Terbitlah Fajarku

Terbitlah Fajarku
luka Aisyah


__ADS_3

Beberapa saat Bibi Sum pun datang memberikan minuman.Setelah Aisyah tenang mereka pun pulang.


Di hati Aisyah selalu sedih mengingat pertemuan nya dengan Ayah nya itu. Aisyah ingin sekali memeluk nya dan mengatakan Aisyah merindukan nya.


Tapi apa daya pertemuan yang singkat tak dapat mengatakan Apa pun.


Kini Bibi Sum dan Aisyah sampe kerumah ,Aisyah pun langsung mempersiapkan keperluan nya dan suami nya sedangkan bibi Sum menyiap kan pakaian Ayah nya Reza.


Setelah semua nya siap Aisyah pun pergi kerumah sakit lagi dengan motor milik Suami nya kerumah sakit.


Hanya memakan waktu 30 menit Aisyah sampai di rumah sakit.


Pov Aisyah


Langkah ku seakan sulit untuk bergerak . Apa lagi setelah pertemuan pertama ku dengan sesosok ayah yang telah lama ku rindukan. Ku ingin berteriak sejadi-jadinya nya biar seluruh dunia tahu kalo misal nya aku sangat merindukan Ayah.


Tapi apa lah mulut ku seakan terkunci. Aku merindukan fajar cepat terbit cepat akan tiba pagi agar aku bisa menari riang di bawah keindahan ciptaan tuhan.


Kini aku hanya mampu Berdiam Tampa arah, tujuan hidup ku pun kian Tampa arah. Ku bersama dia ku sebut pendamping halal ku tapi entah lah di hati nya apa kah nama ku tetap disana. Apakah aku hanya sebatas pelarian sementara saat pacar lama nya tiada di sana.


***


Aisyah terduduk termenung di depan rawat mertua nya,yang kini sudah sadar. Walau pun dia berada disana hati dan pikiran nya seakan berada di tempat lain.Dia seakan Terpuruk seterpuruk nya. Jatuh seakan jatuh nya. Aisyah sangat merindukan Ayah nya tapi gimana dia akan mencari nya.


Reza pun mengajak nya bicara tapi Tampa tanggapan dari nya,pikiran nya kosong Tampa arah.


"Syah Alhamdulillah Mama dah sembuh?"


"Alhamdulillah",


"Syah nanti kita bisa ngumpul lagi dirumah".


Aisyah tetap diam


"Syah",


Tetap sama Aisyah tetap diam


"Kamu kenapa Syah?".


Sambil memegang tangan nya.


"Oh yah gak papa",kata Aisyah baru sadar.


"Benaran",


"Iyah Mas",


"Syah mama mau bubur ayam di restoran di jalan ******",


"Hmm biar Aisyah beliin Mas",


"Tapi Syah,diluar bahaya",


"Kamu bawa bodyguard yah?"


"Gak usah lah Mas,Disini lebih di perlukan buat kamu"


"Tapi Syah di luar bahaya",


"Gak papa Mas"


"Kamu sama supir saya aja yah?"


"Naik mobil",


"Yah".


"Kan aku bawa motor Mas tadi",


"Biarin motor itu disini dulu",


"Oke lah kalo gitu mas",

__ADS_1


"Yah",


"Assalamualaikum",sambil menyalami tangan suami nya",


"Walaikummussalam",


Tak berapa lama perjalanan Aisyah. kini mereka sampai di tujuan mereka.


Aisyah pun mulai memesan makanan yang dia hendak beli sambil menunggu makanan nya di bungkus. Aisyah duduk di kursi sambil memain kan gantungan kunci tas nya.


Tiba-tiba saja Ayah Aisyah memasuki restoran itu dengan membawa dua orang perempuan dan duduk di kursi bersama 2 perempuan pakaian seksi itu.


"Ayah?"


"Hmm siapa kamu",tanya seorang perempuan itu.


"Ini Aisyah yah?"


"Jangan banyak ngomong kamu mana mungkin pak Gunawan pengusaha kaya punya anak kayak kamu hahah", kata perempuan itu lagi melihat tampilan Aisyah yang semua tertutup.


"Apa maksud kamu?"


"Hey cantik,kalo ngayal gak boleh tinggi-tinggi kalo mau uang dari saya gak perlu ngaku-ngaku anak saya,cukup temanin saya jalan-jalan hahaha"kata Ayah Aisyah.


"Yah nih benaran anak Aisyah, Aisyah nih bukan wanita murahan Yah. Suka godain uang laki-laki yah",


"Liat Om wanita ini munafik banget sih,jaman gini gak perlu uang. Mana pake Pakaian lebar semua nya. Modus nya ngaku-ngaku jadi seorang anak",kata seoarang perempuan itu lagi .


"Kalo mau sama Om Nona, cukup gampang.jangan pake Pakaian gini?"


