
Aisyah kini berada di dapur, dengan mengerjakan perkerjaan nya.Aisyah nampak senang tingkah suami nya semakin hari semakin perduli kepada nya. Walau pun dia agap yang kedua walau pun dia yang pertama dia cukup bahagia tentang itu.
Tak berapa lama ibu Lindha datang dengan muka merah.
"Apa yang kamu buat pada sama anak saya sampai dia suka sama kamu?",
"Saya gak ngapa-ngapain nyonya?"
"Ingat yah pernikahan kalian cuma sementara,kapan pun anak saya sembuh kamu harus pergi dari rumah saya.Lagian kamu tau Reza itu sudah punya pacar dari kecil dia udah kami jodoh kan sama Siska. Kami banyak hutang Budi sama keluarga nya. Jadi kamu gak boleh berharap lebih pada anak saya Cam kan itu",tatapan tajam dari ibu Lindha.
Air mata Aisyah jatuh dengan sendiri nya.
"Iyah nyonya",
"Paham gak!!"
"Paham nyonya",
"Yaudah lanjutin kerjaan kamu",
Lalu ibu nya Reza pun menuju kamar anak nya semata wayang nya itu.
"Nak",dengan muka murung.
"Yah Mama,kenapa?"
"Mama gak sanggup kehilangan kamu lagi,cukup mama kehilangan ABG kamu Angga",
"Iyah mama Reza gak bakal tinggalin mama ",mencoba melap air mata mama nya.
"Kamu ingat gak nak kenapa ABG kamu bisa meninggal",
"Ingat ma,karna gak nurut kata mama kan",
***
Angga setiawan adalah Pria yang sukses ngembangin perusahaan nya waktu itu. Perusahaan milik keluarga nya. Semula Angga anak penurut sama Ibu dan Ayah nya.
Sampai suatu ketika Angga jatuh cinta pada gadis. Gadis yang sederhana. Tapi Ayah nya adalah seorang Pereman selalu memampatin ke kayaan Angga.
Walau pun Ibu Lindha mengatakan jangan berhubungan gadis itu tapi Angga seperti sudah mabuk Asmara dengan gadis itu.Dulu ibu Lindha juga wanita yang baik ramah,tamah,penyayang walau pun dia memiliki prasaat buruk jika Angga dekat dengan gadis itu tapi terpaksa menuruti kemauan anak nya itu.
Sampai suatu titik yang sangat menyedihkan Angga membawa pulang agak tengah malam gadis itu karna kehujanan lebat. Sesampai di rumah wanita itu mendapati ayah nya wanita itu juga pulang berjudi dan mabuk.
__ADS_1
"Ayah mabuk lagi yah",tanya Sintia.
"Hmm huhh tau apa kamu",mendorong keras tubuh Sintia.
"Brukk",
"Om jangan kasar Ama anak om", kata Angga".
"Siapa kamu berani ngatur saya berlaku gimana dengan anak saya.
Tampa sadar disana terjadi cekcok yang sangat besar yang terjadi perkelahian dan membuat Angga gagal di selamat kan dan dalam menuju rumah sakit.
****
Setelah kejadian 5 tahun yang lalu itu membuat mama Lindha jadi berubah draktis. Dia menjadi sangat mengatur akan kehidupan Reza. Karna dia sangat takut kehilangan Reza juga. Reza yang takut Mama nya akan sakit lagi, setelah kematian ABG nya dulu terpaksa mengikuti semua kemauan ibu nya.yah Ibu Lindha punya penyakit Jantung.
"Hiks hiks"tangis ibu Reza.
"Jangan nangis mama,tenang nanti mama sakit lagi",
"Mama gak mau kehilangan Reza , cukup ABG kamu yang ninggalin kita sayang",
"Yah Mama, Reza juga gak mau mama sakit lagi. Apa pun kemauan mama ,Reza akan turutin",
"Iyah Mama ,Reza akan berusaha menuruti kemauan Mama",
"Benar kata mama,aku gak pernah tanya gimana keluarga Aisyah. Aku juga harus tau gimana keluarga nya,aku yakin keluarga Aisyah orang baik-baik. Setahu ku orang tua angkat nya udah meninggal",kata batin Reza.
