Tentara Penakluk Hati

Tentara Penakluk Hati
TPH 35


__ADS_3

Proses pemakaman secara militer diiringi tangis haru keluarga Eki.


Mega menatap kosong acara pemakaman orang yang dicintainya.


Handa, Ismi dan Rani setia menemani Mega.


Semua orang memberikan ucapan belasungkawa kepada mamah Eki dan Bang Ardi kakak nya Eki.


Taburan bunga telah terhampar diatas kuburan Eki. Prosesi pemakaman militer telah selesai.


Semua orang telah meninggalkan pemakaman. Yang tersisa Mamah Eki yang terus dipeluk Ardi.


Handa dan Bram, Ismi dan Ali juga Rani dan Mega masih berjongkok disamping kuburan Eki.


Tak ada kata yang terucap dari orang-orang yang menemani Mega.


Tiba-tiba Mia berdiri di hadapan Mega. Disebrang kuburan Eki.


Mega melihat Mia yang baru datang langsung berdiri.


" Siapa kamu???" tanya Mega ketika melihat wajah perempuan itu dia ingat benar bahwa perempuan itu yang tidur bersama Eki.


" Siapa kamu???" Mega mengulang kembali pertanyaannya.


Ali yang melihat Mia kaget bukan main, tidak menyangka Mia akan berada disana.


" Siapa kamu???" Mega mengulang kembali pertanyaannya karena Mia masih tidak menjawab.


Mia hanya menangis dan berdiri disamping kuburan Eki.


" Apa hubungan kamu dengan Bang Eki???" Tanya Mega.


" Saya minta maaf, saya Mia. Kami tidak ada hubungan apa-apa, dan mengenai foto tempo hari. itu hanya akal-akalan saya, kami tidak pernah melakukan apa-apa. bahkan saat itu Eki dalam keadaan tidak sadar karena saya memberi obat tidur dan membiusnya."


" Apa salah saya kepada kamu???bahkan aku tidak pernah mengenalmu." Ucap Mega


" Salah kamu karena kamu bisa mendapatkan Eki.c


" Kenapa kamu melakukan ini???"


" Saya ingin merebut apa yang kamu miliki."


" Apa kamu sudah dapatkan??" Tanya Mega.


" Maafkan saya, saya menyesal." ucap Mia.


" Lihat perbuatan kamu, bahkan bang Eki tidak sempat menjelaskan kesalahan yang sama sekali tidak pernah dia perbuat kepadaku."


" Kenapa kamu lakukan ini kepada kami???"


" Kamu tahu??bahkan kamu telah menjadi malaikat maut diantara kami."


Mia menangis oleh ucapan Mega.


" Maafkan saya " ucap Mia sambil menangis.


" Cara kamu sangat kotor, aku tidak mengenal kamu tapi sungguh aku sangat membencimu." Ucap Mega.


" Sekali lagi saya mohon maaf," kini Mia telah bersimpuh disamping kuburan Eki.


" Maafkan saya Bang, Saya sungguh menyesal. Maafkan saya." Sesal Mia.

__ADS_1


Mega yang melihat Mia memalingkan wajah nya. Orang-orang yang ada disana tidak ada yang berbicara kecuali mamah Eki.


" Ini hanya kesalah pahaman"ucap mamah Eki sambil memeluk Mega.


" Maafkanlah Mia. Bang Eki mu pasti telah memaafkan Mia karena telah mengakui kesalahannya kepadamu Nak." Bujuk mamah Eki


" Mah, apa dengan aku memaafkannya bang Eki akan kembali??"


" Memaafkan atau tidak memaafkan tidak akan ada bedanya, Bang Eki sudah pergi ninggalin Mega." ucap Mega pada mamah Eki.


" Bang Eki tidak pernah pergi,bang Eki tidak pernah meninggalkan Mega. dia selalu ada disini." mamah Eki menunjuk jantung hati Mega.


" Jangan membuatku menangis Mah atau aku akan menangis dan melanggar perintah Bang Eki." ucap Mega menahan air mata yang hampir lolos dari pelupuk mata nya.


" Saya juga minta maaf kepada tante." ucap Mia.


" Tante sudah memafkan semuanya."


" Terimakasih tante. Bang Eki orang yang baik dan membuat saya sangat terobsesi ingin memilikinya,tapi cara saya yang salah."


