
Hari-hari perlakuan Ibu Lindha ibunya Reza pada Aisyah,masih tetap sama keras dan sering marah menyalah kan keadaan anak nya kepada Aisyah.
Aisyah sering kali menangis dan kecewa atas perlakuan ibu mertua nya.
Belum lagi Aisyah selalu berbuat baik pada suami nya tapi gak pernah di angap oleh suami nya.
Pagi ini Aisyah sedang memasak di dapur dengan Bi Sumi. Hanya ibu Sumi lah yang selalu menemani nya di saat keadaan apa pun.
"Nak,Aisyah ternyata jago banget yah masak. Hmm bibi aja sampe gak berhenti nyicipin makanan nak Aisyah".kata bibi Sumi.
"Syukur lah Bi, kalo begitu", senyum manis di bibir Aisyah.
"Nak Aisyah bisa masak gini belajar di mana",
"Sama umi?" Muka Aisyah tiba-tiba saja langsung sedih mengingat ibu angkat nya yang telah meninggal dunia.
"Kog sedih nak?"
"Umi Aisyah udah meninggal Bi",
"Innalilahi wainailaihi rojiun,maap yah nak Aisyah Bibi gak maksud buat Aisyah sedih",
"Gak papa bi",
Tiba-tiba saja anak Bibi Sumi datang.
"Ibu,"kata Peria itu memeluk tubuh nya ibu Sumi dari belakang
"Satria,"kata ibu Sumi
Aisyah pun mendengar itu yang semula pokus dengan masakkan nya kini dia juga melihat kearah sumber suara.
"Ibu apa kabar?"
"Baik sayang",
Satria pun mengoleh kearah wanita bercadar di samping ibu nya.
"Siapa dia ibu?"
"Istri nya tuan muda Reza nak",
"Kapan nikah nya Bu?perasaan Satria denger ABG Reza mengalami pembegalan sampe dia mengalami cidra parah",
"Cerita nya panjang lah nak"Kata ibu Sumi.
"Oh yah aku kayak pernah liat kamu di mana yah?"kata Satria
"Aku orang pernah kamu tolong saat mau di gombalin orang di jalan ingat gak,dan kamu juga pernah liatin saya diwarung makan",jelas Aisyah.
"Ohh Iyah aku baru ingat yah,Sayang kamu dah nikah sama Abg Reza kalo belum mau?"
"Hus Satria jangan ngomong ngak-ngak lah",(tatapan ibu nya mengarah ke Satria)
"Jangan dengerin Aisyah Satria memang gitu orang nya mudah bercanda",kata bibi Sum
Tiba-tiba nyonya besar rumah pun datang tak lain dari ibu Lindha.
"Hmmm ini bukan ruangan gosip yah",tatapan tajam dari Ibu Lindha.
"Eh ada mama Lindha",
"Sejak kapan aku punya anak kayak kamu",
"Eh sejak kapan yah lupa,sejak ibu Lindha turun dari langit kayak nya?"
"Huh mau saya guyur sama Air sebaskom apa hah, Ini bi Sum anak nya di ajar.biar waras dikit",
"maap nyonya besar atas kekonyolan anak saya,minta maap gak?"kata bibi Sumi mentap ketakutan meminta anak nya minta maap pada majikan nya.
__ADS_1
"Iya deh ibu, nyonya besar maapin Satria yah",
"Gih lanjutin masakan nya, suruh anak kamu kini pergi dari sini",
"Gih pulang dulu sana nak,nanti sore mama masakkan masakan enak",
"Oke deh ma, muachh"mencium pipi mama nya.
"Assalamualaikum"
"Walaikummussalam"
Dan Satria pun pergi dari rumah ibu Lindha itu.
"Bibi Sum Awasin kerjaan perempuan itu?"
"Tenang nyonya nak Aisyah jago masak ko",
"Masa sih?"
Lalu ibu Lindha mencicipi masakan Aisyah.
Ayam bakar,sup Ayam dan rendang.
"Huhh masakan mu boleh juga",
Pertama kali nya Aisyah merasa senang karna masakan nya di puji mertua nya.
Menurut Aisyah ini Awal yang baik.
Aisyah tersenyum mendengar ucapan Ibu Lindha.
"Ada untung nya juga nih cewek tinggal disini,jadi pembantu rumah ini".
Hari ini kita ada tamu penting,jadi kalian harus masak yang enak",
Berjalan waktu kini menujukan jam 09:00 WIB.
Semua masakan sudah tertata rapi.
