
Kapan kah fajar itu terbit
Membawa segala luka di dada
Mehilangan segela gelap di mata
Berubah menjadi cahaya
Ku merindu pada Fajar
Yang hadir nya selalu di nantikan
Sebagai awal bahagia
Kapan kah air mata ini
Berubah menjadi sebuah tawa
Ku merindu pada Cahaya
Yang membawa segala luka
Terbit lah Fajar ku....
*****
Bagai pukulan kuat bagi Aisyah menerima kenyataan dia Ada tapi gak dia angap apa-apa. Bahkan seorang yang bukan Apa-apa, lebih penting dari pada diri nya. Dia bingung status nya sekarang sebagai Istri atau pembantu.Bahkan lebih di angap penting seorang pacar dari pada diri nya.
Melihat Aisyah menangis Bibi Sum datang dan memeluk tubuh nya Aisyah.
"Nak,Aisyah yang sabar yah,bibi yakin Nak Aisyah pasti kuat",
"Iyah bi,makasih selalu jadi penyemangat untuk Aisyah",
"Iyah sama-sama Nak",sambil mengelus kepala Aisyah.
Tak berapa lama ibu Lindha pun datang.
"Kenapa nangis?"
"Gak papa nyonya?"
"Cemburu yah, dari awal kan saya dah bilang kamu itu cuma perawat anak saya. Lagian salah siapa kamu tu baper Ama anak saya. Kamu menikah juga karna mau tanggung jawab kan sama Anak saya karna nolong kamu anak saya sampe lumpuh kayak sekarang. Itung-itung utang Budi kamu ,kalo gak mungkin kamu sekarang dah di lecehkan kan",
"Iyah nyonya, Aisyah paham".
"Gih saya pusing liat kamu nangis Mulu, ilang mood saya karna kamu. Gih pergi kepasar belanja",sambil memberikan uang 300 ribu dengan catatan belanja yang banyak.
"Tapi ini nyonya cuma cukup beli belanjaan, buat ongkos ada gak kan Jauh",
"Kan bisa jalan kaki",
"Tapi kan jauh nyonya 2 kloan",
"Dah jago ngeles yah,mau jadi pemalas yah. Mau jadi tuan putri di rumah saya. Ingat jangan pake motor di begasi. Itu motor Reza", dengan suara tinggi.
"Iyah nyonya",
Saat Aisyah keluar dia liat Reza sangat bahagia dan bercanda ria dengan siska.tentu nya dengan pegangan tangan.
"Sayang aku mau beli tas",
"Tas apa sayang",
"Tas branded import, cukup mahal sayang tapi aku gak punya uang",
"Berapa?"
"70 juta",
"Nanti aku transfer ke rekening kamu yah sayang",
"Makasih sayang", sambil memeluk Reza di kursi roda.
Melihat hal itu Aisyah berusaha tenang,
"Ingat Aisyah kamu harus tenang,ingat kamu cuma istri sementara",
__ADS_1
Sambil menahan Air mata nya jatuh.
Sambil berjalan menatap kemesraan suami nya dengan pacar nya.
"Mas, aku kepasar dulu yah?"
"Kamu tuh pembantu yah kenapa ijin segala,kayak istri aja",kata Siska kesal kepada Aisyah.
Muka Reza kayak kesal pada Aisyah.
"Gih pergi gak usah izin segala"
"Yah Assalamualaikum",
"Walaikummussalam",
Lalu Aisyah pun pergi dari sana.
"HM dapat dimana kamu Za,pembantu kayak gitu. Tampilanya juga beda banget dari kita. Apa sih yang kalian liat dari dia?"
"Gak tau lah sayang, itu urusan mama",
"Iyah juga sih sayang".
Kini Aisyah berjalan kaki menuju pasar jam sudah menujukan jam 10:00 WIB .
Cuaca panas membuat nya berkeringat bagaikan membasahi seluruh tubuh nya.
Berulang kali Aisyah melap kening nya dengan tangan nya.
Dengan waktu 30 menit kini Aisyah telah sampai di pasar,dengan nafas ke ngos-ngosan.
