
daun mulai mengering, angin berhembus membawanya terbang entah kemana?. udara nampak begitu panas, matahari bersinar tajam sampai menembus genting rumah.
walau di dalam rumah masih terasa panas, kipas angin pun mulai sudah tak sanggup membuat tubuh adem lagi. keringat elisa mulai berjatuhan yang sudah beberapa kali telah terusapi.
kertas desain jadi basah kena keringat elisa, ia lalu menghentikan menggambarnya dan cepat-cepat langsung mandi.
setelah mandi badan elisa menjadi segar, tapi ia mulai mengantuk dan seketika tidur diatas kasur dengan nyenyak. saking nyenyaknya ia bangun menjelang sore.
tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu, tok..tok..tok.. elisa pun mulai terbangun dan melihat siapa yang mengetok pintu.ternyata itu ibu Sri menanyakan kabar.
"saya ganggu gak neng?" tanya bu Sri pelan.
"gak kok buk, silakan masuk" sahut elisa mempersilahkan.
__ADS_1
"kirain neng elisa sakit? 1 Minggu ini tidak keliatan, saya khawatir neng jadi saya mampir kesini liat keadaan neng" tanya bu sri penasaran.
"aku baik-baik saja kok buk, makasih sudah khawatirin aku" elisa pun tersenyum senang ada yang mengkhawatirkanya.
"ohya neng aku dengar kabar, kalau neng Elisa sudah tidak lagi kerja di butik senja. apa itu benar neng?" tanya buk sri lagi penasaran.
"iya buk, maaf ya aku sudah membuat buk sri kecewa" ucap Elisa menyesal.
"gak apa-apa neng, yang penting neng masih betah tinggal dikontrakan sini ibu sri sudah senang. lagian kerjaan gak bisa dipaksa neng, kalau gak cocok gak papa tinggal saja nyari yang lain".
Bu sri pun pamit pulang setelah melihat keadaan Elisa baik-baik saja. kini Elisa merasa lebih baik setelah dikunjungi oleh bu sri.
*****
__ADS_1
disisi lain Adrean merasa bingung sejak ibunya ikut campur lagi dalam menangani perusahaan keluarga nya. ia tak bisa bebas lagi dalam meriview karyawan,dulu kalau Adrean gak suka langsung dia tolak atau pecat tanpa alasan yang pasti. tapi sekarang buru-buru nolak apa-apa harus mintak ijin ibunya dulu. seperti hal ini..
"Gimana drean apa kamu sudah buka lowongan kerja? 1 untuk desainer dan satunya lagi untuk asisten desainer?" tanya ibu Amelia ke sang putra.
"udah bu, jangan khawatir" jawab pelan Adrean.
"bagus lah, tapi inget pesan ibu kemaren jangan asal main tolak karna alasan yang tak pasti" ibu Amelia menegaskan sambil pergi meninggalkan ruangan.
Adrean menghela nafas panjang, setelah kepergian ibunya ia merasa ada sedikit yang mengganjal di fikirannya. perbedaan pendapatlah yang membuat Adrean seperti tertekan, tapi mau gimana lagi mau gak mau harus menuruti semua kemauan ibunya.
*****
besoknya Elisa berusaha mencari pekerjaan lagi, ia berusaha melamar kesana kemari tapi belum ada hasil. apalagi hari ini juga begitu panas membuat Elisa sangat lelah dan haus, ia pun beristirahat sejenak mencari tempat duduk yang teduh.
__ADS_1
setelah duduk dengan santai sambil minum tiba-tiba ada penjual koran keliling. elisa memanggilnya dan membeli satu koran, ia lalu membacanya dan membolak-balikan koran Tanpa ada yang terlewati.
betapa kagetnya Elisa melihat ada lowongan pekerjaan di "milea fashion" yang tak jauh dari sini, apalagi berita ini baru dicetak. perusahaan ini besar sudah berdiri lama juga, elisa pun buru-buru pergi meninggalkan tempat itu menuju perusahaan milea fashion segera tanpa membuang waktu.