
Tak berapa lama kini Aisyah tersadar,
"kenapa semua gelap",
"ini kenapa tangan ku di ikat",
"Apa aku di culik",Aisyah terus bercakap sendiri dan dia mulai ketakutan.
"rikkk rikkkm",
"Auu AU", Aisyah ketakutan kaki nya ada yang menggigit.
"Apa itu",Aisyah menangis dan kesakitan karna kaki nya di gigit Tikus.
"Tolong lepas kan saya?dari sini, apa salah saya?".
Tapi tak ada satu pun orang yang membuka pintu ruangan itu.
kini Aisyah hanya pasrah ,takut ,gelap menghantui nya tapi dia tak bisa berbuat apa-Apa.
tak berapa lama akhir nya pintu itu pun terbuka. Dann seperti ini sudah malam.
"Rekkk",
kini ruangan gelap itu pun di beri lampu.
"Kita siap-siap bos besar akan datang",
"Siap bos",
tak cukup lama kini seorang bapak-bapak berjas memasuki ruangan itu.
"Gimana apa berhasil kalian menculik Istri Eza?"
"Sudah Bos besar",
"buka penutup muka nya",
kini semua pereman itu, mulai membuka penutup mata Aisyah.
"Gadis bercadar",kata bos nya lagi.
"Kenapa bos, Istri Eza kan memang ini bos",
"Apa benar kalian kan gak tau muka Asli nya",
"Tapi kamu tahu bos pagi tadi ini cewek ikut suami nya kekantor",
"Buka cadar nya", kata bos besar itu lagi.
"siap bos",
"Jangan", Teriak Aisyah.
tapi apa lah daya tangan dan kaki nya di ikat kini cadar nya telah di buka.
"Safiri", terkejut bos besar itu melihat Wajah Aisyah. Sedangkan Aisyah terus menangis dan kini dia juga mulai menatap wajah bos besar itu.
"Ayah",
"Safiri",
"Aku bukan Ibu yah , Aku Anak ayah Aisyah yang Ayah buang waktu bayi di rumah Ustadz hanya selemar foto yang Ayah titipkan disana. Ayah gak suka atas kehadiran Aisyah berujud wanita.Ayah ayah gak bertanggung jawab , Ayah buang aku hiks ayah dulu Aisyah bermimpi ingin bertemu Ayah Aisyah kita Ayah berubah saat ini tapi Ayah tetap sama jahat sama Aisyah .kini Ayah mengikat Aisyah dengan gini kayak tawanan apa kah sebenci itu Ayah pada Aisyah", Tangisan Aisyah makin pecah.
"Hmm jaga omongan kamu,Apa kamu mau saya bunuh",
"Gak papa kalo memang itu memang keinginan Ayah setidak berguna nya kah Aisyah di mata Ayah",
"Diam",
kini suara kembali hening,hanya tangis yang ada disana.
"Siapa mu Eza?"
__ADS_1
"Suami ku",kata Aisyah tertunduk malu karna kini dia tak memakai cadar sedangkan disana banyak anak buah ayah nya.
kini Ayah Aisyah berfikir keras
"Gimana mungkin darah dagingku bisa menikah sama musuh bebuyutan ku",batin Ayah Aisyah.
"Apakah kamu menggap saya Ayah mu",
Aisyah hanya mengguk pelan.
"Aku ingin kamu berpisah dengan suami mu",
Aisyah tersentak kaget, mendengar ucapan Ayah nya itu.Yang gak pernah menggap nya seorang Anak.
"Apa Ayah begitu, Apakah Ayah yang sudah meneror dan membunuh saudara suami ku",
"Hahah Yap pintar kamu Aisyah", kata Pak dermawan yang tak Lain Ayah Aisyah.