Aisyah pun berlanja yang sesuai daptar belanjaan yang tulis ibu mertua nya.
Dengan waktu 1 jam setengah,Aisyah menyelesai kan belanjaan nya kini dia berniat pulang jam sudah menunjukan jam 12:00 WIB.
Dengan cuaca sangat panas,trik matahari tepat di atas nya dengan tangan yang penuh dengan belanjaan.
Aisyah mencoba agak berjalan cepat tapi malah dia makin mecapeaan. Belom lagi dia merasa sangat haus sedangakan dia tidak ada punya uang lagi semua nya habis untuk belanja.
Tiba-tiba saja sandal nya putus.
Aisyah pun mulai melangkah
"Auuu, panas" Aisyah kesakitan melihat kaki nya merah-merah.Muka Aisyah juga telah pucat karna dia belum ada makan dari pagi.
Tiba-tiba saja ada seorang bermotor berhenti.
"Aisyah yah",
"Iyah, mas Satria yah".
"Kenapa kamu?,Aisyah kenapa gak pake sandal".
"Nih putus",
"Kenapa gak pake angkutan umum?"
"Gak ada biaya",kata Aisyah malu
"Pasti ini kelakuan nyonya Lindha itu kan,sangat kejam. Kenapa kamu mau dia perlakukan kayak gini",
"Karna aku istri anak nya",
"Istri tapi ABG Reza gak pernah bela Kamu Syah?"
"Kan dia ibu nya"
"Dah ah bicara sama kamu,sama aja nggak orang nya terlalu baik,yuk aku antar?"
"Gak usah takut ngerepotin",
"Kamu mau kena marah lagi karna kamu lama sampai nya",
"Oke lah kalo gitu"
Tak berapa lama mereka pun sampai di rumah.
__ADS_1
Reza melihat Aisyah di antar oleh Satria.
Timbul rasa jengkel di hati Reza.
"Makasih yah,"kata Aisyah.
"Yah sama-sama wanita cantik bercadar",
"Ada-ada aja kamu nih Satria, assalamualaikum aku masuk dulu",
"Walaikummussalam"
Satria pun pergi.
"Assalamualaikum, mas"kata Aisyah menyapa suami nya dengan jalan agak pincang karna kaki nya sakit kena aspal.
"Walaikummussalam,dari mana? Jalan-jalan sama cowok yah?"
"Belanja mas,itu mas Satria ketemu di jalan",
"Alasan"
Tiba-tiba saja pandangan Aisyah menjadi gelap dan dia pun pingsan.
"Bruk",
"Eleh alasan pula pingsan biar aku gak marah kan", celoteh Reza di kursi roda melihat Aisyah jatuh di lantai.
"Bangun jangan tidur",
"Aisyah",
"Aisyah",
"Eh benaran pingsan kayak nya",
"Bibi Sum ,tolong"
"Iyah tuan"
"Nih tolongin papah Aisyah kekamar",
"Kenapa dia tuan",
"Gak tau"
Tak berapa lama Reza pun dan bibi Sum sampai di kamar.
"Gih bibi , ambilin minyak angin dulu",
"Iyah tuan,tuan buka cadar nya dulu. Bibi Sum ambilin minyak angin",
"Aku".
"Iyah tuan, kan gak papa tuan suami nya",
"Iyah deh",
Bibi Sum pun pergi mencari minyak angin
"Terpaksalah",kata Reza.
Reza pun mulai membuka cadar Aisyah,
Untuk pertama kali nya Reza melihat wajah Aisyah sangat jelas bagi nya.
Wanita cantik, putih,hidung mancung,mata sipit, dan ada ketenangan memandang nya.
"Kamu sangat cantik ternyata,kenapa kamu tutupin, jika kamu secantik ini mungkin aku gak menyesal memiliki mu",sambil mengelus pipi manis milik Aisyah.
"Nih tuan,"kata bibi Sum dan terkejut melihat tuan Reza seperti tergoda kecantikan istri nya.
Lalu Reza pun tersadar
"Mana minyak angin nya",
"Nih tuan",
__ADS_1
"Gih obatin,masa saya",