
Sesampainya dirumah Eva, Eva langsung membuka pintu rumahnya yang tidak dikunci, sambil sedikit berteriak mengucapkan salam tanda kepulangan nya kerumah
"Assalamualaikum, mah Eva pulang" teriak Eva dengan sedikit lantang.
"Wa'allaikum salam, masuk va gak dikunci" jawab mamah Eva yang kebetulan berada di dapur rumahnya.
"Yuk masuk!" ajak Eva pada semua teman-temannya ketika pintu rumah sudah dibuka olehnya.
Setelah semuanya sudah masuk ke rumah Eva, Eva lalu menghampiri mamahnya kearah dapur sekaligus mengambil air minum dan cemilan untuk teman-temannya.
"Mah ada teman-teman Eva didepan" jelas Eva pada mamahnya yang sedang memasak.
"Oh, iya nanti mamah kedepan kenalan sama teman-teman kamu" jawab mamah Eva yang masih fokus kearah masakannya, sedangkan Eva sedang membuat jamuan untuk teman-temannya.
"Iya mah" Eva pun kembali kedepan dengan membawa nampan minum juga cemilan untuk teman-temannya.
"Wah asyik Eva bawa minum sama cemilan tau aja kita haus sama laper, hehe..." ucap Novi dengan cengengesan ala dirinya.
"Sisain buat yang lain Vi jangan dihabisin, haha..." jawab Eva sambil tertawa mengejek. Mereka semua pun menikmati minuman dan makanan yang diberikan Eva sekaligus berkenalan dengan mamah dan kakaknya Eva yang kebetulan sudah pulang kuliah.
"Eh girls, kita main ditaman komplek aku yuk! kebetulan baru renovasi bagus banget loh..." ajak Eva yang merasa bosan setelah lama santai dirumahnya dan banyak mengobrol dengan teman-teman barunya.
"iya ayo, pasti kalian suka deh..." Novi menyetujui usul Eva.
Saat menuju taman Eva menunjukkan rumah Novi, Diky, juga Engkur yang berdekatan dengan rumahnya. Hingga sampailah mereka ditaman komplek yang begitu terawat dan juga asri dengan banyaknya pohon rindang dan juga berbagai bunga cantik, ditengah taman ada kolam ikan berbentuk oval yang dikelilingi oleh empat bangku taman untuk bersantai para pengunjung, lalu dekat taman juga ada dua lapangan yang biasa digunakan untuk bermain bola atau volley oleh para warga.
Sungguh membuat betah dan nyaman untuk berlama-lama taman ini.
"Indah banget ya..." seru Fitri yang kagum akan taman di komplek rumah Eva dan Novi.
__ADS_1
Dini menganggukan kepalanya tanda sepakat akan perkataan Fitri.
"Hei, lagi pada ngapain nih?" serempak kelima perempuan yang disapa pun membalikkan badan pada dua orang lelaki yang sedang lewat.
"Hei dik,kur kita lagi main aja ditaman kalau kalian?" jawab Novi pada sahabat juga sepupunya itu, Ninu yang melihat ada Engkur seketika pipinya memerah dan tersipu malu sedangkan Engkur yang melihat gelagat Ninu hanya memberikan senyum manisnya.
'oh cinta monyet' pikir Dini yang melihat gelagat Ninu dan Engkur. Sedangkan Diky pandangannya fokus kearah Dini yang sedang melihat-lihat area taman tanpa memperdulikan adanya dirinya.
'bikin penasaran banget sih nih cewek' batin Diky greget dengan tingkah cuek Dini.
"Ehmmmm..." Novi membuyarkan fokus Diky kearah Dini, yang membuat Diky seketika berubah kikuk. Sedangkan Engkur dan Ninu yang sedang curi pandang pun ikut berubah kikuk dengan rona merah yang sangat kentara dikedua pipi mereka.
"Kalian mau gabung?" usul Novi yang memberikan idenya karena melihat gelagat kebaperan yang hakiki diantara teman-temannya, sontak ide Novi tersebut seperti angin segar untuk Diky dan Engkur hingga refleks kepala mereka mengangguk mengiyakan ide Novi tersebut.