"Kenapa ayah kejam sama suami ku dan terlebih aku yang sering Korban Ayah",
"Itu salah kamu mau menikah dengan keluarga Eza.Darah dagingku harus menikah sama musuh bebuyutan ku",
"Apa maksud ayah",
"Apa kah kamu tau, Kita dulu kaya raya. kehidupan Ayah sama ibu mu bahagia sampai suatu ketika sahabat Ayah meminjam uang ratusan juta. Yah Ayah dari suami mu. tapi dia malah kabur dan setelah bertemu dia Enggan mengakui hutang nya pada Ayah. Ayah bangkrut saat itu. Ibu mu yang besar mulai Stres akibat kebangkrutan itu. Ayah yang waktu itu terpurukk sangat dalam. Sampai kamu lahir ibu mu setelah itu masuk rumah sakit jiwa, Sampai suatu ketika Ayah menginginkan anak Laki-laki untuk membantu ayah untuk bangkit lagi tapi sayang anak ayah lahir perempuan. Ayah waktu gak sadar dan keadaaan terpuruk dan membuang mu di rumah Ustadz itu.Dan kamu tahu nenek mu yang lagi mengalami penyakit parah harus operasi karna ayah saat itu gak punya uang karna perusahaan ayah sudah bangkrut. Nenek mu harus meninggal karna gak punya biaya Syah", Ayah nya bercerita dengan menangis.
Aisyah mendengar cerita itu hanya menangis.
"Dimana sekarang ibu",
"kamu mau ketemu ibu mu kan?"
"iya gimana pun kondisi nya",
"Oke Asal kamu mau berpisah dengan suami mu itu",
"Tapi Ayah",tolak Aisyah
"Apa kah kamu masih ingin berhubungan sama keluarga yang telah membuat keluarga kita hancur. Kamu yang terpaksa Ayah buang karna kondis keluarga kita saat itu",
"Oke kalo kamu masih milih suami mu dan keluarga yang menghancurkan kan keluarga kita dan membuat ibu mu gila dan harta kita habis waktu itu. gak papa pilih lah mereka. Tapi kamu akan menjadi musuh Ayah mu sendiri dan Kamu gak akan pernah bisa melihat ibu lagi untuk selama nya .Biar kan lah Ayah saja yang Menjaga nya. Mungkin ibu nya hanya melahirkan mu kami bukan siapa-siapa mu",
Aisyah hanya menangis,
dengan berat hati Aisyah pun mengangguk
"Apa arti nya Syah",
"Aisyah siap akan pergi dan meninggalkan Mas Eza yah, Dan Aisyah akan minta cerai pada nya",
"Aisyah gak tau apa kah keputusan Aisyah ini benar, Tapi jujur Aisyah bingung ya Alalh tapi Aisyah gak punya pilihan. Aisyah tau ayah juga salah apa lagi telah membunuh ABG nya mas Eza dia telah di penuhi rasa dendam. Ya Allah maap kan lah dia. Untuk sekarang Aisyah gak punya pilihan selain mengalah.Disisin lain keluarga mas Eza juga salah telah menipu keluarga ku sampai aku terbuang begini. Aisyah harus kuat biar bisa ketemu ibu",Kata batin Aisyah
Dermawan kini hanya diam,
"Cepat kamu lepasin anak saya", kata ramah dari Ayah Aisyah.
"siap bos",
kini Ayah Aisyah pun meminta anak buah nya nya mengantar Aisyah pada suami nya.
"Ingat pesan ayah",.
tatapan tajam dermawan menatap aisyah hendak masuk kedalam mobil.
berapa saat mobil itu pun berjalan menuju rumah megah milik keluarga Eza.
hanya waktu setengah jam kini sampai kerumah suami Aisyah
Aisyah pun turun ,keadaan rumah yang sepi dia tahu Eza pasti sangat khawatir.
"Assalamualaikum",ketuk Aisyah pada rumah nya.
Tak berapa lama , kini pintu rumah pun terbuka tak lain Bibi Sum yang membuka nya.
__ADS_1
"Walaikummussalam,
Nak Aisyah udah pulang. Tuan muda tadi nyariin nona sampi dia Sakit di kamar nya itu mungkin seharian nyari nona gak pulang takut nona di Apa-apa in lagi",
"Benar kah bi",
Aisyah pun berjalan cepat menuju kamar nya.
