
Mencintai dengan Ikhlas
Adalah cara ku mencintai nya
Kebahagian nya bagaikan
Mentari yang bersinar di pagi hari
Tapi luka nya bagaikan kan gelap
Ku di malam hari
Ku syukuri
langkah demi langkah
Cerita ini
Cerita yang hadir nya
Tampa di perkira
Tapi mengukir semua rasa dia sana...
****
Aisyah kini berusaha tenang,Agar Reza tidak Khawatir. Tentang keadaannya yang baru saja mengalami teroran yang sangat menguncang batinnya.
Wajah nya yang masih Napak jelas pucat, dan tubuh nya lemah.
"Nafas dalam-dalam Aisyah lalu keluarkan,uhhhhhh".Aisyah mencoba atur nafas nya agar tidak tegang lagi.
"Mas Eza gak boleh tau tentang ini ,Aisyah harus kuat".
Tak berapa lama kini Aisyah menyusul suami nya di depan ruangan Ibu nya di rawat.
"Mas",
"Iyah Syah, dari mana kamu kenapa lama banget?"
"Biasa Mas abis ruang kecil tadi hehe",sambil senyum cengengesan.
"Hm dilihat-lihat kamu kayak aneh",
"Aneh kenapa Mas?"
"Aduh gawat nih kalau dia sampe tahu kalo aku abis ketakutan",kata batin Aisyah.
"Muka kamu pucat banget,trus kayak lemas gitu",
"Dah lah Mas,palingan cuma kurang tidur aja Mas",
"Tu lah tadi malam ,saya minta kamu pulang kamu mah ngeyel gak nurut",
"Maap mas",
"Gih pulang sana",
"Gak mau mau nemanin mas aja di sini",
"Bukan kah istri gak nurut tuh bakal masuk neraka",
"Mas jangan bawa-bawa neraka lah, Aisyah juga Khawatir keadaan mama mas disini.Trus Aisyah kan juga di suruh mama Mas, buat jagain Mas 24 jam, gimana nanti kalo Mama mas bangun dia marah sama Aisyah . Karna gak bisa jagain Mas",
"Dah dah pusing saya dengar Omelan kamu panjang banget. Terserah kamu lah",
"Hehe gitu dong jangan larang Aisyah nemanin Mas disini",
"Dah makan belom",
"Belom",
"Bentar yah Aisyah beliin",
"Tapi",tolak Reza takut kalo Aisyah akan kenapa-kenapa kalo sendirian",
"Gak papa mas, Aisyah berani ko. Tadi juga bibi Sum kata nya mau kesini coba nanti aisyah minta dia bawa makanan kesini",
__ADS_1
"HM tapi?"sambil menarik tangan Aisyah yang hendak pergi ke depan gedung rumah sakit.
"Kenapa lagi mas?"
"Aku khawatir kalo kamu pergi sendirian?"
"Gak papa lah mas, lagian kan Cuma kedepan mas nungguin bibi Sum, tenang aja Aisyah bisa jaga diri sendiri",
"Tapi kan?"
"Gak papa mas,mas kan disini mau jagain mama. Kalo mas ikut Aisyah, nanti mama pas sadar mas nya gak ada disini gimana".sambil menggenggam tangan Reza.
"Hati-hati",
"Oke Assalamualaikum mas",sambil mencium punggung tangan Reza
"Waalaikummussalam" Aisyah mulai menjauh.
Saat Aisyah Berada di depan rumah sakit menunggu seseorang disana sambil duduk di sebuah kursi disana.
Aisyah mulai membuka tas nya sambil mengambil selembar Foto di sana. Disana nampak jelas Seorang sepasang suami istri yang lagi nampah bahagia. Umur mereka kisaran 25 tahun. Istri nya lagi mengandung.
"Aisyah ,senang bisa melihat foto ini. Foto kalian Ibu Ayah. Kalian sangat cantik dan tampan. Jika Aisyah liat foto ini Aisyah rasa kalian sangat senang menanti kehadiran Aisyah. Tapi kenyataan nya kehadiran Aisyah tak di harapkan di tengah-tengah kalian",Aisyah pun lelap Air mata nya.
Berapa saat Aisyah termenung ,tiba-tiba saja Aisyah di kejutkan kehadiran seorang.
"Nak Aisyah kenapa nangis,gimana keadaan nyonya?"
"Nyonya keritis lagi bi di ruang ICU",
"Yang sabar yah nak",
"Iyah bi,ada bawa makanan nya?"