Mereka semua pun menikmati suasana taman sambil berbincang dan tertawa bersama, berbeda dengan Ninu dan Engkur yang dibiarkan untuk mengobrol berdua itupun atas usul Novi yang memang berencana untuk mencomblangkan mereka.
Sedangkan Diky berusaha mendekati Dini dengan selalu mengajukan pertanyaan sebagai modus untuk menarik perhatian Dini.
"Din..." sapa Diky canggung, karena mereka belum terlalu mengenal satu sama lain.
"Hemmm..." hanya deheman yang dini berikan untuk sapaan Diky padanya.
"kamu... suka sama pemandangan disini?" tanya Diky kemudian.
"Suka" jawaban yang singkat yang selalu diberikan oleh Dini setiap Diky bertanya. Sungguh Diky merutuki percakapan mereka yang awakward dan monoton.
"kamu... sekelaskan sama aku?" 'bodoh, pertanyaan bodoh' rutuknya dalam hati. Dini hanya mengangkat satu alisnya atas pertanyaan Diky yang menurutnya tidak membutuhkan Jawaban itu, pasalnya bukankah tadi pagi mereka sudah berkenalan dikelas yang sama tapi kenapa sekarang dia bertanya lagi.
'Aneh' satu kata itu yang berada dipikiran Dini untuk sosok Diky.
__ADS_1
Dini yang tidak sengaja melihat gelagat Diky yang salah tingkah dan kikuk pun tersenyum karena lucu akan kelakuannya.
"kamu senyum itu?" Diky yang melihat respon Dini yang tersenyum sungguh kaget dan tidak menyangka bahwa Dini akhirnya bisa tersenyum juga karena untuk pertama kalinya Diky melihat Dini tersenyum dan itu sangat manis dimatanya.
"E...eng...enggak kok" jawab Dini gugup yang tertangkap basah sedang tersenyum kearahnya.
"Enggak apa-apa kali senyumkan enggak dosa" jawab Diky dengan cengiran khasnya yang hanya mendapatkan lirikan dari Dini.
"Kayanya kamu harus Banyak-banyakin senyumnya pas aku lagi minum kopi pahit" ucap Diky barusan membuat Dini bingung.
"Kenapa?" tanyanya penasaran.
"Karena, manisnya udah ada disenyum kamu" Gombal Diky yang sebenarnya berasal dari hati itu. Dini yang mendengar gombalan tersebut hanya mendengus namun bibirnya menampilkan senyum tipisnya.
"Apaan sih, receh banget" ucapnya sambil memalingkan wajahnya kearah samping agar Diky tidak melihat senyum tipisnya.
"kamu tau, kamu bikin aku penasaran sama diri kamu dari awal kita bertemu. Kamu tuh harusnya bawel, cerewet bukan pendiam dan dingin kaya freezer. Berasa dekat sama Elsa yang ada di film Frozen deh aku" ucap Diky panjang lebar.
"Kok gitu?" tanya Dini bingung akan ucapan Diky.
"Iya, Soalnya tahi lalat kamu tuh dekat bibir. Nih ya biasanya kalau yang tahi lalat nya dekat bibir itu kata mamah aku suka bawel dan cerewet, tapi kamu kok enggak ya?" terang Diky panjang lebar yang diakhiri dengan pertanyaan.
"Emang kalau ada tahi lalat dekat bibir harus selalu cerewet dan bawel ya?" jawab Dini yang sekaligus merupakan pertanyaan bagi Diky. Namun ini juga kali pertama ucapan terpanjang gadis ini kepada dirinya.
"Ya...enggak juga sih" jawab Diky bingung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Dasar aneh" cibir Dini dengan menggelengkan kepalanya.
"Kok aku aneh?" protes Diky yang tidak terima dengan perkataan yang Dini lontarkan padanya.
__ADS_1
"Ya aneh aja, kamu itu dari tadi kikuk terus salah tingkah mulu. Emangnya aku nyeremin apa?" jawab Dini yang menampakkan wajah sebalnya.
"Kamu tuh Enggak nyeremin tapi kamu itu..."