Tentara Penakluk Hati

Tentara Penakluk Hati
TPH 34


__ADS_3

#Joni


Berita duka dengan cepat menyebar melalui sosial media.


Berita kematian Eki pun sampai di ponsel Joni. Joni melihat beberapa berita di grup bahwa anggota Batalyon Yonif 3** telah meninggal dunia akibat kecelakaan.


Joni membulatkan matanya ketika melihat nama korban.


" Bukannya serda Eki Rahadi pacar nya Mega."batin Joni.


Joni dengan sigap menekan nomer ponsel komandan kompi B yonif 3** kebetulan komandan Kompi B (sebut saja namanya Bagas) adalah teman seliting nya Joni saat pendidikan secapa dan yang membantu Joni bertemu Eki saat itu.


" apa benar berita kematian Serda Eki rahadi???" tanya Joni kepada Bagas disambungan telpon.


" Iya itu benar, ini jenazah masih di rumah sakit. Sebentar lagi mau dibawa keluarganya ke Sukabumi."


" Apa ada perempuan yang menangis disana???" tanya Joni.


" Iya sepertinya perempuan yang kalian debatkan ada dihadapanku sekarang,dia seperti ingin ikut mati."


" Hentikan ucapanmu, dia tidak akan mati. Aku belum membahagiakannya."


" Tapi dia tidak pernah memilihmu bukan, bahkan pangkatmu tidak bisa mendapatkannya."


" Kamu ngajak ribut???" imbuh Joni dari sambungan telpon.


" Kenyataannya Anggota ku yang bisa menaklukan perempuan ini."


" Tutup mulut kamu, kamu jangan meremehkan kemampuanku dalam hal menaklukan hati wanita"


" Sudahlah aku tidak ingin berdebat. disini sedang berduka. " (Bagas menutup telp dari Joni).


Joni kemudian menghubungi selfi melalui telpon


" Hallo Sel. Kamu dimana??"


" Dikampus., Ada apa????"


" Pacarnya Mega meninggal."


" Innalilahiwainnailaihi rojiun, udah dulu ya Aku mau nelpon Mega." (Selfi menutup telpon nya sepihak)


" Siapa yang meninggal??? " Tanya Resti kepada Selfi


" Pacarnya Mega."


" Innalilahi, Bang Joni meninggal????" Kata Santi.


" Bukan ih, pacar baru nya. sama Joni kan semenjak tidak jadi ketemuan Mega mengganggapnya putus."


" Duh semenjak Mega pindah kampus ke Bandung kita jadi jarang komunikasi sama dia." kata Santi.


" Coba kamu telpon Mega, dia ada dimana ??" kata Resti.


" ditelpon nomernya ga aktif, Aku kirim pesan tidak terkirim." Imbuh Selfi.


#Kembali Ke Rumah Sakit


Mega masih duduk di rumah sakit bersama ketiga temannya. menunggu persiapan menuju kebatalyon kemudian ke Sukabumi


" Kita akan antar kamu kesana."ucap Handa

__ADS_1


" Tidak perlu, Bandung-Sukabumi lumayan jauh. Aku nanti ikut ambulan, terus Aku pulang ke rumah orang tua ku di Jakarta."


" Pokoknya kita akan Ikut ngantar." Timpal Ismi


" Iya kita bakal temenin kamu." Imbuh Rani.


" Aku telpon mas Bram dulu ya, biar dia antar kita." kata Handa.


Rani dan Ismi menganggukan kepalanya.


-------


" Jadi kita diantar mas Bram??" tanya Rani


" Iya. Sebentar lagi mas Bram kesini." kata Handa setelah menelpon mas Bram.


‐----


Ali mendekati Ismi.


" Abang minta maaf untuk kejadian tempo hari"


" Ini bukan waktu yang tepat membicarakan hal itu" kata Ismi tanpa melirik Ali.


" Siapa perempuan itu??kamu pasti tahu" Tanya Mega kepada Ali.


