
"Va ajak kenalan yang bangkunya depan kita yuk, biar nambah temen" Eva yang sedang berkaca dan membetulkan poni rambutnya pun mengiyakan ajakan Novi. Sebelum menuju bangku yang ada didepan mereka Eva memasukkan cerminnya kedalam tas, setelah itu barulah mereka menghampiri bangku yang berada didepan bangku mereka yang ternyata bangkunya Dini dan Ninu.
"Hai..." sapa Eva ramah. Dini dan Ninu yang sedang asyik dengan dunianya sendiri, juga Fitri yang sedang menghadap kearah Dini pun mendongak mendengar sapaan yang dilontarkan kearah mereka.
"Hai, eh kalian dikelas ini juga?" tanya Ninu girang, For your information Ninu tahun kemarin juga adalah teman sekelasnya Novi dan Eva maka dari itu tidak heran ia merasa senang akan keberadaan Novi dan Eva. Novi dan Eva menganggukan kepala mereka dengan senang tanda mengiyakan pertanyaan Ninu.
"Eh iya, nama kamu siapa?" tanya Eva kepada Dini.
"Aku" tunjuk Dini pada dirinya sendiri.
"Iya kamu?" jawab Novi antusias.
"Aku Dini" jawab Dini seadaanya.
"Aku Eva dan ini Novi" terang Eva pada Dini yang kini fokusnya kearah Eva dan Novi. "Oh iya kalau kamu?" kini perhatian Eva beralih kearah Fitri yang sejak tadi sedang mengamati interaksi Eva dan Dini.
"Saya Nurfitri" cicitnya menjawab pertanyaan Eva.
"Salam kenal ya dari kami berdua, Semoga kita bisa jadi teman yang baik ya selama satu tahun ini" jawab Novi, Dia Sangat antusias terhadap teman baru yang dikenalnya kali ini.
~
"Dik, Diky..." panggil Eva pada sahabatnya yang sedang fokus pada handphone nya. Diky segera mengalihkan fokusnya kearah Eva, sebelum menghampiri Eva terlebih dahulu Diky memasukkan handphone nya kedalam saku celana sekolahnya.
__ADS_1
"Apa va?" tanya Diky Ketika sudah berada dihadapan Eva.
"Sini dik aku kenalin ke teman baru aku" terang Eva akan maksud nya memanggil Diky.
"Girls, kenalin ini sahabat aku namanya Diky Riawan. Ingat ya Dia ini sahabat aku bukan pacar aku ya, jadi jangan kemakan gosip murahan yang bilang kalau Dia ini pacar aku" terang Eva yang sering dikatakan pacar Diky saking dekatnya ikatan persahabatan mereka, Fitri yang mendengar penjelasan Eva menganggukan kepalanya tanda paham sedangkan untuk Dini informasi itu sangat tidak penting untuk nya.
"Hai..." sapa Fitri kepada Diky.
"Saya Fitri dan ini Dini" terang Fitri pada Diky yang direspon anggukan dari Diky.
"Aku Diky ,Diky Riawan" Diky mengenalkan dirinya kepada Fitri dan Dini, Diky sempat terpana untuk beberapa saat akan sikap Dini yang cuek pasalnya selama ini tidak pernah ada yang begitu cuek padanya bila berkenalan bayangkan saja Dini hanya meliriknya sekilas lalu fokusnya kembali dia berikan kepada buku yang ada ditangannya. Kebanyakan dari para perempuan selalu antusias bila berkenalan dengan dirinya. 'Sebegitu menariknya kah buku yang dia pegang dibandingkan Aku? cewek yang lain pasti langsung caper diajak kenalan nah ini boro-boro, cewek unik' ucap Diky dalam hatinya, dengan segaris senyum tipis dibibir nya.
"Eh iya ini gak akan ada guru gitu? udah jam delapan tapi belum ada satu pun guru yang masuk" tanya Eva dengan kepala celingak-celinguk kearah luar kelas.
"Elah, va bagus kali gak ada guru. Hari ini aja gak belajar bisakan? nanti kalau kita semua pinter calon presidenkan jadi banyak pusingkan nanti rakyat milih yang mana" jawab Diky yang mengundang tawa semua murid kecuali Dini, karena menurutnya tidak ada yang lucu dari perkataan Diky.
"Tuh bibir macem ikan sapu-sapu kau Vi dimanyun-manyunin gitu" ejek Diky yang langsung disusul oleh tawa kocaknya.
