Terbitlah Fajarku

Terbitlah Fajarku
Ku hutang Budi pada nya


__ADS_3

Kini Aisyah sudah berada di rumah sakit. Menunggu kesadaran dari Anita dan Peria yan menolong nya.Sebelum nya Aisyah juga sudah menelfon keluarga mereka.Sambil menunggu kesadaran mereka.Kini Aisyah sedang duduk di kursi tunggu.


Tak berapa lama keluarga dari Peria itu pun datang.


"Hiks hiks pak anak kita Pa, Reza pak?".


"Sabar Ma, papa yakin Reza baik-baik aja".


Setelah berapa lama dokter pun keluar dari ruang Reza.


"Disini siapa keluarga pasien?"


"Kami pak,saya ibu nya hiks",tangis mama nya Reza.


"Kondisi anak ibu saat ini keritis,banyak pukulan kuat di tubuh nya.Itu yang membuat tubuh nya melemah saat ini.mohan doa nya ibu dan bapak semoga anak kalian lekas setabil",kata Dokter.


"Pak anak kita"tangisan ibu nya Peria itu pun makin pecah.


"Sabar Bu,"kata ayah nya memeluk istri nya.


Dan dokter pun pergi dari sana


Sisi lain Aisyah juga kasihan mendengar Kondisi orang telah menolong nya separah itu.


Kini tatapan tajam ibu nya Peria itu menghadap kearah Aisyah.


"Ini pasti gara-gara nolong kamu kan, sampai anak saya seperti ini?kamu harus tanggung jawab",kata ibu nya seperti gak bisa terkontrol.


"Mama yang sabar atuh,ini bukan kesalahan dia tapi karna ini musibah Ma?"kata papa nya lagi.


"Terus kenapa gak dia aja pa, yang celaka? kenapa harus anak kita Pa?"kata mama nya menatap wajah Suaminya dengan Air mata.


"Ayokk Ma, kita minum dulu biar mama tenang. Anak kita kan kuat?"kata Ayah nya Peria itu membawa istrinya ketempat lain.


Mendengar ucapan dari orang tua Peria itu, kini Aisyah merasa bersalah karna menolongnya kondisinya sampai separah ini sekarang.


Karna memang benar, waktu kejadian tadi perlawan yang tak seimbang. Dia sendirian sedangkan pereman itu berlima.


Pukulan kuat yang berulang-ulang sampai dia tidak berdaya dan tergeletak pingsan di jalan. Ada yang mukul nya dengan balok di kaki pukulan kuat di perut dan muka nya juga.


Mengingat kejadian itu membuat Aisyah merasa bersalah.Mungkin Tampa Peria itu kini dia sudah kotor karna perlakuan pereman itu yang akan melecehkan nya. Kehormatan dan harga diri bagi seorang Aisyah memang diatas segala nya.


Sebab itu dia sangat terimakasih atas apa yang di lakukan Reza.


Saat ini kondisi Anita sudah sadar. Yah memang Anita hanya ketakutan saja sampai dia Pingsan.

__ADS_1


Kini Aisyah pergi Ke MUSHOLLAH yang ada di Rumah Sakit itu. Aisyah melakukan shalat tahajud karna saat ini jam sudah menunjukan jam 00:00 WIB,


Setelah Shalat, Aisyah pun berdoa.


"YA Allah pemilik jiwa ku,hidup ku mati ku. Kini Aisyah bersimpuh di hadapan mu hiks, Aisyah terimakasih sekali saat ini Aisyah masih keadaan suci ya Allah.Terimakasih kau telah menghadirkan dia untuk menolong ku dari orang-orang yang hendak merenggut kesucian ku. Ya Allah ku mohon sembuh kan lah dia,angkat kan lah penyakit nya. Ku tau dia orang baik.Dia berkorban menolong ku dan sahabat ku Anita. Ya Allah sembuh kan lah rasa sakit nya. Angkat lah segala rasa sakit nya"tangisan Aisyah.


****


Keesokan hari nya, Kini Aisyah masih tertidur lelap di sampingnya Anita dan disana juga ada ibu nya.Terdengar suara Azan Shubuh ,Aisyah pun membuka mata nya dan berniat untuk Shalat Shubuh. Dan mengajak Ibu nya Anita juga shalat Shubuh bersama nya ke MUSHOLLAH.


