Terbitlah Fajarku

Terbitlah Fajarku
kenyataan pahit


__ADS_3

Di suatu kota yang ramai penduduk nya hidup lah gadis cantik dan shaleha.Dari kecil dia di ajarkan untuk menjadi wanita yang menjaga aurat nya.Dan sampai dia berusia 7 tahun dia memutuskan untuk memakai cadar.


dia tak pernah keluar rumah bahkan menatap laki-laki saja dia belum pernah.


Dia di besarkan dari keluarga yang terkenal tokoh agama di tempat tinggal nya.ustadz Fahmi dan Umi Zahra.


nama wanita bercadar itu Aisyah Azarahra.


Sampai suatu keadaan yang mengubah kehidupan nya. Ayah dan ibu nya


meninggal dunia mengalami kecelakaan maut.


Hal itu membuat Aisyah sangat terpuruk


dan sedih.Tapi ada hal yang paling membuat


Aisyah makin terpuruk. Kenyataan pahit


bahwa Ayah dan Ibu nya bukan orang tua kandung nya.


Cuma selembar surat yang Aisyah terima dari saudara jauh orang tua angkat nya.


Dan selembar foto usang dari orang tua nya


Aisyah.


1 Bulan berlalu


Aisyah harus memberanikan diri


untuk keluar rumah mencari keluarga kandung


nya. Walau pun Aisyah harus mengalami


penolakan dari keluarga nya.


karna Aisyah tau jika Ayah nya yang membuang nya karna tak menginginkan Anak seorang wanita.


Hari ini Aisyah memutuskan untuk mencari mereka yah Ibu dan Ayah nya.Pagi-pagi Aisyah sudah mempersiap kan pakaian nya untuk berangkat ke kota.


walau pun perasaan takut ,tapi Aisyah harus memberanikan diri.


Dengan mengunakan bus hanya memakan


waktu berjam-jam kini Aisyah telah sampai di kota tujuan nya.


kota besar,ramai tentu hal ini membuat Aisyah


risih karna dia tak pernah keluar rumah saat


tinggal di rumah orang tua angkat nya.


Suatu ketika Aisyah sedang berjalan,dia


kelihatan bingung dengan tujuan nya.


Tiba-tiba ada seorang pereman


"Hay cewek cantik,"sambil memegang tangan Aisyah.


"Lepas"kata Aisyah mencoba melepaskan.


"Cantik ayok buka cadar nya dan


jalan-jalan sama Abg,"


"Lepas tangan ku,"ringis Aisyah


Tiba saja seorang Peria menghentikan, Motor nya di samping mereka.


"lepas gak,"


"jokkkk," pukulan keras mendarat di pipi pereman itu.Dan mereka pun saling pukul dan membuat pereman itu babak belur. Begitu pula Peria itu juga ada tojokan merah di pipi nya.


Setelah pereman itu pun kabur, Aisyah pun masih jongkok di samping jalan dengan meringis ketakutan.


"Kamu gak papa kan" kata cowok itu.


"gak papa"kata Aisyah


sambil melihat malaikat penolong nya Peria putih dengan mata yang redup saat melihat nya ,serta tubuh yang tinggi.


"Masyaallah ",kata hati Aisyah termenung.


"Hay",kata Peria itu lagi.

__ADS_1


"Astagfirullah",ucapan Aisyah tersadar dari lamunan nya dan menundukkan pandangan nya.


"Wajah kamu gak papa"Kata Aisyah menundukan wajah nya ke bawah.


"Gak papa",jawab nya singkat.


"Makasih yah kamu dah nolong saya",


"sama-sama,udah dulu yah saya sibuk",kata nya meninggal kan Aisyah.


Part 2


Waktu begitu cepat untuk berjalan, kini Aisyah sudah memukan Kontrakan kecil.


Sebelum nya Aisyah memang bingung tujuan nya kemana tapi Ada seorang ibu tua yang kesihan melihat Aisyah meringis ketakutan di ganguin pereman.Akhirnya mengantar nya kesana.


Karna Ibu itu dan keluarga nya tinggal di bagian situ juga.


Hari yang Aisyah pikir begitu panjang, Aisyah Habiskan dengan Istrahat.


Aisyah bangun hanya shalat. Kini jam tangan Aisyah sudah menunjukan jam 20:00 WIB.


Setelah Aisyah habis kan membaca Al Qur'an berapa menit. Setelah itu Aisyah putuskan untuk beristirahat tidur lagi.


Beberapa hari kemudian


Aisyah sudah terlalu lama hanya diam di kontrakan nya.Dia merasa Bosan.


Akhirnya anak Ibu yang menolong di hari kemarin pun mengajak nya berkerja di Sebuah Warung makan.Aisyah bersyukur banget Anita mau menolong nya mencari pekerjaan. Walau pun hanya sebatas pencuci piring di belakang.


Tak butuh waktu lama kini Aisyah dan Anita pun berkerja diwarung itu. Karna Ibu Rosma mencari pegawai baru buat penganti pegawai nya pulang kampung.


Alhasil Aisyah mudah berkerja disana.


Warung makan yang cukup besar


Tempat nya, pegawai nya pun hanya 3 orang itu pun hanya bertiga dan semua nya pun perempuan.Anita, Intan dan satu lagi tentu Aisyah.