"Ko diam nak",
"Gak papa ma",
"Ingat pesan mama jangan jatuh cinta,Mama gak mau kamu kenapa-kenapa?"
"Yah Mama",
Setelah percakapan itu kini Reza seperti orang yang bingung. Di hati nya berkecamuh mengingat kematian ABG nya itu.
Kematian yang sangat mendadak ABG nya yang terjadi 5 tahun itu membuat nya sangat terpukul.
Apa lagi jika mendengar berita jika pembunuh abg nya itu kini sudah di bebaskan,Ntah siapa yang menjamin pembunuh itu bisa di bebaskan.Membuat Reza makin merasa murka.Atau kah pembunuh abg nya itu bukan Faktor percintaan tapi ada Orang yang iri kesuksan armahum ABG Angga dan membayar pembunuh bayaran itu untuk Membunuh Angga. Semua itu masih tanya jawab otak Reza.
"Aku harus cari tahu, semua ini. Aku harus kembali mencelboskan Pembuh itu kepenjara. Dan aku harus mulai mencari tahu sosok gadis bernama Sintia itu. Dulu mata-mata ku mengabarkan kalo Sintia itu berkerja di sebuah kafe aku awal mencari tahu dari sana,dan aku mungkin harus minta meminta anak ibu Sumi untuk menjadi mata-mata ku karna ku tahu di antara banyak orang yang ku percayai cuma dia yang berpengalaman dan dia jiku sangat berkemampuan dalam bela diri serta dia juga dia anak yang cerdas.Apa lagi sekarang kemampuan ku yang terbatas akan kondisi ku sekarang aku harus minta pertolongan nya", pikir panjang reza.
__ADS_1
Reza pun menghubungi Satria yah anak dari bibi Sumi yang dia angap orang pantas menjadi mata-mata nya untuk menyelidiki kematian ABG kandung nya.Satria memang anak yang cukup hebat dalam bela diri dan pendidikan nya juga tinggi karna Ayah nya Reza juga mengongkosi biaya pendidikan nya sampai sarjana tinggi.
Reza pun menelfon Satria
"Assalamualaikum Satria",
"Walaikummussalam yah bos,tumben telefon saya ada apa nih kangen yah hahah",
"Ihh jijik saya dengar nya?"
"Hihi serius Mulu nih bos langsung keinti aja lah bos?"
"Ada kerjaan buat kamu, kamu siap?"
"Bayaran nya gede gak bos,soal nya saya sibuk nih",
Semula Reza yang muka masam saja pas dengar candaaan Satria dia jadi tak tahan ingin ketawa.
"Hi memang dah dapat kerjaan ",
"Belum sih calon dapat nanti",
"Yaudah ,tenang ini bayaran nya gede kalo kamu berhasil",
"Siap bos ku semangat 45 lah pokok nya",
"Nanti kita atur ketemuan nya yah?"
"Iyah siap bos"
"Tut Tut" berakhir lah telfonnya nya .
"Gimana pun Acara nya aku harus membalaskan kematian ABG Angga. aku gak kan rela pembunuh abg bisa bahagia di sana. Aku harus bisa memasukan nya kembali ke jeruji besi",dengan marah dan melempar pas bunga Kedinding hal itu di lihat Aisyah.
"treng"
"mas kenapa?"
"gak usah banyak tanya"kata Reza mulai memutar kan roda nya dan berjalan pergi meninggal kan Aisyah.
"Ada apa lagi dengan mas Reza,apakah dia masih marah dengan kondisi nya sekarang",
"uhhj sabar Aisyah",sambil membersihkan pas bunga itu.
__ADS_1