Terjebak Di Bingkai Foto

Terjebak Di Bingkai Foto
Episode 6. Egoisan Ayah


__ADS_3

Elis dan erik sangat senang sekali memiliki seorang putri yang cantik, mereka memberikan nama putri kecil mereka dengan sebutan "elisa putri Elis" karna elisa lebih mirip ibunya jadi nama belakangnya dikasih Elis.


amelia dan atmaja juga sangat senang sekali memiliki putra yang tampan dan manis, mereka pun memberikan nama sang putra "Adrean Putra Atmaja". karna nama terakhir dikasih Atmaja biar kelak amelia ingin keturunannya slalu dikasih nama itu ditiap terakhir nama.


1 bulan kelahiran sang putri, elis sangat senang melihatnya tumbuh dengan sehat, elis merawat putrinya dengan kasih sayang dan penuh kasabaran. dia ingin merawatnya sendiri tanpa campur tangan orang lain.


pada suatu hari.. elisa tak sengaja melihat ayahnya berbicara dengan paman sano dan bibi mery mereka begitu serius, elisa pun mulai mendekat berusaha untuk mendengar perbincangan mereka penuh penasaran.


"apakah kalian sudah menemukan apa yang aku suruh?" raja altar berbicara dengan pelan seakan-akan tak ingin terdengar oleh orang lain.


"raja tak usah khawatir, aku dan istriku sudah menemukan orang yang terbaik untuk mengasuh Elisa" dengan pedenya pak sono menjawab.


deeggg... jantung Elis mau copot mendengarnya, pikirannya pun tak karuan, perasaannya juga mulai bingung. tanpa berpikir jauh Elis pun langsung masuk ke ruang itu.

__ADS_1


raja altar pun kaget melihat Elis masuk dan bertanya seakan-akan tak tau apa-apa "Elis apa ada sayang?".


"maksud ayah apa? kenapa ayah mencarikan pengasuh buat elisa, aku bisa mengurus anakku sendiri ya!" tanya Elis dengan jawaban yang tak sabar.


"ini semua demi kebaikan kita bersama lis, perjodohan elisa dan Adrean gak boleh terjadi, di keluarga temurun kita tak pernah ada yang menikah dengan kulit sawo matang dan sampai matipun aku tak setuju" raja altar menjelaskan.


air mata Elis tak bisa dibendung lagi, ia pun menangis tak percaya mendengarnya. "ayah tau apa akibat kalau ayah melanggar perjanjian, ayah akan menjadi debu!"


"ayah terkenal bijaksana tapi ternyata ayah tak punya hati!" Elis menangis kencang tak percaya perkataan ayahnya.


mendengar tangisan Elis, erik pun datang menghampiri dan dia bingung sebenarnya apa yang terjadi "ada apa lis, kenapa kamu menangis?" tanya erik dengan perhatian.


mendengarnya Elis cuma diam tak menjawab sama sekali, malah semakin menangis dan langsung memeluk erik.

__ADS_1


erik pun semakin bingung disini pak sono, ibu mery pun juga hanya tertunduk diam. raja altar pun hanya melihat Elis menangis kesenggukan.


"ada apa yah? kenapa Elis menangis" tanya erik penasaran.


"aku akan ngomong keintinya saja rik, kalau besok elisa akan dibawah pengasuhnya pergi jauh dari sini, ini ayah lakukan untuk kebaikan kita bersama" raja menjelaskan.


"itu bukan kebaikan bersama yah! tapi itu cuma egoisan ayah karna tak ingin perjodohan terjadi!" jawab Elis dengan perasaan terluka.


"aku gak nyangkah raja altar yang aku kenal baik hati sekarang tega memisahkan anak sama orang tuanya, hanya gara-gara masalah perjodohan dan kami menolak!" teriak erik dengan tegas.


"seharusnya kamu ingat erik mendiang ayahmu selalu setia padaku dan berpihak, kamu juga harus begitu. seharusnya juga kamu bersyukur kunikahkan dengan putriku" mendengarnya erik tak bisa berkata apa-apa.


"dan besok pagi anak kalian akan dijemput, kalian tak usah khawatir anak kalian kehidupannya bakal terjamin. aku juga akan bilang ke ratu rosmelia kalau elisa meninggal karna sakit".

__ADS_1


__ADS_2