TERBIT (Memory NNNED) Kisah Dini

TERBIT (Memory NNNED) Kisah Dini
Lima


__ADS_3

"Ya aneh aja, kamu itu dari tadi kikuk terus salah tingkah mulu. Emangnya aku nyeremin apa?" jawab Dini menampakkan wajah sebalnya.


"Kamu tuh Enggak nyeremin tapi kamu itu..." ucapan Diky terpotong oleh teriakan Novi yang datang dari arah belakangnya.


~


"gaessss, es krim sudah datang..." teriak Novi dari arah belakang mereka. Membuat fokus Ninu, Engkur, Dini dan Diky kini beralih ke arah tiga perempuan yang sudah selesai membeli es krim juga cemilan tersebut.


'huh Untung mereka cepat datang, posisi bicaraku tadi dengan Dini benar-benar mendebarkan banget. Hampir aja aku keceplosan bilang kalau Dia itu ngangenin. jantungku sampai dag dig dug gak karuan' ucap Diky didalam hatinya.


"aku bawa tikar nih kita gelar disini aja, biar enak makan sama ngobrolnya..." Eva menyodorkan tikar kearah anak laki-laki yang langsung disambut antusias terutama oleh Diky yang membuat Eva geleng-geleng kepala akan tingkah absurdnya Diky sekarang ini. Setelah tikar selesai digelar mereka membuka camilan dan memilih es krim dengan berbagai rasa dan bentuk tersebut untuk mereka nikmati.


Diky diam-diam memperhatikan Dini, entah kenapa Dimata Diky dia sangat menarik dari sejak pertama melihatnya. Sungguh perempuan ini berbeda dari yang lain, Dia mempunyai pesona dan sejuta rasa berbeda setiap kali berdekatan dengannya. Kalau kata iklan di televisi mah 'Kaya ada manis-manisnya gitu, padahal cuman air putih' membuat perasaanya tertantang sebagai laki-laki apalagi dengan tingkah Dini yang pendiam dan memiliki senyum yang irit, sehingga membuat Diky diam-diam memendam rasa suka dan ingin mengenal lebih jauh seperti apa sosok Dini.


Apalagi dari gosip yang ia dengar Dini adalah perempuan yang banyak menolak siapa saja laki-laki yang berani menyatakan cinta padanya, kontras sekali dengan sahabatnya Eva yang dengan mudah menerima siapa saja yang menyatakan cinta padanya apalagi bila statusnya sedang dalam status jomblo kayaknya mamang tukang kerupuk kulit yang suka lewat depan kompleks juga pasti dia terima.


"Kamu, mau pulang jam berapa?" Diky ingin lebih mengenal Dini maka dari itu dia memberanikan diri untuk bertanya hal tersebut, mungkin nanti dia bisa mengantar Dini pulang, Bisa sekalian modusin untuk PDKT. Yang ditanya pun tidak langsung menjawab, hanya melirik sekilas kearah Diky dan kembali fokus pada es krim nya.


"sorry, aku cuman_" belum selesai Diky melanjutkan kata-katanya, Dini menjawab dengan jawaban yang singkat, padat, dan jelas.


"jam tiga..."


"Oh,O-Ok..." hanya itu yang keluar dari mulut Diky atas jawaban Dini. Sungguh dirinya gugup dan bingung bagaimana cara untuk mengatakan bahwa dirinya ingin mengantarkannya pulang pada gadis disampingnya.


Novi yang melihat interaksi Dini dan Diky, apalagi dengan sikap Diky yang tiba-tiba gugup paham akan perasaan sahabatnya yang mulai tertarik pada Dini, hingga dirinya Mempunyai ide cemerlang. Sama seperti halnya Engkur dan Ninu sepertinya Diky juga butuh bantuannya, senyum manis pun terukir untuk sahabat nya Diky dan Dini. Dan kini diotak cantiknya Novi banyak memikirkan ide-ide untuk mendekatkan dua anak manusia itu.


"Eh, Din boleh nanya hal pribadi gak? soalnya kita belum pada tau lebih dalam lagi tentang kamu" mendengar ucapan Novi , Dini yang sedang fokus pada pemandangan didepannya sambil menikmati es krim nya kini merubah fokusnya kearah Novi.


"Nanya apa?" tanya Dini datar.

