
malam ini terlihat cerah bintang-bintang berkelipan di atas langit, dengan bulan berbentuk irisan semangka melengkapinya. tak sedikit pun awan yang terlihat semua dipenuhi oleh bintang kelap-kelip.
di sebuah taman di samping rumah, adrean sedang duduk menikmati indahnya malam yang tak ingin terlewatkan. sambil merenung ia ingin membuat hatinya tenang dengan melihat keindahan sang malam.
ibu amelia yang daritadi mengamati anaknya lagi duduk sendirian, ia pun tahu apa yang difikirkan oleh anaknya. ibu amelia lalu berjalan mendekati adrean dan duduk bersamanya.
Adrean hanya diam ketika ibunya duduk di sampingnya, ia hanya fokus menatap bintang. mungkin karna masih kesal kejadian tadi siang ibu amelia memaksa adrean menerima elisa. lalu ibu amelia memulai pembicaraan.
"bintangnya begitu indah ya, aku yakin hatimu bakal indah mulai hari ini seperti bintang berkelipan di langit?" ibu amelia pun tersenyum.
"bintang malam ini memang indah bu, tapi gak seindah hatiku sekarang atau esok" jawab adrean cuek.
__ADS_1
"aku tahu kamu marah sama ibu soal Elisa dan memaksamu untuk menerimanya. dia berbakat dan sudah banyak pengalaman, dia pantas bekerja di perusahaan kita" ibu amelia mencoba menjelaskan.
"dia memang berbakat bu, tapi bukan itu tujuan ibu? ibu pikir dia elisa yang akan dijodohkan ke aku waktu bayi dulu iya kan?" adrean menyangkal perkataan ibunya.
"iya" jawab ibu amelia jujur.
"Elisa lahir disurabaya bu, orang tua dia juga beda kan? walau kita sama-sama lahir di bulan mei, tapi belum tentu itu dia bu. soal masalah kulit jaman sekarang banyak produk kecantikan yang bagus biar kulit terlihat lebih putih".
"ibu yakin itu elisa yang pernah ibu gendong waktu bayi, dia mirip sama Elis ketika mudah dulu. ngertiin ibu drean.. ibu hanya ingin kau menikah dengan elisa hanya elisa!" ibu amelia trus pergi meninggalkan adrean sendirian.
adrean hanya terdiam mendengar jawaban ibunya, ia berpikir kalau memang dia elisa apa bisa menerima perjodohan ini.
__ADS_1
*****
jam menunjukkan pukul 7.30, elisa buru-buru berangkat kerja. hari ini pertama masuk di Milea fashion kalau terlambat sedikit saja bisa gawat, apalagi pempinannya punya sikap suka kejam ke karyawannya.
"hari ini pertamaku kerja aku harus tepat waktu, jangan sampai terlambat bisa mati" batin elisa.
akhirnya ojek online elisa sudah datang, elisa pun langsung naik dan menuju milea fashion. untung sampai disana pukul 7.50 elisa menarik nafas lega, lebih baik datang lebih awal daripada terlambat.
gak lama kemudian adrean datang dengan diikuti asistennya Irfan. semua karyawan menyapanya sambil menunduk, memberikan salam hormat kepada sang pimpinan.
elisa juga menunduk sambil melirik melihat bosnya yang tingginya 180 cm, memakai jas hitam, rambut belakangnya dipotong tipis terlihat di depan ada poni di bela tengah, mata tajam, hidung mancung, berkulit sawo matang, jalan tegap sungguh profesional. tapi sayang punya sikap dingin dan kejam jadi para karyawan takut kepadanya.
__ADS_1
tak terasa elisa mengingat di kejadian waktu di mall menabrak seorang lelaki, "apa jangan-jangan itu pak adrean bos aku, tapi kalau iya biar lah lagian dia kayaknya udah lupa" elisa pun tersenyum lega karna adrean tak mengenalinya, sambil berjalan menuju lantai paling atas.