" Apakah kamu mau memaafkan saya???" Ucap Mia sambil mengulurkan tangannya diatas kuburan Eki.


Mamah Eki mengelus badan Mega agar Mega menyambut uluran tangan Mia.


Mega melirik ke arah mamah Eki, Mamah Eki menganggukan kepalanya sebagai kode agar Mega mau menyambut uluran tangan Mia dan saling memaafkan.


Mega menjabat tangan Mia.


" Aku memaafkan kamu, Aku harap setelah ini kita tidak pernah dipertemukan lagi. Sebaiknya kamu pergi." Ucap Mega kepada Mia.


" Terima kasih." Ucap Mia.


Tiba-tiba Mia menghampiri Ismi.


Ali yang mendengar ucapan Mia sangat bahagia, lain hal nya Ismi yang terlihat biasa.


beberapa saat keadaaan hening setelah Mia pergi. Mega bersimpuh kembali disamping kuburan Eki.


" Aaaakhhh Abang tahu???pengakuan perempuan itu membuat hatiku semakin sakit. Harusnya kemarin Aku tidak berlari begitu saja, mungkin saat ini kita masih bersama." Ucap Mega sambil tertidur dan memeluk kuburan Eki.


" Bawa aku pergi jauh, jemput aku." ucap Mega.


Teman-teman Mega yang melihat tak kuasa menitikan air mata nya.


Mamah Eki mengangkat tubuh Mega agar terduduk kembali.


" Jangan begini Nak, kasian bang Eki mu."


" Ikhlas kan, ingat perintah Bang Eki. Mega tidak boleh menangis."


" Bang Eki meninggal gara-gara Mega mah."


" Berhenti menyalahkan diri sendiri, " Mamah Eki mencium kepala Mega.


" Sebaiknya kita pulang, hari sudah semakin gelap." Ajak mamah Eki.


" Iya Meg, ayo kita antar kamu pulang." ajak Handa.Ismi dan Rani.


" Mah, Mega pulang dulu. Bolehkah Mega menjadi anak Mamah walau tanpa bang Eki???"


" Tentu saja, mulai hari ini kamu jadi anak nya mamah. Jadi adiknya Ardi. Sering-seringlah berkunjung ke rumah".kini mereka saling berpelukan.

__ADS_1


Akhirnya mamah Eki dan Ardi pulang.


Ismi diajak pulang oleh bang Ali entah apa yang akan mereka bicarakan.


kini Mega akan diantarkan pulang oleh mas Bram bersama Handa dan Rani ke rumah nya di Jakarta.


Di perjalanan Mega hanya terdiam kepalanya dia senderkan ke kaca mobil,pandangannya kosong. Air matanya telah habis, yang tersisa hanya sakit dipangkal tenggorokan dan sesak di dadanya.


" Rencana kamu kapan ke Bandung???" tanya Rani memecah keheningan.


" Tidak tahu ".ucap Mega.


" Hari sabtu aku nikah sama mas Bram, kamu harus datang. " Ucap Handa.


" Iya aku pasti datang " ucap Mega dengan senyuman dipaksakan.


" Ran, Aku tadi pagi lupa tidak mengunci kamar kost aku, dompet dan ponsel aku juga kayanya ketinggalan disana." ucap Mega.


" Iya nanti habis nganterin kamu pulang kejakarta kita langsung cek kekost kamu ya." kata Rani.


Suasana dalam mobil kembali hening hingga Mega sampai di rumah nya.


--‐--‐----‐------


Maaaaah!!!! Mega langsung memeluk ibu nya saat sudah samapi di kediaman Orang tuanya.


" Mamah sudah dengar berita nya dari Selfi.Santi dan Resti ( teman-teman Mega di Kampus Lama nya di Jakarta). Mereka kemarin kesini mencarimu." ucap mamah Mega.


" Nomer ponsel kamu tidak aktif Nak "


" Ponselku sepertinya ketinggalan di kosan Mah,


Mah ini Handa sama Rani temen aku di Bandung dan ini mas Bram calon suami Handa."


" Ya sudah ayo makan dulu terus kalian istirahat." ucap mamah Mega


" Maaf Mah, kami Akan segera ke Bandung, karena Mas Bram besok ada ngePam." Kata Handa.


" Terima kasih ya gengs." ucap Mega memeluk Handa dan Rani.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa like.vote dan komentar ya.


I love you all

__ADS_1


πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈ


__ADS_2