
seorang wanita paru baya mengenakan baju setelan blazer putih, rambut digulung seperti konde sedang berjalan menuju ruangan CEO. tiba didepan pintu wanita paruh baya itu langsung masuk tanpa permisi.
"drean.. 1 tahun ibu tidak ke perusahaan ini kenapa karyawan banyak yang kamu pecat?" teriak wanita paru baya itu.
"apalagi sekertarismu dia hampir kerja 2 tahun disini kenapa juga di pecat! apa kesalahan mereka Adrean?".
dengan kesalnya wanita itu ingin mendengar jawaban seorang pemuda didepannya.
wanita paru baya itu pun laluh duduk sambil mengelus dadanya, tak menyangka anaknya sekejam itu selama 2 tahun ini jadi pimpinan di perusahaan Milea Fashion keluarganya.
"ibu tumben kesini? apa ibu lagi kangen sama aku karena akhir-akhir ini sibuk di kantor" sahut Adrean santai.
"Adrean ibu serius!" ibu itu sangat kesal mendengar jawaban anaknya.
"kalau mereka gak ada salah gak mungkin lah bu aku pecat, udah lah bu.. gak usah khawatir". sambil tersenyum tipis Adrean menjelaskan.
"kalau soal sekertaris ku si Melly aku pecat karna dia gak sopan. dia selalu menggoda karyawan-karyawan dengan pakain yang sexy dengan sengaja, aku jadi risih melihatnya. dia mikirnya disini club malam bukan kantor!".
"jadi hanya gara-gara itu kamu pecat Melly! kamu bisa kan tegur dia supaya bisa berpakaian sopan kalau kekantor drean?" wanita paruh baya itu menghela nafas panjang mendengar jawaban anaknya.
__ADS_1
"aku udah tegur dia bu.. dengan memecatnya udah pantas kan. lagian aku kasih pesangon gede, ibu gak usah mikirin dia lagi oke!".
tiba-tiba terdengar suara orang membuka pintu, krieekk.. ternyata itu Irfan sepupunya Adrean.
"eh ada bibi amelia nih, ada masalah apa bi sampai datang kesini?" tanya Irfan penasaran.
"bibi kesini karna mau bilang kalau mulai besok akan mengawasi Adrean disini!" sambil melirik Adrean.
Adrean hanya diam mendengar penjelasan sang ibu dan tak ingin membantahnya.
ibu Amelia pun pergi sambil berbisik ke Irfan "jangan terlalu menuruti sepupumu itu!" gak lupa menepuk-nepuk punggung Irfan.
ibu Amelia pun bergegas pergi meninggalkan kantor, Irfan tertawa nakal melihat Adrean yang begitu kesal.
"mangkahnya jangan asal pecat karyawan! walau bibi sudah tak lagi mengatur perusahaan ini tapi dia kan masih punya orang suruhan untuk mengawasimu disini".
Adrean hanya diem tak memperdulikan perkataan Irfan. malah tetap fokus manatap layar komputernya dan sekali-kali mengetik.
"apalagi si Melly cewek paling seksi di kantor ini, kulitnya bening juga cantik. pokoknya bodinya aduhai lah" Irfan sambil meragakan body Melly dengan tangannya.
__ADS_1
melihat Irfan yang mulai berfikiran mesum, Adrean hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum.
*****
hari ini adalah dimana ibu Sri akan membawa Elisa bertemu kenalannya. elisa pun sudah tampak rapi menunggu ibu Sri dengan memakai jampsuit berwarna navy. tak berapa lama Bu Sri pun tiba untuk menjemput Elisa pergi.
"maaf neng ibu lama ya" tanya Bu Sri.
"gak kok buk saya juga baru selesai siap-siap" jawab Elisa lembut.
Bu Sri dan Elisa pun pergi menuju tempat butik yang telah dijanjikan. tak berapa lama mereka telah sampai tujuan. memang benar yang diceritakan Bu Sri butik ini gak terlalu besar, tapi lumayan rame pembeli. mungkin karna tempatnya yang strategis.
melihat kedatangan Bu Sri dan Elisa, keluarlah seorang wanita berambut panjang sepundak berponi. wanita itu memakai pakaian ketat dan tampak terlihat seksi, umurnya pun masih mudah mungkin 33 tahunan.
"sudah lama kah Bu Sri kesini? pasti ini Elisa kan yang ibu ceritain keaku kemaren?" tanya wanita itu.
"iya.. ini neng Elisa, neng kenalkan ini mbak Riana" jawab Bu Sri mengenalkan.
"salam kenal ya mbak" sapa Elisa lembut.
__ADS_1
setelah mengenalkan mereka berdua bu Sri lalu pamit pulang. Bu Sri pun meninggalkan mereka untuk berbincang-bincang, supaya lebih leluasa dan lebih akrab.