
24 tahun kemudian..
"aku sudah bersusah payah tinggal dijakarta semoga habis ini aku menemukan kerjaan yang cocok, dan juga mempunyai bos yang pikirannya tidak mesum kek Andhika permadi pemilik perusahaan Andhika jaya. dasar otak kotor mengingatnya akupun pengen muntah" wanita cantik itu menggerutu dalam hatinya mengingat peristiwa beberapa hari yang lalu.
tak lama kemudian terdengar suara ketokan dari luar pintu, eh ternyata itu ibu Sri pemilik kontrakan yang menanyakan berapa bulan akan tinggal disini.
"neng jadi berapa bulan mau ngontrak disini?" tanya pemilik kost
"1 bulan dulu buk aku bayar, kalau aku sudah nyaman tinggal disini aku bakal kontrak lagi" jawab gadis itu dengan senyuman manis.
"baik kalau gituh neng semoga betah ya tinggal dikontrakkan saya, ngomong-ngomong nama neng siapa tadi saya lupa?" tanya ibu kost dengan rasa penasaran.
__ADS_1
"panggil saja saya elisa buk" jawab gadis cantik itu.
"owh neng elisa.. iya saya baru ingat maklum neng sudah memasuki tua" bu Sri pun tersenyum.
"buk Sri belom terlalu tua loe, masih keliatan mudah kok" goda elisa hingga membuatnya tersipu malu.
"ah neng elisa bisa saja.. ohya neng kalau butuh bantuan panggil saja rumah saya disebelah gak usah sungkan, saya pamit dulu neng buru-buru ninggal masakan" buk Sri pun pamit pulang dengan tergesa-gesa.
hari ini adalah tempat tinggal baru elisa, selama ini ia hidup sebatang kara kedua orang tuanya pun sudah meninggal. setelah lulus SMA orang tuanya mengalami kecelakaan yang mengakibatkan meregang nyawa.
awalnya sih baik-baik saja dan bekerja dengan normal tapi lama-lama elisa jadi risih dengan sikap pimpinannya. sikap pimpinannya yang begitu baik dan perhatian ternyata hanyalah modus semata, untuk mendapatkan belas kasih elisa.
__ADS_1
padahal pimpinannya sudah menikah dan mempunyai anak 2 masih saja menggoda wanita lain. walau ia masih terlihat mudah tak seharusnya seperti itu, seharusnya seorang pimpinan bersikap sewajarnya ke karyawannya.
dan paling yang bikin elisa muak hingga ia keluar dari perusahaannya itu karena elisa merasa dilecehkan. masak iya pegang-pegang tangan sambil berucap "kamu mau gak jadi istri simpananku?" sambil tersenyum mesum.
besoknya tanpa berfikir panjang elisa langsung mengajukan pengunduran diri. awalnya sih pimpinannya menolak dan berusaha menahan elisa untuk tetap tinggal di perusahaannya tapi elisa tak peduli. ia pun tetap dengan pendiriannya dan meninggalkan perusahaan itu dengan cepat.
"emang dia pikir kalau aku gak kerja diperusahaannya aku gak bisa cari kerja ditempat lain! sampai kapanpun aku gak bakal sudi jadi istrinya!" pekik elisa dalam hati sambil meninggalkan perusahaan Andhika jaya.
setelah kejadian itu pun elisa menjual rumahnya dan merantau kejakarta untuk mencari pekerjaan. ia ingin mencari lingkungan yang baru dan Suasana baru.
"udah cari di internet, koran, masih saja tetap belum nemu lowongan pekerjaan. sebenarnya ada sih yang membutuhkan tenaga kerja di bidang pemasaran. tapi itu bukan lowongan yang aku yang cari, lama-lama kepalaku jadi pusing" guman elisa sambil melihat-lihat koran.
__ADS_1
"ya udah lah.. gak terlalu terburu-buru juga lagian uang tabungan aku masih banyak. cukup lah buat kehidupanku disini beberapa tahun itu kalau hemat" elisa pun tersenyum nakal sambil mengangkat alisnya.
gak terasa hari sudah malam, elisa memutuskan untuk tidur lebih awal karena besok ia mau jalan-jalan. melihat betapa besarnya kota Jakarta, dan membeli perlengkapan untuk gambar desainnya. sambil cari-cari pekerjaan juga sapa tau nemu.