"Iiiihhhh... Diky sebel deh" Novi meninggalkan Diky yang sedang tertawa mengejeknya dengan menghentakkan kakinya kelantai.
"Ih ngambek, cepet tua nanti kamu Vi" Diky mengikuti Novi yang marah padanya, mencoba membujuk Novi yang sedang marah.
Tak lama kemudian fokus semua anak-anak dikelas terpecah oleh suara seorang guru yang memasuki kelas. Murid-murid semua langsung sigap menduduki bangku mereka masing-masing.
__ADS_1
"Assalamualaikum, selamat pagi" sapa sang guru yang merupakan seorang laki-laki, Guru tersebut menyapa para muridnya dengan senyum yang seramah dan semanis mungkin.
Mungkin bagi murid yang lain guru tersebut biasa saja tetapi berbeda dengan Dini, untuk pertama kalinya Dia benar-benar terpesona kepada senyum sang guru yang merupakan seorang laki-laki tersebut. Menurutnya senyum itu sangat manis dan tampan, hingga membuat hatinya tiba-tiba berdebar. Sungguh ironi bagi dirinya yang tidak pernah jatuh cinta, sekalinya jatuh cinta pada seorang guru yang pastinya sangat sulit untuk didekati.
"Waalaikumsalam, selamat pagi juga pak..." jawab semua murid serempak membuyarkan keterpesonaan Dini akan sosok pengajar yang ada didepannya.
'kenapa tiba-tiba berdebar ya?' ucap Dini dalam hatinya.
"Perkenalkan nama bapak Ruli Nugraha, bapak adalah guru Komputer kalian sekaligus yang akan menjadi wali kelas kalian ditahun terakhir kalian ini. Semoga kalian nanti dapat bapak bimbing dengan baik dan juga menjadi lulusan terbaik disekolah ini" ucapan do'a dari pak Ruli ini diaminkan oleh anak-anak satu kelas.
Namun bagi Dini ini bukan saja ucapan do'a tapi baginya ini bagaikan air segar yang mengalir ditandusnya gurun, katakanlah dia lebay atau berlebihan tapi pada kenyataannya begitulah yang dirinya rasakan.
Apalagi mendapati kenyataan bahwa pengajar yang ada didepannya ini tidak hanya guru biasa melainkan wali kelasnya, bayangkan saja selama satu tahun akan menjadi wali kelasnya yang akan selalu mengontrol kelasnya, tentunya itu akan menjadi jalan untuk dirinya berdekatan dengan sang guru bukan?.
Oh, rupanya tuhan sedang sangat baik padanya kali ini. Entah kenapa bibirnya yang biasanya tampak datar tanpa senyum kini tersenyum dengan binar bahagia dimatanya ditambah rona merah pada pipinya membuat Ninu yang berada disebelahnya sangat terkejut melihat gelagat Dini. Satu kata Speechless, itulah yang Ninu rasakan. Mulutnya sampai menganga melihat Dini yang berkelakuan seperti itu untuk pertama kalinya. Dini yang menyadari tatapan dari Ninu segera memasang kembali wajah datarnya, walaupun dalam hati dia merutuki kelakuan bucinnya.
~
Dan disinilah Dini akhirnya, menjadi staff absensi dikelasnya yang notabenenya seorang yang cuek kini menjadi staff absensi yang tugasnya memantau absensi murid-murid dikelasnya untuk dilaporkan kepada wali kelas setiap minggunya.
Disusul Eva yang menjadi bagian dari staff kebersihan dan Novi dibagian staff sekertaris. sedangkan Ninu dan Fitri mereka tidak ikut mencalonkan diri untuk menjadi staff kelas karena tidak berminat.
~
__ADS_1
Ternyata hari ini hanya pengenalan antara sesama murid dan wali kelas serta pembentukan staff dikelas saja hingga akhirnya para siswa siswi dibubarkan dengan sangat cepat. sekitar pukul sepuluh mereka sudah dipulangkan, namun Eva memutuskan untuk mengajak Novi, Dini, Ninu, dan Fitri singgah terlebih dahulu dirumahnya sebelum pulang. Tentunya dengan sedikit pemaksaan terhadap Dini yang akhirnya mau tidak mau ikut juga.
Sepanjang perjalanan menuju rumah Eva mereka bercerita tentang cerita mereka masing-masing pada saat kelas sebelas dulu sambil bercanda ria, minus Dini tentunya yang lebih banyak menyimak dan mendengarkan dibanding bercerita.