Kini Aisyah pun membantu suami nya mandi , dan setelah itu Reza meminta Aisyah mengambil pakaian yang terlihat keren.Wajah Reza pun sangat berseri-seri. berjam-jam Reza di kursi roda bercermin.Tingkah Reza sangat membingungkan Bagi Aisyah.
Setelah Reza rapi Aisyah pun membawa Reza kemeja makan.
"Seperti nya akan ada tamu penting nih", kata batin Aisyah.
"Ting nong", bel berbunyi
"Gih bukain" pinta Reza.
"Aku dah rapi belum mas",
Hal itu di dengar Ibu Lindha
"Emang kamu siapa?"
Aisyah hanya termenung
"Ku bilang cepat buka!!!"bentak Reza pada Aisyah.
"Iyah Iyah mas,"
"Rek"
Wanita cantik dengan pakaian sangat seksi wajah yang putih,tinggi langsing.
"Lama banget sih buka nya?"
"Maap tadi lagi sibuk?"
__ADS_1
"Sibuk apaan sih? Kamu pasti pembantukan.pembantu aja belagu",
Mendengar kata-kata itu Aisyah terkejut datang-datang bukan nya salam malah ngomong kemana-mana.
Wanita cantik itu pun langsung berjalan keruangan makan. Dia Tampa di suruh masuk langsung masuk sendiri. Seperti orang yang sudah lama mengenal keluarga Reza.
Di ruang makan.
"Hay baby apa kabar?"kata gadis itu langsung memeluk Reza.
"Hay juga sayang,bisa kamu liat sekarang aku lumpuh", kata Reza
Melihat suami nya berpelukan dengan wanita lain. Itu adalah pukulan yang menyakitkan bagi seorang istri.
"Hmm siapa dia sampai dia berani menyentuh dan memeluk suami ku. Seperti nya dia sepesial di mata keluarga ini apa lagi mas Reza pas menatap nya ada kebahagian disana beda saat bersama ku", kata batin Aisyah.
"Kesian banget sih pacar ku", kata Gadis itu lagi.
Aisyah hanya mampu melap air mata nya,dia harus menyaksikan suami nya berpacaran dengan wanita lain di depan mata nya.
"Tante kenapa bisa Reza kayak gini Tan, cerita sama Siska Tan"
"Jangan panggil Tante dong panggil aja Mama"
"Oke ma,gimana tadi cerita nya ma?"
Mendengar ucapan Mama mertua nya itu membuat Aisyah sakit hati. "Orang lain yang hanya status pacar bagi anak nya dia ingin di panggil mama sedangkan aku menantu di pinta memanggil nya sebutan Nyonya,kapan kah gelap ini berubah terang",kata batin aisyah
"Biasa lah Sis, Reza nolongin orang kena begal terus dia yang kena keroyok akibat nya yah kayak sekarang",
"Hmm sayang kamu sih terlalu baik",
"Hmm kamu jahat sama aku Sis, pergi kuliah di Luar negeri sampe 6 tahun gak ada jenguk aku kesini",
"Maap sayang,kan aku mau jadi orang yang sukses",
"Iyah deh sayang", muka cemberut Reza.
"Yukk makan",kata ibu lindha
Aisyah pun juga mau duduk di dekat Reza.
"Ehh sana?" Bentak Ibu Lindha
"Tapi", kata Aisyah
"Pembantu sekarang,banyak gak punya sopan santun yah ma?".
"Yah sis",
Air mata Aisyah hanya mampu mengalir.
"Yukk," kata ibu Lindha menarik kuat tangan Aisyah kedapur karna malu pada Siska.
Saat di dapur.
"Brukk" mendorong tubuh Aisyah ke lantai.
"Sakit nyonya hiks"
"Tuh ,akibat nya kamu malu-maluin saya depan pacar anak saya?"
"Tapi kan Aisyah istri Mas Reza ma?"
"Iyah istri, tapi istri siri. Yang kapan pun bisa putus dengan anak saya,ingat kamu jadi istri saya hanya sebatas mengurus anak saya. Sampe sembuh,"tatapan tajam dari ibu Lindha.
Setelah itu ibu Lindha pun pergi, Aisyah kini hanya mampu menangisi keadaan nya sekarang.
"Andai Aku punya cahaya,mungkin cahaya itu akan aku jaga. Andai aku punya harapan mungkin aku bisa bermimpi. Andai jalan ku ada mungkin aku bisa berlari. Tapi sayang hidupku gelap, hanya bisa berharap cepat terbit wahai fajar , aku ingin tersenyum walau untuk sebentar",
__ADS_1