" Perempuan mana??? " tanya Ali heran.


" Yang bersama dengan Eki." sorot mata Mega penuh tanya.


" Abang tidak tahu"


" Jangan bohong. Kalian main-main dibelakang kami pasti sama-samakan????" Tuduh Mega.


belum ada jawaban dari Ali mamah Eki memanggil


‐------


"Nak ayo kita ke batalyon dulu , jenazah bang Eki sudah didalam ambulance." ucap mamah Eki kepada Mega.


Mega dengan langkah gontay melangkahkan kaki nya.


" Nanti kita susul kamu ya. kita nunggu mas Bram." Ucap Handa.


Mega sudah berada didalam ambulance. Dia mengusap peti jenazah Eki.


" Mah, Apa ini mimpi???"


" Tidak sayang, ini kenyataan. Bang Eki mu sudah tenang disana."


" Mah apa bang Eki marah pada Mega???"


" Dia marah kalau Mega menangis."


Mega tidak akan menangis lagi, Mega melihat ke arah mamahnya Eki dan masih terus memegang peti jenazah Eki. Dan mamah Eki mengelus punggung Mega.


" Yang ikhlas ya sayang dalam menerima suratan takdirmu."


"Mega menganggukan kepalanya"


____serah terima jenazah Eki dari pihak batalyon ke pihak keluarga telah selesai.kini rombongan pengantar jenazah Eki meninggalkan batalyon.

__ADS_1


Suara sirine yang keras menarik semua perhatian orang-orang disekitar termasuk Riska dan Mia yang sedang kuliah.


Kebetulan kampus mereka disamping batalyon tempat Eki berdinas.


" Astaga, Apakah Eki meninggal???" Ucap Riska.


" Jangan sampai." Kata Mia.


" Aku akan tanyakan ke penjagaan Batalyon siapa yang meninggal." Mia pergi meninggalkan Riska menggunakan mobil nya.


Jedeeeeerrr.Mia bener-benar kaget. Ternyata benar Eki telah meninggal dunia.


Dengan segera Mia masuk kedalam mobilnya menancap gas dan mengejar rombongan pengantar Jenazah Eki.


Mia menangis karena menyesal mengikuti permainan Riska.


#Diperjalanan menuju Sukabumi


Tanpa menangis lagi.


Mega terus menggerutu didalam hati sambil memegang dan memandang peti jenazah Eki.


" Inikah kejutan jalan-jalan yang kau ucapkan kemarin??? Kenapa keadaannya seperti ini,bahkan kamu tidak mengajakku bicara." gumam Mega


" Kenapa hanya sekejap saja aku mengenalmu. Bahkan aku tak tahu berapa lama waktu yang aku butuhkan untuk melupakanmu. Aku belum siap Bang, belum siap kehilangan dengan cara seperti ini. Bagaimana menghadapi besok. Apa bisa tanpa kehadiranmu. maafkan karena aku tidak pernah menjadi yang terbaik untukmu.hingga kamu pergi meninggalkanku dengan tiba-tiba."


" Aaakkkhhh. Apakah kamu sedang menghukumku?kenapa kamu pergi disaat aku benar-benar mencintaimu, kamu tidak adil.kamu membiarkan ku jatuh cinta sendiri."


" Ya tuhan bolehkah hamba meminta. tolong Engkau kembalikan dia, beri kesempatan sekali lagi untuk memilikinya.kenapa Engkau mengambilnya."


" Tuhaaan.jikalau Engkau tidak bisa mengembalikannya. kuatkan hati ini. kuatkan, kuatkan, kuatkan untuk menerima takdir yang telah engkau tetapkan kepada kami. " Teriakan hati Mega hingga dia menundukan kepala dan mencium juga memeluk peti jenazah Eki.


Tanpa bicara mamah Eki terus mengelus punggung Mega.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa like.vote dan komentar ya.


Terimakasih dukangannya.

__ADS_1


I love you all


__ADS_2