Terjebak Di Bingkai Foto

Terjebak Di Bingkai Foto
Episode 18. goda irfan


__ADS_3

Elisa berjalan menuju lantai atas di belakang adrean karna dia bos jadi tak ingin elisa mendahului berjalan. entar dikira elisa tak tau sopan santun dan tak punya etika. sampai tiba di depan lift elisa menunggu adrean sama irfan naik duluan, Irfan tau apa yang ada difikiran elisa mungkin dia malu selift sama atasannya.


"kamu elisa kan, karyawan baru?" sapa Irfan sambil menunggu pintu lift terbuka.


"iya pak" elisa pun menganggukkan kepala sambil tersenyum.


"owh pantas" Irfan lalu mengamati Elisa atas sampek bawah.


pintu lift sudah terbuka adrean langsung masuk tanpa peduli irfan menyapa elisa, tapi melihat Irfan masuk masih di tengah pintu lift masih mengamati elisa ia jadi geram.


"fan sampai kapan kamu disitu! mau naik apa tidak?" tegur adrean kesal.


mendengarnya Irfan hanya tersenyum ke adrean, karna sudah tau sifat adrean kayak apa. irfan lalu bergegas masuk dan juga menawari elisa untuk naik.


"lisa gak ikut naik sekalian, gak perluh malu nanti kalau telat keatas dimarahin loe, dia paling ganas kalau liat karyawan telat".


dengan tingkah konyolnya Irfan sambil memperagakan kayak macan ingin mencakar.


adrean hanya cuek melihat Irfan dan dengan tingkahnya,sama sekali tak peduli dia berkata apa sama elisa.

__ADS_1


dengan gugupnya elisa langsung berjalan masuk kedalam lift mendengar ucapan Irfan, ia sungguh takut bila itu sampai terjadi.


melihat tingkah elisa yang ketakutan Irfan jadi tertawa, adrean hanya melihat Irfan Yang daritadi tertawa tak berhenti membuat nya menarik nafas panjang.


elisa yang ditertawai Irfan daritadi ia jadi malu, elisa hanya menunduk sampai tiba liftnya terbuka dan keluar dari lift Elisa sangat lega sudah keluar.


Irfan pun lagi-lagi berbicara sama elisa dan itu mengenai adrean lagi.


"lisa soal perkataanku tadi jangan terlalu dimasukin hati ya, gak usah khawatir adrean sekarang sudah jinak sudah ada penjinaknya" sambil tersenyum irfan menyusul adrean yang lebih dulu jalan kedepan.


elisa jadi teringat kejadian kemarin waktu dia ditolak tapi setelah ibu amelia datang meminta adrean menerimanya tanpa ada perlawanan. "mungkin yang dimaksud Irfan penjinak itu ibu amelia" elisa hanya tersenyum menanggapi Irfan yang konyol.


*****


Elisa kaget melihat Sasa yang sudah duduk manis di depan tempat kerjanya. jam berapakah dia berangkat kerja, apa pagi buta. Elisa jadi senang mempunyai asisten yang rajin seperti dia.


"pagi sa" salam Elisa.


"pagi buk" jawab Sasa.

__ADS_1


"jangan panggil buk lah, kita sepantaran" sambung elisa.


"nanti gak sopan aku panggil dengan nama saja, apa kata karyawan lain?" sahut sasa.


"yah udah panggil disini elisa saja, tapi kalau didepan pak adrean sama ibu amelia panggil buk gak papa" penjelasan elisa.


"siap buk, eh elisa" sasa pun tertawa.


"ngomong-ngomong pagi banget kamu datang sa?" tanya elisa heran.


"namanya saja karyawan baru lisa apalagi bos kita terkenal galak, kalau telat kena marah nanti" jawab sasa.


memang benar kata sasa, adrean orangnya terkesan dingin, cuek, galak suka main tolak pantas saja karyawannya pada takut.


"ohya lisa aku masih gak nyangka kamu diterimah disini, soalnya karyawan wanita disini gak ada kulit putih, dulu sempat ada tapi di pecat setelah itu tak pernah lagi menerima karyawan berkulit putih"


pertanyaan sasa membuat batin elisa berkata "pantas saja semua pekerja disini semuanya berkulit sawo matang".


tiba-tiba adrean keluar dari ruangannya, seketika mungkin elisa langsung berlari ke ruang kerjanya. sasa kaget melihat elisa lari secara tiba-tiba, eh tidak taunya liat adrean berjalan keluar.

__ADS_1


__ADS_2