Terjebak Di Bingkai Foto

Terjebak Di Bingkai Foto
Episode 10. Jalan-Jalan Pagi


__ADS_3

matahari mulai terbit, burung-burung berkicaun menyambut hangatnya pagi yang cerah. hembusan udara sejuk mulai berhembusan menembus cela-cela cendela rumah bercat putih itu.


tak lama kemudian terdengar suara seorang gadis membuka cendela sambil melihat ke atas langit. wajah gadis itu tersorot sinar matahari sehingga terlihat makin bersinar, apalagi gadis itu memiliki kulit putih bening membuat sempurna yang melihatnya.


tiba-tiba gadis itu mulai menutup cendela dengan cepat dan 10 menit kemudian ia pun keluar dengan memakai baju setelan panjang berwarna kuning kehijauan. rambut panjang diikat rapi dan tak lupa memakai sepatu hak hijau daun mudah. make up tipis membawa aura cantik natural, beserta tas kuning melengkapinya tersampir dibahu membuatnya makin sempurna.


"hari yang indah, cuaca pun cerah pasti jalan-jalan bakal menyenangkan hari ini" guman gadis cantik itu tersenyum bahagia melihat keindahan di pagi hari.


gadis itu pun mulai melangkahkan kakinya menuju komplek, belum lama berjalan terdengar suara wanita memanggilnya.


"neng Elisa, pagi-pagi udah mau jalan-jalan, mau kemana neng udah dandan cantik kayak gini?" sapa ibu Sri.

__ADS_1


"iya nih buk, mau menghirup udara segar sambil jalan-jalan. sapa tau ada lowongan kerja juga" penjelasan Elisa.


"owh mau nyari kerja neng, ibu doain semoga lancar ya" Bu Sri sambil elus-elus pundak Elisa.


"makasih buk, aku duluan ya" Elisa pun pamit pergi meninggalkan ibu Sri.


tak terasa sudah jam 08.20 menit Elisa pun mampir disebuah rumah makan yang ada di sebrang jalan. ia pun memesan menu favorit di rumah makan itu. walau begitu lapar tapi Elisa tak memakannya dengan cepat-cepat, sambil memerhatikan jalanan yang begitu macet.


tiba-tiba terdengar suara tabrakan, eh ternyata Elisa menabrak laki-laki yang sedang jalan didepannya.


"punya mata gak sih! kalau jalan liat kedepan jangan lirak-lirik sampai nabrak orang!" teriak laki-laki itu dengan kasarnya.

__ADS_1


"maaf saya tidak sengaja.." Elisa pun mengambil barang lelaki itu belom sempat diberikan, lelaki itu langsung mengambil barangnya ditangan Elisa dan langsung pergi.


kepergian lelaki berkulit sawo matang itu membuat Elisa terus memandanginya sampai menuju parkiran mobilnya hingga lenyap. baru kali ini ada laki-laki yang begitu kasar padanya, padahal selama ini laki-laki banyak menginginkannya.


Elisa pun bergegas menuju tempat dimana mall itu menjual peralatan alat tulis menggambar. setelah membelinya Elisa pun cepat-cepat meninggalkan mall itu.


akibat dimaki lelaki tadi mall Elisa jadi gak mod lagi mencari pekerjaan. ia pun langsung memesan taxi untuk pulang dan beristirahat dengan nyaman.


malam pun mulai tiba terlihat rembulan bersinar terang seperti bola lampu. terdengar suara kucing meong-meong sehingga membuat konsentrasi Elisa jadi hilang.


tiba-tiba sesaat Elisa teringat tadi siang bertemu dengan cowok berkulit sawo matang, ia mengenakan kaos putih dan celana jins. hidung mancung memakai kaca mata hitam mungkin tingginya sekitar 180cm.

__ADS_1


Elisa merasakan jika ia pernah bertemu dengannya tapi lupa dimana. tapi jika bener pasti akan mengenalnya, mungkin Elisa cuma salah orang. itu yang membuat fikirannya kacau tak karuan dan menghentikan menggambarnya lalu tidur begitu saja.


__ADS_2