Terbitlah Fajarku

Terbitlah Fajarku
Apa salah suami ku??


__ADS_3

Eza berangkat kekantor memang sehabis pulang Dari perjalanan nya bulan madu kemarin. Walau pun keadaan sakit dan lelah dia harus kekantor untuk mengerjakan pekerjaan nya.


Kini jam sudah menunjukan jam 23:00 WIB malam Eza belum pulang juga dari kantor nya. Membuat Aisyah khawatir sangat keadaan suami nya.


"Pak supir , bodyguard tolong temanin saya kekantor suami saya",


"Siap nona bos" kata ucapan mereka serentak.


Hanya memakan waktu 30 menit Aisyah telah sampai di kantor.


Suasana sudah sepi dan gelap, membuat Aisyah makin Khawatir keadaan suami nya.


"Moga Aja mas Eza gak papa",.


Langkah Aisyah makin cepat, menuju ruangan Eza.


"Rekkk"


"Mas, Sayang".


Sesuai dugaaan Aisyah, Eza kecapeaan dan ketiduran disana.


Aisyah pun kini memegang kepala nya.


"Kan panas lagi",


"Sayang", membangun kan Eza.


"Eh sayang,Aduh kepala ku pusing banget",


"Kan sakit lagi kamu sih gak nurut kata ku",


"Bodyguard sini!!"Teriak Aisyah.


Dengan lekas bodyguard itu menghampiri ruangan bos nya


"Kenapa nona bos"


"Nih tolongi suami saya bawa kemobil"


"Kenapa tuan muda nona?",


"Dia Kecapean,Ayokk cepat",.


Kedua bodyguard itu pun memapapah Eza membawa kemobil keadaan Eza memang lemah..


Sesampai di mobil Eza pun di masuka. Kedalam mobil.


"Bodyguard kalian bawa mobil mas Eza yah",


"Iyah siap Nona",


Aisyah pun menyandar kan Eza di bahu nya .


"sayang kita kerumah Sakit yah?"


"Ngak sayang",


"Kenapa?"


"Aku takut di suntik",.


"Hihi besar gini takut suntik", kata batin Aisyah Aisyah.


"Yaudah kalo takut kita kerumah aja",


"Iyah sayang",


.


Setelah beberapa saat mereka sampai di rumah.


Eza pun dibawa bodyguard nya kekamar nya.


Semalaman Aisyah gak tidur mengompres tubuh Eza.


"Sayang dingin"Badan Eza mengigil.


"Nih diselimutin",


"Pusing sayang",.


Langsung Aisyah pijitin kepala nya di pangkuan nya


Sampai dia Tertidur lelap.


Tak terasa subuh pun tiba Aisyah langsung shalat subuh. Namun aaisyah gak tega membangun kan Eza yang keadaan nya masih sakit.


Setelah iya shalat langsung membuat kan bubur dan sup Ayam.


"Moga aja bubur ini buat mas Eza lekas sehat setelah makan bubur ini",

__ADS_1


Langsung Aisyah masuk kekamar.


"Sayang bangun dulu yuk makan dulu",


"Gak sayang aku gak nafsu. Terus aku mual takut saya muntahin kamu lagi",


"Gak papa sayang kalo kamu muntahin aku lagi, Asal mas sehat dan mau makan",


"Gak mau saya,Aku gak mau kamu kotor sayang",


"Sini minum air anget dulu sama aku kasih minyak angin",


Lalu Aisyah merawat suami nya dengan ketulusan hati nya.


"Makasih yah sayang ",


"Harus berapa kali aku bilang mas Aisyah ikhlas"


"Iyah sayang",.


"Kan minum obat udah tidur lagi yah mas",


"Yah sayang"


1 Minggu berlalu kini Reza sudah sembuh


dan dia kembali kerja lagi. Dan Reza juga harus pergi keluar kota untuk 3 hari.


walau pun berat Reza harus pergi ke luar kota demi kemajuan perusahaan nya .


"Sayang berat rasa nya mas mau ninggalin kamu sendirian di rumah gini apa lagi nih 3 hari sayang?"


"Gak papa mas Aisyah gak papa ko. kan ada bibi Sum dan ada banyak Bodyguard juga.


"bodyguard ingat pesan ku kalian tau saya akan pergi 3 hari jadi saya harap kalian jaga keselamatan istri saya kalo sampe istri saya kenapa-kenapa kalian akan saya hukum semua",


"siap bos" ucap semua bodyguard yang hampir 10 orang itu.


"Bukan ini berlebihan sayang kesihan mereka",


"ingat satu hal sayang kejadian 2 tahun lalu , itu karna musuh keluarga kita yang membuat kamu koma dua tahun itu bukan waktu singkat sayang. jadi aku gak mau kalo kamu sampe kenapa-kenapa".