"Astagfirullah yah, Ayah ini anak mu. Putri dari Dermawan Wijaya",


"Wow nona kamu dah mata-matain saya sejak kapan. Sampai tau nama panjang saya",


"Dah lah OM mending kita pergi saja dari sini nafsu makan nya Vila ilang om",


"Sama Lara juga om"


Ayah nya dan kedua pacar nya itu hilang dari pandangan Aisyah.


"Ayah, ayah Hiks, kenapa sifat ayah kayak gini. Dimana ibu yah hiks. Kenapa usia Tua ayah, ayah habis kan jalan-jalan ber dua-duan dengan wanita muda yah. Kenapa kehidupan ayah kayak gini",tangisan Aisyah mengalir sangat derat membayangkan perkataan Ayah nya. Yang menurut Aisyah sangat menyakitkan.


Tak berapa lama datang lah pelayan Restoran memberikan Bungkusan pesanan Aisyah tadi.


Lalu Aisyah pun pergi kepakiran memberikan makanan itu kepada pak Supir.


"pak ini antar ini buat yonya Lindha yah?"


"Terus nona mau kemana?"


"Saya mau jalan-jalan dulu",


"Nona kenapa nangis",


"Gak papa ko pak?"


"Benaran lebih baik ikut saya kerumah sakit aja nona?"


"Gak papa pak,benaran Aisyah mau cari angin dulu yah",


"Tapi saya takut Tuan muda nanti marah sama saya nona?"


"Tenang aja pak,Semua gak bakal kenapa-kenapa?"


"Benaran nona nih cuaca mau ujian Lo nona",


"Serius pak gak papa!"


"Yaudah papa berangkat dulu nona hati-hati yah Assalamualaikum"


"walaikummussalam",


Pov Aisyah

__ADS_1


Kini tinggal lah Aisyah sendiri dengan tangisan yang mulai membasahi pipi nya,gemuruh hujan dan kilat menyambar ke sisi nya seakan sia-sia saja. Karna tiada rasa takut diwajah nya hanya tampak keputusan.kata-kata Ayah nya seakan jadi nyanyian tersendiri di telinga nya yang menyusuk kejantung nya.


"Alasan,Aisyah ke Jakarta Tampa tujuan ,Tampa arah, Tampa keberanian,tapi Aisyah lakuin Tampa gentar di batin Aisyah untuk mencari sosok ayah dan ibu. Hiks hiks, tapi Apa yang Aisyah temui disini hanya secabik luka yang mendalam. Ayah seorang yang Aisyah cintai tapi kenyataan nya begini.suka bermain dengan wanita-wanita muda. Bahkan Ayah tak mengingat ku lagi ,Apalagi mencari diriku. Aku hanya lah wanita terbuang Tampa arah,semua seakan gelap dipandangan ku",kata Aisyah terucap dengan tangisan.


***


Disisi lain Pak Supir sudah sampai di rumah sakit, sambil membawa bungkusan makanan.


"Tuan muda ini makanan buat Nyonya?"


"Yaudah sini", kata Reza.


"Mana Aisyah",tanya Reza lagi pada supirnya


"Tadi nona kata mau jalan dulu tuan",


"Kemana!!"


"Gak tau tuan kata nya mau cari angin",


"Kamu tinggalin dia,apa kamu gak tau kalo keadaan kita lagi gak aman gini",


"Maap tuan saya gak tau",


"Maka nya kalo mau apa-apa tanya dulu sama saya",


"Maap tuan",


"Yaudah dorong kursi saya kita cari dia",


Sesampai di depan gedung Rumah Sakit.


"Huh mana ujan gede lagi,tumben banget nih cewek ngilang ntah kemana?"kata Reza


"Tenang tuan",


"Gimana mau tenang, Aisyah di diluar pas ujan gini",


"Tadi nona AISYAH nangis juga tuan",


"Kenapa?"


"Gak tau tuan",


"Lain kali jangan tinggalin dia,kamu hanya bisa buat saya makin panik Aja",


******


Disisi Lain Aisyah terus melangkah Tampa tujuan walau pun kilat menyambar dan hujan deras dia tak perduli.


Disisi lain ada sebuah Mobil melaju sangat kencang.


Dan langsung menabrak Aisyah.


"Aaaaaaaa",


"Bakkkkk",


Tubuh Aisyah mental di tepi jalan ,dengan bersimpah darah di tubuh nya.


Setelah menabak Aisyah mobil itu pun berhenti sebentar.


Mobil yang di kendarai seorang Peria yang berjas hitam.


"Oke bos ,wanita itu sudah saya tabrak".


"Dah kamu Pastikan dia mati",


"Saya gak berani turun bos,tapi keadaaan wanita itu mengenaskan",


"Bagus, saya suka kerja kamu. Kamu tunggu saja bayaran kamu.


Kini mobil itu pun melaju,sedangkan tubuh Aisyah masih tergeletak disana dengan bersimpahan darah dan dibasahi hujan. Sedangkan belum ada orang lewat. kebetulan jalan itu cukup sepi pula.

__ADS_1


__ADS_2