Terjebak Di Bingkai Foto

Terjebak Di Bingkai Foto
Episode 28.


__ADS_3

Siang ini Irfan bengong menunggu telepon dari Sintia, dia hanya memainkan pena yang ada di genggamannya. sesekali melirik ke Hp yang ditaruh di atas meja kerjanya. Tiba-tiba Irfan keinget soal percakapan Adrean dan bibinya, dalam hati Irfan yakin kalau Elisa yang dimaksud adalah desain di perusahaan ini.


tak lama kemudian hpnya berdering suara panggilan masuk, dan itu membuyarkan lamunan Irfan. ternyata itu dari Sintia umur panjang memang.


halo sayang..


aku lagi butuh duit ini! buat kasih ke orang tua aku, dia sekarang lagi sakit boleh yah?


terdengar suara wanita dengan nada tinggi sedang memelas jauh dari kejauhan.


duit lagi sayang..


bukanya kemaren sudah aku kasih, masak sudah habis sih?


Irfan kaget ternyata Sintia cuma telpon untuk mintak uang, apa ini balasan karna Irfan sibuk jarang bisa ketemu.


iihh.. sayang, kemaren buat bayar kontrakan! sekarang kan buat ibuku berobat, kalau gak mau kasih utangin aku aja. gak banyak kok cuma 10 juta ada kan?


padahal kemaren Irfan sudah kasih 5 juta, sekarang mintak lagi malah lebih. Irfan jadi curiga apa betul buat ibunya atau hanya sekedar berbohong.


gak usah utang, aku kasih ikhlas kok apalagi buat ibumu yang.


mendengar jawaban polosnya Irfan, Sintia tertawa kesenangan. mana mungkin Irfan menghutangi apalagi sama kekasih.


oke sayang aku tunggu ya!

__ADS_1


Sintia lalu mematikan hpnya dengan tersenyum licik, ternyata dia cuma memanfaatkan kesibukan Irfan untuk mendapatkan uang. dengan berakting ngambek seakan-akan marah, padahal dia cuma mau uang Irfan saja. Irfan saja gak tahu Sintia punya kekasih lagi.


"Mintak uang lagi?" tiba-tiba terdengar suara di samping Irfan duduk.


"sejak kapan kamu datang kesini? lebih baik kamu urus urusan pribadimu sendiri, lagian jodohmu udah dekat tuh" bilang Irfan cuek.


ternyata itu Adrean yang dari tadi memerhatikan Irfan, sayang saja Irfan terlalu fokus telponan sama Sintia.


dan mendengar kata-kata soal jodoh lagi Adrean lalu pergi, tanpa berkata apa-apa. Irfan hanya diam memandang punggung Adrean yang berjalan pergi.


"Aku bakal cari tau siapa Elisa sebenarnya" guman Irfan dalam hati.


*****


Kediaman rumah ibu Amelia..


bilang ibu Amelia di telepon sedang berbicara dengan serius.


oke, aku tunggu kamu disini..dirumahku!


bilang lagi ibu Amelia sedang mematikan telepon genggamnya.


tak lama kemudian terdengar suara bel berbunyi ada orang yang memencetnya, ting..tong..!


bik Asri lalu membukakan pintu, bik Asri adalah pembantu rumah tangga dikediaman ibu Amelia. dan begitu setianya bik Asri mendampingi keluarga ibu Amelia sejak lama, walau bik asri tau keluarga ibu Amelia beda sama orang awam tapi bi Asri tak peduli malah bangga bisa bekerja disini.

__ADS_1


"silakan masuk pak, ibuk sudah menunggu anda, mari saya antar" bilang sopan bi Asri sambil mengantar kedalam ke tempat ibu Amelia berada.


setelah mengantarkan pak Adi, bik asri pun kembali lagi ke dapur dan diruang kerja itulah dimulai pembicaraan yang penting.


"gimana pak Adi sudah bawah laporan yang aku mintak kan?" tanya ibu Amelia tanpa basa-basi.


"tenang buk semua beres, apa yang ibu mintak sudah saya temukan" dengan bangganya pak Adi menjawab.


pak Adi pun langsung menyodorkan berkas-berkas laporan tentang identitas Elisa yang sekarang kerja di perusahaan Melia fashion. lalu menjelaskan dengan detail satu persatu.


"jadi orang tua Elisa meninggal karna kecelakaan dan dari kecil mereka suka berpindah pindah tempat, coba kamu jelaskan lagi" pinta ibu Amelia serius.


"kalau masalah orang tua Elisa suka pindah tempat saya kurang tau buk tapi dari kecil Elisa tidak boleh main sama temen-temennya, setelah pulang sekolah Elisa selalu diam dirumah bahkan di halaman rumahnya tidak ada sama sekali tanaman maupun bunga semua gersang.' bila ada tumbuh bunga liar orang tua Elisa langsung mencabutnya, itu kan aneh Bu".


mendengar penjelasan pak Adi ibu Amelia cuma terdiam, pak Adi pun mulai menjelaskan lagi.


"dan setelah orang tua Elisa meninggal dia memberikan wasiat supaya kuliah di bidang desain dan memberikan sebuah tabungan untuk melanjutkan kehidupannya kelak. cuma itu buk yang saya tahu".


"Penjelasanmu itu sudah membuatku cukup tau, kamu sekarang boleh pergi jangan sampai Adrean tahu soal ini. tenang saja kamu bakal dapat bonus dariku, kau memang pantas jadi Asisten pribadiku" ibu Amelia pun memberikan cek uang ke pak Adi.


"Terimakasih banyak buk, saya pamit dulu istri saya lagi sakit" ucap pak Adi.


"kalau gituh lebih baik untuk sementara ini kamu cuti dulu, sampai istrimu sembuh".


mendengarnya pak Adi sangat senang dengan kebaikan ibu Amelia, pak Adi pun bergegas untuk pergi meninggalkan kediaman ibu Amelia.

__ADS_1


dari sini ibu Amelia masih termenung di dalam ruangan kerja, dia menyimpulkan bahwa itu benar-benar Elisa. tapi dari bukti terkini dia belum 100 persen menunjukkan kalo itu Elisa. jadi ibu Amelia bertekad menyelidiki dikantor gerak gerik Elisa.


__ADS_2