"Rekkk",
benar disana Aisyah mendapati Eza sedang terbaring lemah dan badan pucat.
"Aisyah jangan pergi",Eza mengego memanggil nama Aisyah
Aisyah pun langsung lari menghampiri suami nya.
"Sayang",Aisyah langsung menangis dan memeluk suami nya.
"Sayang, Kamu baru aku tinggalkan sebentar saja kondisi mu begini. Tapi kamu harus belajar jika esok aku gak akan ada lagi di sisi mu. Sayang kamu harus tahu aku akan terus mencintai mu. Malam ini aku akan menjaga mu sepanjang malam. karna mungkin malam-malam selanjutnya nya kita tak akan lagi bersama. kamu harus kuat. Jangan sakit yah. Hubungan kita terlarang sayang.Kita akan berpisah untuk sementara. ku harap kamu akan menunggu ku. Semoga saja nanti kamu akan terus mencintai ku atau malah membenci ku", batin Aisyah terus menangis. Tampa sadar baju Eza basah dan dia terbangun.
"Sayang",
mata nya terbuka.
"Iyah mas",.
"Kamu diri mana Aku sangat khawatir sayang",
"Aku aku",
"Yaudah gak usah di jawab asal kamu ada disini itu dah cukup",
Aisyah pun bangun, memeriksa kening Eza yang sangat panas.
Aisyah pun langsung mengompres kepala Eza.
Aisyah kini di sambing ranjang Duduk sambil mengompres Eza.
dan Aisyah pun langsung mengikat kepala Eza di pangkuan nya.
"Kepala ku pusing banget sayang",
kata Eza lagi sambil memegang kepala nya.
Aisyah pun langsung memijiti nya .
"Bermanja lah sayang, mungkin ini Akan Jadi terakhir kita bersama"Air mata aostah mengalir.
"Cup", Aisyah langsung mencium kening Eza yang membuat Eza terbangun.
"Sayang kenapa ? ko kamu nangis kenapa? Mas gak papa ko sayang",Kata Eza membersihkan Air mata istri nya.
"Gak papa sayang , tidur lah nanti makin pusing kalo tidur lama",
"Tapi sayang jangan nangis",
"Gak ko sayang", Kata Aisyah pura-Pura tersenyum.
tak berapa lama Eza pun tidur,jam berlalu begitu cepat. Eza kini panas nya sudah turun jam sudah menunjukan jam 4 pagi. Aisyah sudah siap kan pakaian nya meninggal kan rumah suami nya walau berat tapi kini tiada pilihan lain selain harus pergi agar Ayah nya tidak semakin marah kepada keluarga Eza. Yang salah memang bukan Eza tapi Ini kesalahan Ayah nya dimasa lalu. Aisyah berat hati meninggal kan suami nya.
tak lupa sebelum pergi dia mencium suami nya dengan banyak tangis keluar dari mata nya.
"Mas Aisyah pergi,jangan sakit jaga diri baik-baik Aku mencintai mu",.
"Cup",
Kini Aisyah pun kabur melalu jendela nya dia mulai meninggal kan rumah dengan banyak air mata. dan sebuah surat dia tinggal kan untuk suami nya. Agar melupakan nya karna dia sudah tak bisa lagi bersama nya.
langkah Aisyah seakan lemah, di iringi hujan dan angin kencang tapi tak berpengaruh oleh diri nya.
tak jauh dari Rumah Eza ternyata anak buah ayah nya sudah menjemput nya.
kini Aisyah di bawa ke rumah Bos besar nya. Niat ayah Aisyah memang ingin menyakiti keluarga Eza dengan mengambil anak nya kembali. Agar Keluarga Eza merasakan sakit luka lama di keluarga mereka.
__ADS_1
bersambung
huhh maaf yah cerita nya gak seru, baru belajar soal nya. makasih kakakk, Ade dah mampir. Cerita ini murni dari hayalan saya. jadi hal-hal buruk jangan di ikuti.