"Yah sayang aku paham",


"saya berangkat dulu sayang",


"Assalamualaikum"


dan tak lupa juga suami nya mencium kening Istri nya


Eza pun berangkat dengan perasaan berat tapi dia harus mikirkan kelanjutan perusahaan nya


kini sudah menunjukan jam 20:00 WIB.


Aisyah sibuk dengan ponsel nya menunggu suami nya menelfon nya .


tiba saja semua lampu mati


"Bibi Sum", teriak Aisyah ketakutan ..


"yah nak Aisyah",.Bibi Sum langsung meluk Aisyah


"Ayok nak, kita sembunyi",.


"Kenapa kenapa bi jangan buat Aisyah panik",


"Gak ada waktu bibi jelasin"


"kita harus kemana bi",


muka Aisyah yang mulai pucat karna Aisyah memang troma Ama hal-hal troran semenjak kecelakaan itu.


"kita loncat dari jendela",


"Tapi bi",


"Gak ada waktu nak",


"brukk",


kini Aisyah dan bibi sembunyi di sisi jendela tak lupa jendela di tutup seeolah gak ada orang keluar .


"brukk" pintu kamar Aisyah di drak oleh seorang baju hitam dan bawa pisau.


"a".


"amm"mulut Aisyah yang melihat itu hendak teriak ketakutan lalu. di tutupin tangan Bibi sum dan membawa Aisyah duduk di bawah jendela..


"sutt".


"ah ahhhh" Aisyah yang asma karna ketakutan.

__ADS_1


"tahan nak jangan sekarang",.


"ayokk kita pergi dari sini", tambah bibi Sum lagi.


tiba-tiba saja kaki Aisya memijak rantingn


"Rekk",


"siapa tuh"Kata Peria berbaju hitam di dalam kamar Aisyah.


"Ayok nak Gak Ada Waktu lagi",


"bibi Aisyah takut".


bibi trus menarik Aisyah keluar rumah nya yang luas itu,


sedangkan Penjahat itu terus lari di belakang nya.


"Brukk", Aisyah terjatuh


"Bibi KAKI Aisyah sakit gak kuat jalan"


"Ayok nak berdiri gak ada waktu lagi kita soal nya dia ingin menghabisi kamu nak",.


"ah ahhh"nafas Aisyah juga masih sesak.


bibi Sum pun langsung memapah Aisyah keluar rumah kini mereka telah di jalan.


bibi Sum yang tua gak kuat memapah Aisyah membawa nya lari dengan cepat. sedangkan orang yang mengejar mereka yang membawa pisau masih ada di belakang mereka yang lari nya sangat cepat.


"Bibi selamatkan aja nyawa bibi, Aisyah gak kuat lagi buat jalan"


kini tubuh Aisyah yang jatuh ketanah.


"Nak ayok kamu pasti kuat,hiks hiks"tangis Bibi Sum berusaha membangun kan Aisyah yang hampir habis nafas karna Aisyah punya penyakit Asma.


"hahaha mau lari kemana lagi kalian"langkah penjahat itu kini di hadapan Bibi Sum dan Aisyah.


"jangan sentuh majikan saya",.


"hihi ibu-ibu tua, untuk apa kamu korban kan nyawa kamu buat nolong wanita itu. apa kamu gak sayang sama nyawa kamu!!"Teriak penjahat itu.


"Saya Rela Untuk Aisyah , karna dia sudah saya ANGAAP anak saya sendiri",


"hahaha saya kagum dengan mu ibu tua",.


"ahh ahh. jangan bi,biar kan Aisyah mati bi",


"gak Nak"


"wow dramatis sekali",.


"tolong jangan sakiti bibi Sum, sakiti saya saya"


"oke"


"Gak " kata bibi Sum Menghalangi penjahat itu


"uhh muak aku sama kamu orang tua",


"brukk" mendorong tubuh bibi Sum sampe mental Hinga kena aspal


dan akhir nya bibi Sum Pingsan.


"aaaaa tidak" kata Aisyah mulai merayap menghampiri bibi Sum.


"hahaha Orang kayak kamu tu gampang kali di bunuh di diamin aja pasti mati abis nya gini aja permainan nya dah keyok uh uhh hahah"menuruti nafas Aisyah.


"Kamu jahat, kenapa lakuin ini Sama bibi summ. hikh ujhhhh uhhh uh"dengan nafas susah


"haha gak usah banyak ngomong bicara aja susah",


"dah tau hidup saya susah kenapa kamu sakiti saya terus uh uhhh",


"itu karna kamu istri Syah nya Reza",


"kenapa kamu gangu suami saya, kenapa kamu benci dia",


"hahaha saya gak tau saya hanya anak buah seorang"


"uhh lepas kan saya",


"gak segampang itu"


"kamu mau apa uhhhh uhhhh"


"bunuh kamu", sambil mengangkat pisau di tangan nya


"aaaaaaaa"teriak Aisyah menutup mata


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2