ada ngechat,minta balikan lagi"


"hadeuh,nekad bener tuh Gilang,.aku sebel sama dia" ucap Handa.


"jangan mau,buang kelaut" ucap Ismi.


"iya-iya"


guys aku pulang duluan ya bang Edward udah jemput


------------


mau kemana?? tanya Mega yang tiba-tiba dijemput.


"makan bareng abang lapar"


tiba-tiba telpon Edward berdering tanda ada panggilan masuk.


"say tolong...." Edward menyodorkan ponselnya.


Mega langsung menekan tombol hijau dan mengarahkan ponsel ke telinga Edward


"oke,aku segera kembali ke kantor" ucap Edward


"abang ke Polres dulu sebentar ya,abang lupa belum menyerahkan berkas kasus ke pengadilan"


"oke"


----------


aku nunggu disini ya.Mega memilih menunggu di mobil.


abang ga bakalan lama" ucap Edward sambil mengusap puncak kepala Mega.

__ADS_1


Mega masih memegang ponsel Edward.


Mega mengecek semua pesan masuk dan panggilan di ponsel Edward


Mega muak sekali semua panggilan san pesan dipenuhi nama Mia.


Mega membaca semua pesan Mia yang terkesan seorang wanita menggoda laki-laki.buka pesan seorang adik kepada kakak.


"**** apa belaga ****" ucap Mega.


Mega membaca pesan terakhir dari Mia bahwa dia ada dipolres.


hemmmmm...apa bang Edward bohong ya,dia balik lagi sebenarnya mau menemui Mia.tapi panggilan terakhir kontaknya tanpa nama.apa mungkin yang nelpon barusan Mia.


Mega mencet nomer yang terakhir menelpon,ingin memastikan yang menelpon Mia atau bukan..


"Ed.....nomer kamu memanggil.apa kepencet??ponselmu didalam saku???


"hahahah...mungkin calon istri aku,jawab saja.ponsel aku lagi dipegang dia di luar"


"Hallo......


Mega langsung menutup sambungan telpon saat tahu yang menjawab panggilan telpon nya laki-laki.


"ih bodoh - bodoh" ucap Mega menjitak kepalanya sendiri.


"langsung dimatikan" ucap teman Edward


"hahaha..mungkin dia ngecek nomer laki-laki atau perempuan"


Edward dan temannya tertawa bersama.


Edward menggeleng-gelengkan kepalanya dengan tingah laku Mega.


hey kamu cari siapa???tiba-tiba seseorang menepuk bahu Mega.


"ngapain kamu disini???tanya Mia kepada Mega


"bukan urusan kamu"Mega menjawab tanpa melihat Mia.


Mia melihat Edward keluar kantor nya langsung berlari hendak merangkul Edward.dengan langkah seribu Mega langsung berlari dan lebih dulu berhambur memeluk Edward.Mia yang kalah langkah langsung cemberut.


Mega tidak melepaskan pelukannya kepada Edward.


"jangan peluk dia jangan cium dia didepanku" ucap Mega mengeratkan pelukannya.


Edward terkekeh tertawa dengan tingkah laku Mia dan Mega yang seperti rebutan lolly pop


"bang,Mia ingin ditemani jalan-jalan". ucap Mia merajuk


Mega melepaskan pelukannya dan melingakarkan tangannya dipinggang Edward dan menempatkan tangan Edward dibahu nya.


Edward semakin gemas dengan tingkah Mega,dan menahan tawanya.


"besok abang temani Mia ya"


"abang janji???"


"iya,sekalian sama momy.sekarang Mia pulang ya" Edward mengerlingkan sebelah mata nya.


---------


yuk.....,sudah aman terkendali...ucap Edward agar Mega mau melepaskan pelukannya

__ADS_1


"jadi mau makan dimana??"


"terserah abang deh,selera makan aku hilang saat bertemu Mia"


Edward tersenyum mendengar ucapan Mega.


didalam mobil Mega terus memainkan ponsel Edward.


Mega melihat galeri foto ponsel banyak foto Mia dan Riska.perempuan-perempuan yang paling di benci Mega juga Ismi.


Mega tidak habis pikir,kenapa dia harus berurusan kembali dengan perempuan-perempuan itu.


"kenapa??"


"tidak apa-apa"


"kalau ada yang tidak kamu suka di ponsel abang kamu boleh menghapus nya"


seolah Edward bisa menebak apa yang ada dikepala Mega.


"bener boleh???"


"iya hapus saja"


Mega menghapus semua foto galeri foto Edward..kemudian Mega berswafoto berganti ganti fose di dalam mobil bersama Edward.


Edward mengajak Mega ke cafe pertama kali mereka kencan.


disana Mega pun berswafo sebanyak banyak nya sehingga galeri ponsel Edward penuh dengan foto dirinya.


"sini bang foto bersama,Mega berfose merangkul Edward.


kemudian fose dimana Edward mencium pipi Mega.


"nih sekarang sudah ada foto yang sepantasnya abang simpan" Mega mengembalikan ponsel Edward


Edward hanya tersenyum menanggapi tingkah laku Mega.


"pulang dari sini ke rumah abang ya,momy ingin bertemu"


"oke"


-------------


tiba di rumah Edward


mom....mom...ini Mega datang mom..


kemana momy??ucap Edward ..yuk masuk.mungkin momy dibelakang ucap Edward.


saat masuk rumah mata Mega terbelalak saat melihat salib menempel didinding rumah Edward.


Mega memang seorang muslim,hanya dia belum berjilbab seperti kebanyakan muslim lainnya.


"Hati Mega bergejolak banyak ribuan pertanyaan di hati nya salah satunya apakah Edward seorang non muslim"


nak Mega.....tiba -tiba momy Edward datang membuyarkan lamunan Mega.


sini sayang duduk disini... momy Edward mengajak Mega duduk diruang keluarga dan mengajak Mega ngobrol.


"abang mandi dulu ya" pamit Edward mengelus puncak kepala Mega dan meninggalkan Mega dan Momy nya ngobrol.


raga Mega memang disana,tapi pikirannya masih melayang-layang.Mega mengedarkan pandangannya.Mega juga melihat lukisan bunda maria.dipojok rumah ada pohon cemara plastik.yaaa Mega tahu kalau itu pohon natal.

__ADS_1


"ya Tuhan,apa mungkin bang Edward memang dari keluarga non muslim" batin Mega menghela nafas panjang.


__ADS_2