__ADS_1


"Kamu udah punya pacar belum?"


"Uhuk..." Diky yang sedang memakan es krim nya tersedak mendengar pertanyaan yang dilontarkan Novi kepada Dini, yang membuat fokus semua orang kini tertuju pada Diky.


"A-Apa? A-aku cuman tersedak kok, gak ada maksud lain" ucap Diky yang salah tingkah karena dipandang dengan tatapan bertanya oleh teman-temannya. Sedangkan Novi dia diam-diam menertawakan kelakuan Diky yang salah tingkah.


"Jadi Din, kamu udah punya pacar?" tanya Novi sekali lagi.


"Belum" seperti biasa jawaban Dini singkat, padat, dan jelas tanpa basa basi.


"Tapi udah pernah pacaran kan?" tanya Novi yang semakin kepo akan kehidupan Dini.


"Udah"


"Uhuk..." lagi Diky tersedak mendengar Jawaban Dini.


"Apaan sih dik? tersedak Mulu deh perasaan" protes Eva akan tingkah Diky.


"es krim itu dimana-mana dingin kali dik, emang udah ada ya es krim yang anget?" jawab Engkur dengan senyum mengejeknya, yang disusul oleh ketawa dari teman-temannya.


"Kenapa bisa putus Din?" tanya Novi lagi.


Terdengar tarikan nafas lelah dari Dini yang terus ditanya oleh Novi tapi mau tidak mau dirinya harus menjawab pertanyaan Novi yang begitu antusias akan segala sesuatu tentang dirinya.


"Bosen aja"


"Wuih... emang ya laki-laki itu pada jahat. Udah bosen aja kita sebagai cewek pasti diput-"


"Aku yang bosen, bukan mereka" Ucapan Novi terputus akan pernyataan Dini.

__ADS_1


"Oh aku kirain mereka yang bosen sama kamu hehe... Tapi kok bisa bosen sih?" Novi makin kepo tentang Dini dan para mantannya.


"Bisa aja, mereka terlalu nuntut makannya aku putusin" terang Dini yang pandangannya kini fokus pada pemandangan yang ada dihadapannya.


~


"Makasih ya udah mau mampir" Eva tersenyum manis kepada semua teman-teman barunya. Setelah menghabiskan waktu yang cukup lama ditaman mereka akhirnya memutuskan untuk pulang kerumah masing-masing karena hari juga sudah mulai sore, itupun setelah berpamitan pada keluarga Eva.


"iya, jangan bosen ya kalau kita mau main lagi kesini" ucap Fitri dengan senyum bahagianya, pasalnya inilah kali pertama dirinya bermain dirumah temannya apalagi notabenenya teman baru baginya.


"iya dong pastinya, oh iya kalian pulang naik apa?" tanya Eva penasaran, karena memang jarak rumah Eva ke halte bis cukup jauh sehingga harus menggunakan ojek.


"Aku dijemput kak Adit Va, bentar lagi nyampe" jawab Fitri yang kemudian kembali mengecek pesan pada handphone pintar nya, sedangkan Ninu melihat kearah rumah Engkur saat pemilik rumah keluar menggunakan motor maticnya.


"kalau aku dianter sama Engkur" terang Ninu dengan senyum malu-malunya dan rona merah yang menghiasi pipi putihnya.


"Kalau kamu Din?" tanya Eva.


"Aku naik ojeg aja" jawab Dini.


"Eh jangan, kamu dianter sama Diky aja yah" tanya Novi yang lebih tepatnya seperti perintah.


"Gak usah aku-" ucapan Dini terpotong oleh perintah yang Novi lontarkan kepada Diky.


"Diky... anterin Dini sana kasian dia masa pulang sendirian!" titah Novi dengan senyum penuh rencananya.


"Eh... i,iya Vi aku keluarin dulu motor kalau gitu" tentu saja Diky menjawab titah Novi dengan semangat karena memang dirinya ingin mengantarkan Dini pulang yang mempunyai maksud untuk mendekati Dini Secara perlahan.


"Padahal aku naik ojek aja juga gak apa-apa, gak usah diantar" terang Dini pada Novi.

__ADS_1


"Eh, gak baik cewek pulang sendiri mending diantar takut dijalan ada apa-apa"


"iya betul Din, bahaya" Eva ikut menimpali.


__ADS_2