"Nih Bibi masak banyak buat kalian disini",
"Makasih yah bi",
lalu Aisyah dan bibi pun pergi ruangan ICU tempat di rawat nya Ibu Lindha. Yang didepan ruangan itu ada Reza yang menunggu kesadaran ibu nya.
"Mas",
"Yah gak papa lah mas ,nih liat Aisyah sehat-sehat Aja",
"Iyah"
"Makan dulu yuk?"
"kamu aja yang makan Syah",
"kenapa",
"Gak bisa makan Saya Syah liat kondisi mama gini",
"Makan dulu lah mas,nanti kalo Mas Eza juga sakit siapa yang Jagain mama",
"Hmm tapi gak nafsu saya",
"yah udah kita makan berdua aja Aisyah suapin yah",
"Gak"
"Gak ada kata nggak ngakan Aaaaaa",Kata Aisyah sambil menyodorkan kan sendok kedepan mulut Eza.
"amm",
"Nah gitu dong,pinter"
"Kayak Anak kecil aja aku Syah,sini aku sendiri Aja",
"Gak papa biar Aisyah aja suapin nya",
"Gak lah malu sama orang tuh banyak",
"Malu kenapa?"
"yaudah terserah mu"
__ADS_1
"Aaaaa"
"am",
setelah mereka makan berdua sedang kan bibi Sumi hanya tersenyum melihat kekonyolan mereka yang debat terus menerus.
"Mas Aisyah pulang dulu yah nanti mau ,ngambilin mas Baju ganti Ama buat Papa juga",
"Sama siapa?"
"Sama bibi Sum",
"Tapi ingat Hati-hati yah",
"iyah Bos ku",
Lalu Aisyah pun berat meninggal kan Eza yang sendirian di rumah sakit menunggu ibu nya.Karna Alasan pertama karna Eza keadaaan nya Lumpuh dan banyak penjahat yang mengincar nya.
"Mas", Aisyah yang sudah hendak melangkah lalu membalikkan badannya lagi kearah Eza.
"kenapa lagi",
"Aku Takut ninggalin Mas disini sendirian".
"tenang aku gak papa ko, lain anak buah mas nanti datang ko",
"syukur lah, hati-hati yah mas"
"Assalamualaikum",
mencium tangan suami nya
"Waalaikummussalam"
Kini Aisyah pun mulai melangkah meninggalkan rumah sakit.Dengan naik Angkot bersama Bibi Sum.
"Nak,Kita mampir bentar yah di warung depan. bibi mau beli sesuatu",
"yah bi, Bang berhenti disini"Teriak Aisyah pada supir angkot.
setelah mereka turun , hendak menyeberang ke warung mereka tuju.tiba-tiba saja Aisyah hendak di tabrak oleh seseorang.
"Aaaaaa",
Untung aja mobil itu berhenti di depan aisyah tidak menabrak nya.
"hey nak, kalo Nyeberang itu berhati-hati",
Aisyah melihat orang itu dia mengingatkan sesuatu.
Aisyah seperti sok meliat orang tua itu.
"maap pak" ,kata bibi Sum menarik tubuh Aisyah kepinggir.Dan mobil itu berjalan pergi.
"Nak Aisyah gak papa",
tanya bibi Sumi.
"Ayah",
"Ayah" , Teriak Aisyah
"Siapa nak yang kamu panggil ayah",
"orang tua di mobil tadi",
"Mungkin Nak Aisyah salah liat",
"Gak bi,itu benaran Ayah Aisyah .memang di foto itu Ayah terlihat muda tapi Aisyah tau itu ayah nya Aisyah bi",
"Yaudah nak Aisyah tenang dulu disisi", Bibi Sum membawa Aisyah ketepi jalan di bawah pohon.
"Bibi mau kemana?"
"bibi mau beli kan nak Aisyah minuman biar tenang, Dan bibi mau beli sesuatu tadi nak",
"Iyah bi , Aisyah disini aja".
__ADS_1
Setelah bibi Sum pergi , Aisyah pun termenung di bawah pohon itu.
"Ayah, Apakah ayah tau Aisyah ini Anak Ayah. Ayah kenapa Ayah buang Aisyah karna Aisyah terlahir Anak perempuan. Apakah Ayah malu jika Aisyah terlahir perempuan. Ayah Dimana ibu Aisyah. Aisyah ingin tau Ayah",