Mereka pun lekas menuju ke MUSHOLLAH, setelah Shalat mereka pun kembali ke ruangan Anita.


Setelah beberapa menit diruangan Anita Aisyah pun berniat menjenguk kondisi Reza, yah Peria yang menolongnya itu.


Sebelum sampai di ruangan Peria itu Aisyah mengintai dulu apa kah ada keluarga nya. Di sana. Kebetulan saja tidak ada siapapun .Mungkin lagi keluar sebentar. Setelah kejadian semalam di marahi Ibu Reza itu Aisyah merasa takut pada Orang tua Reza.


Tak berapa lama, Aisyah pun masuk keruangan Reza. Aisyah melihat kondisi Peria itu kini lemah. Tiba-tiba saja air mata nya menetes.


"Ku mohon cepat lah bangun,ku ingin ucapan terimakasih pada mu.Aku sangat berhutang Budi pada mu. Kamu selamat kan aku dari orang-orang yang hendak mecekkan kehormatan ku. Aku selalu berdoa pada Allah agar kamu kembali sehat hiks"ucapan Aisyah sambil menangis.


Lalu Aisyah duduk di kursi dekat Reza,Dia buka Al Qur'an dan mulai membaca nya.


Lantunan lemut dan indah keluar dari mulut Aisyah. Setelah hampir 10 menit Aisyah pun mengakhiri bacaan nya.


Saat Aisyah hendak bangun,Tubuh laki-laki itu kejang-kejang.


Tak berapa lama bukan dokter masuk malah Ibu dan Ayah nya Reza.


"Kamu apa kan Anak saya",teriak marah pada Aisyah dari ibu Reza.


"Gak saya apa-apain Tante"ucapan Aisyah dengan menangis.


"Brukk",


Dorongan kuat dari Ibu nya Reza membuat tubuh Aisyah terjatuh.


Sedangkan Ayah nya Reza sudah keluar mencari Dokter.


"Anak ku",tangis ibu nya Reza memeluk tubuh anak nya yang terus kejang-kejang.


Tak berapa lama dokter yang menangani Reza pun masuk dan meminta semua yang ada di dalam untuk keluar. Walau pun ibu nya Reza menolak tapi dokter memaksa agar mereka bisa lebih konsentrasi menangani nya.


Kini Aisyah dan ibu Reza pun keluar dengan perasaan tak menentu dan panik.


"Pergi kamu dari sini ini, semua gara-gara kamu. Kamu apain anak saya hahh!!!!"

__ADS_1


"Tente Aisyah gak apa-apain anak Tante",


"Saya gak yakin, kamu pasti punya niat buruk kan pada anak saya",Tangisan ibu nya Reza.


"Mama tenang ma, gadis ini gak salah ma," kata Ayah nya Reza memeluk istri nya


tak berapa lama dokter pun keluar.


"Dok gimana kondisi anak saya?"kata mama nya REZA.


"ALHAMDULILLAH kondisi anak ibu sudah melewati masa keritis nya,sekarang dia juga sudah sadar",


"Benar kah dok",


"Benar bu,kalo begitu saya permisi dulu",


Setelah itu keluarga Reza pun masuk keruangan Reza.


walau pun Aisyah tak dapat menjenguk nya


Tapi Aisyah bahagia bisa mendengar penolong nya itu dapat tersadar lagi.


****


Diruangan Reza


"Ma",kata Reza melihat ibu nya.


"Iyah sayang,mana yang sakit sayang".kata mama lagi dengan khawatir.


"Mama kaki Reza gak mau di gerakin",


"Apa sayang?",


"Iyah Ma,Pa apa Reza sekarang lumpuh yah. Ini gak mungkin kan Pa, Ma",kata Reza dengan nangis.


"Gak nak, gak mungkin. Ayok Papa panggil dokter",


"Iyah Ma",papa nya lari dengan terburu-buru.


Tak berapa lama dokter pun datang.


"Mohon Bapak Ibu keluar,"


"Iyah dok,lakukan terbaik dok untuk anak saya",

__ADS_1


"Iyah Bu kami usahakan,"


Ibu dan Ayahnya Reza pun keluar dari ruangan Reza.


__ADS_2