Anita sebagai pengantar makanan,


Intan sebagai pemasak


Dan Aisyah penyuci piring


"Boleh kah aku membantu mu Intan",


"Hmm boleh",


"Apa yang harus ku bantu",


"Kamu bisa bikin Sup Ayam? Soal nya Aku lagi masak buat Ayam gulai ini" kata intan yang sibuk dengan bumbu penyedap nya.


"HM Insyaallah Aisyah coba yah?"


Dengan gerak cepat Aisyah pun mempersiap kan semua bahan nya


Di tangan nya. Seperti seorang ahli Aisyah pun dengan cepat memasak Sup Ala ala Aisyah.


"Gih Tan Rasain dulu",


Dengan cepat Intan merasaain masakan Aisyah.


"Yup" merasakan makan Aisyah dengan mata terpejam.


"Gimana ? Gak enak yah",kata Aisyah


"Gak ni Enak banget Aisyah? Baru kali ini aku rasa sup ayam seenak ini Syah",


"Makisih Ntan",


"Yang pantas ucapan terimakasih itu aku Syah"


"Hmm hmm syukur lah kalo gitu", kata Aisyah.


Setelah masakan Aisyah itu di sajikan pelangan.


Semua pun memuji masakan Aisyah itu.


Intan pun memberi tahu ibu Ros kalo itu masakan Aisyah.


Karna banyak pelangan Anita kuwalahan jika sendiri. Aisyah pun langsung membantu Anita sahabat nya itu.


Saat Aisyah sibuk berkerja


Dia merasa risih saat tatapan mata nya tertuju seorang Peria yang mengawasi nya dari kejauhan.

__ADS_1


Yah dia Adalah Peria yang menolong nya beberapa hari yang lalu


Aisyah pun berusaha tidak perduli oleh tatapan Peria itu dari kejauhan.


"Pokus Aisyah?"kata Aisyah dalam batin nya.


Aisyah terus melayani para pengunjung warung makan yang agak besar itu.


Lalu Aisyah pun, setelah selesai mengantar makanan. Aisyah pun kini beralih ke dapur.


Tiba-tiba saja dia di kejutkan kehadiran


Sahabat nya Anita.


"Lo ngerasa gak Syah?"


"Ngerasa apa Ya?"


"Tadi cowok ganteng di pojok sana itu memperhatikan kamu terus?",kata nya lagi.


"Ah masa Iyah perasaan kamu kali aja ta",


Kata Aisyah gak mau membahas Peria itu.


"Kalo menurut ku sih Syah dia suka Ama kamu?"


"Hihi bisa aja kamu Ta,apa yang di sukain dari aku. Dia aja gak kenal aku. Terus dia juga gak tau wajah aku gimana"


"Ihh Ais kamu tu cantik lho ,walau pun pake cadar tapi Dimata ku kamu itu cantik,anggun baik lagi",


"Makasih lah kalo begitu Ta,makasih yah kamu mau jadi sahabat aku",


"Sama-sama Syah".


Lalu mereka pun lanjut dengan berkerja ,sampai jam sudah menunjukan jam 20:00 WIB.Malam Anita dan Aisyah pulang dengan kendaraan motor milik Anita.Mereka pulang dengan bergoncengan.


Dengan rasa lelah mereka rasa dan di dingin.Pulang menunju kotrakkan melewati jalan sepi.


Tiba-tiba saja mereka di hentikan segerombolan pereman.


"Serahh kan motor kalian",teriakan salah seorang pereman itu.


"Jangan ini motor satu-satu nya milik keluarga ku",tolakan Anita.


"Iyah tolong lepas kan kami",pinta Aisyah lagi.


"Haha ini yang bercadar cantik juga kayak nya apa lagi kalo misal di buka cadar nya",kata salah satu pereman itu.


"Ku mohon jangan sentuh aku hiks hiks"tangisan Aisyah pecah saat pereman itu menyentuh punggung nya.


"Hahah gak mungkin cantik",dengan cepat pereman itu membuka nya.


"Tidak tidak hiks hiks,"tangisan Aisyah.


"Ternyata kamu memang cantik, ayok temanin Abang,"rayuan nya lagi.


"Hiks hiks kalian jahat,membuka cadar ku aku gak pernah membuka nya di depan siapa pun!!!"teriak Aisyah dengan kesal.


"Aisyah ayok kita lari",teriakan Anita.


Tapi sayang Anita juga ditangkap mereka.


"Malam ini kalian akan jadi penghibur kami"ucapan salah satu diantara mereka sambil membawa minuman keras. dia juga sudah mabuk.


Tiba-tiba saja sebuah mobil berhenti di dekat kami.


"Lepas kan mereka"teriak cowok itu.


"Hahah dia sendiri mau melawan kita yang banyak ini",teriakan bos nya.


"Ayok maju",kata Peria itu.


Untuk mula-mula Peria itu menang tapi ujung-ujung karna mereka bergerombolan.


Al Hasil cowok itu bebal belur.


"Mampus,sendiri berani melawan kita",


Untung saja tiba-tiba ada seorang taksi lewat dan menolong ,dia menelepon polisi dan hanya berapa menit polisi pun datang.


Dengan terbirit-birit mereka kabur.


Dengan air mata kini Aisyah berusaha sabar. Dia sadar kan Anita yang juga sudah pingsan tapi gak juga sadar. Dan juga menolong Peria yang menolongnya itu yang juga sudah tak sadar kan dirinya.


Dengan berkat pertolongan supir taksi itu kini Aisyah pun bisa membawa Anita dan Peria yang menyelamat kan nya itu kerumah sakit.

__ADS_1


__ADS_2