
Hari ini ibu Amelia ingin membuktikan tentang jadi diri Elisa yang sebenarnya, dengan membeli banyak tangkai bunga hidup yang akan di tempatkan di ruang-ruang para karyawan kantornya. karna ibu Amelia yakin Elisa itu benar keturunan terakhir dari raja Altar.
Para karyawan merasa heran kenapa ada begitu banyak buket bunga Mawar berwarna merah, dikiranya bakal ada pameran mendadak. Tapi dipikir lagi bulan ini juga tidak ada pameran, kecuali ada pemeran pasti selalu beli buket-buket bunga untuk hiasan gedung.
Dan bunga itu dibawah ke lantai atas, para karyawan semakin bingung emang ada acara apaan. ternyata gak lama ada petugas bawa kardus besar ke atas yang berisi sebuah guci kecil untuk dimasukkan bunga.
Melihat banyak orang membawa bunga Mawar merah hidup, Adrean juga bingung karna dia sama sekali tidak pernah menyuruh membelinya kecuali ada pameran.
"Pak, aku gak pernah mesan bunga apalagi sebanyak itu yah, kecuali ada pameran? bawah semua pergi dari sini!" pintah Adrean tegas.
"Maaf pak, ini semua pintah ibu Amelia saya hanya mengantarkannya saja" bilang petugas itu sopan.
Adrean kaget ternyata ibunya yang nyuruh. "buat apa ibu memesan bunga sebanyak itu" batin Adrean bingung.
Adrean lalu masuk keruangan tanpa peduli lagi dengan bunga-bunga yang dipesan ibunya. Tiba-tiba Irfan masuk sambil larian menghampiri Adrean waktu itu sedang duduk di tempat kerjanya.
"Drean.. ada acara apa? kok pesen bunga banyak, buat apa?" tanya Irfan sambil ngos-ngosan.
"Itu ibu yang pesan, bukan aku, gak tau juga buat apa!" jawab Adrean pelan.
"bibi..! buat apa ya bibi pesan bunga Mawar sebanyak itu". Irfan lalu keluar ruangan sedang memantau bunga itu, eh ternyata ada pot gucinya juga. Irfan semakin heran buat apa bibi beli semua ini.
__ADS_1
Tak lama kemudian ibu Amelia datang semua karyawan pun memberi salam. melihat Irfan bengong di depan bunga-bunga itu, ibu Amelia menyapanya.
"Bagus Irfan kamu ada disini bisa bantu bibi" sambil tersenyum sih bibi.
"Bantu apa bi? bunga ini juga buat apa bi, bukanya gak ada pameran ya buat dekor?" tanya Irfan penasaran.
"Ini bunga buat semua karyawan, setiap meja karyawan akan dikasih pot beserta bunga mawar ini untuk di pajang. kamu bantu bibi yah membagikan, panggil Maya juga buat bantuin" ibu Amelia menjelaskan.
"oohh.. jadi buat karyawan ya bi, oke lah saya bantu bi dengan senang hati" Irfan lalu memanggil Maya dan karyawan lain untuk membagikannya.
Sasa lalu membawa bunga untuk Elisa yang sudah didalamnya dikasih air agar bisa tetap segar paling gak beberapa hari. setelah menaruh bunganya sendiri dimeja kerjanya.
Waktu itu Elisa cuma bengong memandangi bunga mawar merah itu.
"Lisa, kenapa kok bengong, cantik kan?" ucap Sasa sambil merapikan bunga itu.
"Iya cantik kok" jawab Elisa datar.
Sasa lalu pergi kembali lagi keruangan untuk memulai pekerjaan.
"Kenapa harus dikasih bunga sih, kalau gak aku terima takut ibu Amelia tersinggung, apa aku bilang saja kalau aku alergi sama bunga-bunga tapi tetap saja gak enak sama ibu Amelia harus bohong". Elisa lalu membiarkan bunga itu tanpa terlalu memperdulikannya.
__ADS_1
"Ibu Amelia ini tinggal 1 punya pak Adrean saya takut kasihkan buk!" bilang Maya.
"yah udah kalau gituh biar aku saja yang kasihkan, kamu lanjutin saja kerjamu?".
"kalau gituh saya permisi dulu buk" Maya lalu pergi.
Ibu Amelia pergi menuju ruangan Adrean berada, waktu itu Adrean sedang sibuk dengan layar komputernya.
"Sayang ibu akan menaruh bunga ini di meja sofa yah" pinta ibu Amelia.
waktu itu Adrean hanya melihat sepintas dan masih tetap mengerjakan tugas kantornya.
"Cantik kan bunganya, Mawar merah melambangkan rasa cinta dan keberanian semua karyawan pasti suka".
Melihat ibunya yang dari tadi mengoceh Adrean lalu mulai bicara.
"Buat apa sih ibu bagikan bunga ke karyawan, apa dengan cara ini ibu membuktikannya" sinisnya ucapan Adrean.
"Kalau memang itu tujuan ibu kamu mau apa?" jawab ibu Amelia tak kalah sinisnya.
Adrean hanya diam tak lagi membantah ibunya, terserah ibunya mau ngapain asal itu membuatnya bahagia difikiran Adrean.
__ADS_1